Peristiwa Kekerasan di Bandara Karel Sadsuitubun
Pada hari Minggu (19/4/2026), terjadi peristiwa kekerasan yang menimpa Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Korban tewas setelah ditikam oleh orang tak dikenal di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur.
Korban Diserang Setelah Tiba dari Jakarta
Nus Kei sebelumnya terbang dari Jakarta menggunakan pesawat Lion Air JT880 dari Bandara Pattimura Ambon. Setibanya di Bandara Karel Sadsuitubun sekitar pukul 10.45 WIT, korban berjalan menuju pintu keluar bandara untuk menemui keluarga. Namun, saat berada di area pintu keluar, korban tiba-tiba diserang orang tak dikenal menggunakan senjata tajam.
“Kejadiannya itu terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi.
Pelaku Beraksi dengan Jaket Merah dan Masker
Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, pelaku mendekati korban dengan mengenakan jaket merah dan masker sebelum langsung melakukan penikaman. “Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora,” ujarnya.
Korban mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher kiri, serta tulang belakang. Kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berusaha menghentikan pelaku dengan menjatuhkannya, namun pelaku berhasil melarikan diri.
Korban Dilarikan ke Dalam Bandara
Korban sempat berlari ke dalam area bandara sebelum akhirnya terjatuh di dekat pintu keluar. Petugas bandara sempat memberikan pertolongan sebelum korban dibawa ke rumah sakit. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat.
“Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro,” kata Dave Laksono dikutip dari kompas.com.
Dua Pelaku Ditangkap Polisi
Polda Maluku bergerak cepat dan mengamankan dua terduga pelaku, yakni HR (28) dan FU (36). Polisi masih mendalami motif penyerangan tersebut. “Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri,” ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Motif penyerangan masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dan saksi-saksi untuk mengungkap lebih lanjut tentang kejadian ini. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan sendiri dan menunggu proses hukum yang berjalan secara profesional.









Discussion about this post