klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Nasional

John Kei Nyaris Bunuh Nus Kei Gara-Gara Tanah, Preman Jakarta Disebut GodFather

Redaksi by Redaksi
25 April 2026 - 20:13
Reading Time: 3 mins read
0
John Kei Nyaris Bunuh Nus Kei Gara-Gara Tanah, Preman Jakarta Disebut GodFather

Ringkasan Berita

John Refra Kei, dikenal dengan nama lengkap John Kei, adalah seorang pria kelahiran Tutrean, Pulau Kei, Maluku Utara. Ia terkenal dengan julukan “Godfather of Jakarta” karena perannya dalam berbagai kasus kriminal yang melibatkan kekerasan dan penggunaan kekuatan. Nama John Kei kembali menjadi perbincangan setelah insiden tewasnya pamannya, Nus Kei, yang terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4).

Sebelumnya, John Kei pernah nyaris membunuh Nus Kei akibat sengketa penjualan tanah. Meskipun memiliki hubungan keluarga, keduanya sering terlibat konflik. Rumah Nus Kei pernah menjadi target amukan kelompok John Kei, termasuk kerusakan kendaraannya. Penyerangan terhadap rumah Nus Kei di Klaster Australia, Jalan Boulevard Cipondoh, Tangerang Kota, terjadi pada 2020 silam.

Latar Belakang John Kei

John Kei lahir pada 10 September 1969. Ia mulai merantau ke Surabaya saat usia 18 tahun. Di Surabaya, ia menggelandang dan kemudian ditolong oleh Hamba Allah di sebuah gereja. Setelah itu, ia pindah ke Jakarta, tepatnya di kawasan Berlan, Jakarta Pusat.

Ia dikenal sebagai debt collector melalui organisasi Angkatan Muda Kei (AMKEI). Namanya makin meroket setelah kematian Basri Sangaji, pesaingnya. Meski ada dugaan keterlibatan John Kei dalam pembunuhan tersebut, ia lolos dari jeratan hukum karena tidak terbukti terlibat.

John Kei juga tersorot media setelah tertangkap dalam kasus pembunuhan Tan Harry Tantono, Direktur Sanex Stell Mandiri. Pembunuhan ini terjadi pada 26 Januari 2012, dan ia divonis 12 tahun penjara. Setelah banding, hukumannya ditambah menjadi 16 tahun dan ditahan di penjara Nusakambangan, Cilacap.

Pengalaman di Penjara

Selama tiga bulan di penjara Nusakambangan, John Kei ditempatkan di sel dengan keamanan khusus. CCTV mengintai 24 jam, dan ia dilarang berinteraksi dengan napi lainnya. Ia hanya bisa keluar dari sel selama satu jam tiap harinya. Selama masa ini, ia sempat mengaku bertaubat dan aktif dalam kegiatan keagamaan.

Pada acara Kick Andy Show, John Kei menyampaikan bahwa ia ingin hidup tenang bersama keluarganya setelah bebas. Ia pun bebas bersyarat pada Kamis (26/12/2019) dengan menjalani masa hukuman 7 tahun 10 bulan.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Masuk Partai dan Ditangkap Lagi

Sebulan setelah bebas, John Kei bergabung dengan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Rabu (15/1/2020). Ia diharapkan bisa membantu PKPI di Indonesia Timur. Namun, enam bulan setelah bebas, ia kembali ditangkap oleh Polda Metro Jaya.

Penggerebekan dilakukan di perumahan Tytyan Indah Utama, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020). Dalam penggerebekan ini, polisi menangkap 25 orang, termasuk John Kei. Mereka diamankan karena terlibat dalam kasus penembakan, kericuhan, dan pembacokan di perumahan elite Green Lake City, Tangerang.

Nyaris Membunuh Nus Kei

John Kei pernah nyaris membunuh Nus Kei akibat sengketa penjualan tanah. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, mengungkap bahwa motivasi penyerangan bermula dari ketidakpuasan pembagian uang hasil penjualan tanah. Permasalahan semakin memuncak dengan ancaman saling antara keduanya.

Pada 21 Juni 2020, terjadi dua aksi penyerangan oleh kelompok John Kei. Pertama di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya. Kedua, di kediaman Nus Kei di Green Lake City, Cluster Australia No 52, Cipondoh, Kota Tangerang, dengan kerusakan rumah dan kendaraan.

Setelah melakukan pengrusakan, kelompok John Kei kembali menyerang orang-orang di kawasan tersebut. Dalam aksi ini, satu security tertabrak dan satu pengemudi ojek online tertembak di jempol kaki sebelah kanan.

Saat ini, sebanyak 30 orang terduga pelaku termasuk John Kei telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Membunuh Sejak Usia 22 Tahun

Pada acara Kick Andy Show, John Kei mengakui bahwa sejak usia 22 tahun dirinya sudah mulai membunuh orang. Ia menegaskan tidak ada penyesalan setelah menghilangkan nyawa orang lain. Menurutnya, ia merasa lebih hebat jika berhasil membunuh orang.

Namun, John Kei menjelaskan bahwa ia tidak akan melukai orang lain jika orang tersebut tidak melukai dirinya. Saat ditanya alasan perubahan, ia menceritakan pengalamannya di penjara khusus. Di sana, ia ditempatkan dalam satu kamar dengan kamera yang mengintai sepanjang waktu. Ia dilarang berinteraksi dengan napi lain dan dibatasi untuk keluar dari sel selama satu jam saja dalam sehari.

Selama tiga bulan di penjara, John Kei awalnya memberontak. Namun, ia merenung dan ingin mati masuk surga tidak neraka. Hal ini membuatnya semakin rajin membaca Alkitab. Ia yakin bahwa Tuhan akan memberikan lebih dari yang ia butuhkan.




ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung
Nasional

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung

3 Agustus 2026 - 15:33
Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
Nasional

Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata

2 Juni 2026 - 23:59
Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata
Nasional

Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata

2 Juni 2026 - 22:21
Alasan Kampus Tolak Dapur MBG
Nasional

Alasan Kampus Tolak Dapur MBG

2 Juni 2026 - 22:08
SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri
Nasional

SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri

2 Juni 2026 - 21:28
Nasional

ASN Riau Tertipu Batu Delima: Jual Mobil Demi Jodoh Palsu

2 Juni 2026 - 17:12
Next Post
8 Meme Kartun Lucu tentang Suhu, Malah Dibandingkan

8 Meme Kartun Lucu tentang Suhu, Malah Dibandingkan

Kasus Pemalsuan Dokumen Tanah di Sigi, ASN dan Warga Jadi Tersangka

Kasus Pemalsuan Dokumen Tanah di Sigi, ASN dan Warga Jadi Tersangka

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com