Penyediaan Stok LPG Nonsubsidi di Kota Ternate
Untuk memastikan ketersediaan stok gas LPG nonsubsidi yang cukup bagi masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku mengirimkan ratusan tabung gas LPG ukuran 12 kg ke Kota Ternate. Langkah ini dilakukan pada hari Sabtu (25/4/2026), sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran pasokan.
Tabung-tabung tersebut didatangkan dari Ambon menggunakan kapal LCT. Hal ini menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap LPG nonsubsidi. Dengan penambahan stok ini, Pertamina berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat akan LPG NPSO terpenuhi secara berkelanjutan.
Pertamina juga melakukan penyesuaian harga untuk LPG nonsubsidi. Harga LPG ukuran 12 kg dinaikkan dari Rp 329.000 menjadi Rp 380.000 per tabung, sedangkan LPG ukuran 5,5 kg meningkat dari Rp 175.000 menjadi Rp 195.000 per tabung. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap perubahan biaya operasional dan pengangkutan.
Upaya Mitigasi Pasokan dari Surabaya
Salah satu alasan utama pengalihan pasokan dari Ambon ke Ternate adalah adanya potensi hambatan dalam pasokan dari Surabaya. Untuk mengantisipasi hal ini, Pertamina mengambil langkah strategis dengan mengalihkan suplai dari Ambon. Candra Dion, Sales Area Manager (SAM) Retail Maluku Utara, menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan sebagai upaya menjaga suplai LPG yang berkelanjutan.
“Sebagai langkah mitigasi terhadap potensi hambatan pasokan dari Surabaya, kami mengalihkan suplai dari Ambon ke Ternate sebagai upaya menjaga suplai berkelanjutan,” ujarnya dalam rilis yang diterima redaksi.
Saat ini, penguatan suplai stok dilakukan melalui kapal LCT rute Ambon–Ternate. Ini merupakan solusi cepat agar suplai LPG ke masyarakat tetap terjaga.
Tantangan dalam Pengiriman LPG
Meskipun demikian, ada beberapa tantangan dalam proses pengiriman LPG. Salah satunya adalah belum tersedianya jadwal kapal reguler untuk rute Ambon–Ternate. Oleh karena itu, Pertamina harus menyewa kapal LCT (charter) yang biayanya lebih tinggi dibanding kapal reguler.
Selain itu, ada juga perbedaan biaya bongkar muat di pelabuhan akibat perubahan rute pengiriman. Hal ini turut memengaruhi harga jual LPG kepada masyarakat.
Dukungan dari Pemerintah Daerah
Sekprov Maluku Utara Samsuddin A Kadir mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga. Ia menegaskan dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan LPG.
“Sinergi lintas sektoral ini adalah kunci. Kami apresiasi langkah proaktif pihak Pertamina Patra Niaga karena telah berkoordinasi dengan Pemda dan stakeholder lain,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pada prinsipnya pemerintah daerah mendukung penuh upaya menjaga suplai dan ketersediaan energi di Maluku Utara, terutama di tengah kondisi global yang berubah-ubah dan juga mempengaruhi Indonesia.
Imbauan kepada Masyarakat
Dalam kesempatan ini, Pemerintah Daerah juga meminta dan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan LPG sesuai kebutuhan. Hal ini dimaksudkan agar ketersediaan stok LPG di Maluku Utara tetap terjaga.
“Ini adalah upaya seluruh pihak termasuk masyarakat dapat sangat membantu dalam menjaga ketersediaan stok LPG di Maluku Utara,” ujar Samsuddin.
Rencana Ke depan
Menurutnya, langkah ke depan akan melibatkan kesepakatan bersama untuk memperkuat jalur distribusi Tol Laut dan pengusulan kapal reguler langsung dari Ambon ke Ternate. Selain itu, juga sedang dipertimbangkan pembangunan SPBE di Maluku Utara.
“Hal itu sejalan dengan prioritas utama kami yakni memastikan warga di Maluku Utara tidak kesulitan mendapatkan LPG,” tambahnya.









Discussion about this post