Ringkasan Berita
John Refra Kei, dikenal dengan nama lengkap John Kei, adalah seorang pria kelahiran Tutrean, Pulau Kei, Maluku Utara. Ia terkenal dengan julukan “Godfather of Jakarta” karena perannya dalam berbagai kasus kriminal yang melibatkan kekerasan dan penggunaan kekuatan. Nama John Kei kembali menjadi perbincangan setelah insiden tewasnya pamannya, Nus Kei, yang terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4).
Sebelumnya, John Kei pernah nyaris membunuh Nus Kei akibat sengketa penjualan tanah. Meskipun memiliki hubungan keluarga, keduanya sering terlibat konflik. Rumah Nus Kei pernah menjadi target amukan kelompok John Kei, termasuk kerusakan kendaraannya. Penyerangan terhadap rumah Nus Kei di Klaster Australia, Jalan Boulevard Cipondoh, Tangerang Kota, terjadi pada 2020 silam.
Latar Belakang John Kei
John Kei lahir pada 10 September 1969. Ia mulai merantau ke Surabaya saat usia 18 tahun. Di Surabaya, ia menggelandang dan kemudian ditolong oleh Hamba Allah di sebuah gereja. Setelah itu, ia pindah ke Jakarta, tepatnya di kawasan Berlan, Jakarta Pusat.
Ia dikenal sebagai debt collector melalui organisasi Angkatan Muda Kei (AMKEI). Namanya makin meroket setelah kematian Basri Sangaji, pesaingnya. Meski ada dugaan keterlibatan John Kei dalam pembunuhan tersebut, ia lolos dari jeratan hukum karena tidak terbukti terlibat.
John Kei juga tersorot media setelah tertangkap dalam kasus pembunuhan Tan Harry Tantono, Direktur Sanex Stell Mandiri. Pembunuhan ini terjadi pada 26 Januari 2012, dan ia divonis 12 tahun penjara. Setelah banding, hukumannya ditambah menjadi 16 tahun dan ditahan di penjara Nusakambangan, Cilacap.
Pengalaman di Penjara
Selama tiga bulan di penjara Nusakambangan, John Kei ditempatkan di sel dengan keamanan khusus. CCTV mengintai 24 jam, dan ia dilarang berinteraksi dengan napi lainnya. Ia hanya bisa keluar dari sel selama satu jam tiap harinya. Selama masa ini, ia sempat mengaku bertaubat dan aktif dalam kegiatan keagamaan.
Pada acara Kick Andy Show, John Kei menyampaikan bahwa ia ingin hidup tenang bersama keluarganya setelah bebas. Ia pun bebas bersyarat pada Kamis (26/12/2019) dengan menjalani masa hukuman 7 tahun 10 bulan.
Masuk Partai dan Ditangkap Lagi
Sebulan setelah bebas, John Kei bergabung dengan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Rabu (15/1/2020). Ia diharapkan bisa membantu PKPI di Indonesia Timur. Namun, enam bulan setelah bebas, ia kembali ditangkap oleh Polda Metro Jaya.
Penggerebekan dilakukan di perumahan Tytyan Indah Utama, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020). Dalam penggerebekan ini, polisi menangkap 25 orang, termasuk John Kei. Mereka diamankan karena terlibat dalam kasus penembakan, kericuhan, dan pembacokan di perumahan elite Green Lake City, Tangerang.
Nyaris Membunuh Nus Kei
John Kei pernah nyaris membunuh Nus Kei akibat sengketa penjualan tanah. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, mengungkap bahwa motivasi penyerangan bermula dari ketidakpuasan pembagian uang hasil penjualan tanah. Permasalahan semakin memuncak dengan ancaman saling antara keduanya.
Pada 21 Juni 2020, terjadi dua aksi penyerangan oleh kelompok John Kei. Pertama di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya. Kedua, di kediaman Nus Kei di Green Lake City, Cluster Australia No 52, Cipondoh, Kota Tangerang, dengan kerusakan rumah dan kendaraan.
Setelah melakukan pengrusakan, kelompok John Kei kembali menyerang orang-orang di kawasan tersebut. Dalam aksi ini, satu security tertabrak dan satu pengemudi ojek online tertembak di jempol kaki sebelah kanan.
Saat ini, sebanyak 30 orang terduga pelaku termasuk John Kei telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Membunuh Sejak Usia 22 Tahun
Pada acara Kick Andy Show, John Kei mengakui bahwa sejak usia 22 tahun dirinya sudah mulai membunuh orang. Ia menegaskan tidak ada penyesalan setelah menghilangkan nyawa orang lain. Menurutnya, ia merasa lebih hebat jika berhasil membunuh orang.
Namun, John Kei menjelaskan bahwa ia tidak akan melukai orang lain jika orang tersebut tidak melukai dirinya. Saat ditanya alasan perubahan, ia menceritakan pengalamannya di penjara khusus. Di sana, ia ditempatkan dalam satu kamar dengan kamera yang mengintai sepanjang waktu. Ia dilarang berinteraksi dengan napi lain dan dibatasi untuk keluar dari sel selama satu jam saja dalam sehari.
Selama tiga bulan di penjara, John Kei awalnya memberontak. Namun, ia merenung dan ingin mati masuk surga tidak neraka. Hal ini membuatnya semakin rajin membaca Alkitab. Ia yakin bahwa Tuhan akan memberikan lebih dari yang ia butuhkan.









Discussion about this post