Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan: Harapan Baru bagi Masyarakat Pesisir
Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, menjadi berkah bagi para nelayan setempat. Fasilitas yang tersedia di kawasan pesisir ini dinilai memberikan harapan baru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fasilitas Terpadu untuk Nelayan
Salah satu nelayan Leato Selatan, Heri Yunimahmud, mengaku sangat bersyukur atas realisasi program pemerintah pusat tersebut. Ia telah melaut selama kurang lebih 35 tahun dan menyebut keberadaan KNMP membawa perubahan besar bagi masyarakat pesisir. Menurutnya, tidak semua desa maupun kelurahan mendapatkan fasilitas selengkap yang ada di Leato Selatan.
Sebelum adanya KNMP, para nelayan sering kesulitan menentukan tempat penjualan ikan serta mengakses layanan penunjang lainnya. “Sebelumnya sebelum ada fasilitas ini, penjualan ikan, fasilitas lain, kami tidak tahu arahnya ke mana,” ujarnya.
Heri menjelaskan bahwa selama ini jika nelayan harus menjual hasil laut ke pusat kota, mereka terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi. Dengan adanya KNMP yang dilengkapi berbagai fasilitas terpadu, ia optimistis taraf hidup nelayan akan semakin berkembang.
Keberadaan Presiden Prabowo Subianto
Selain kehadiran infrastruktur, Heri juga mengaku bangga dapat melihat langsung Presiden RI Prabowo Subianto yang meninjau kawasan tersebut. “Aduh bangga sekali saya pak,” ucapnya. Ia mengaku terkesan saat melihat langsung sosok Presiden yang selama ini hanya ia saksikan melalui layar televisi.
“Oh tidak sama, kalau ini agak putih, berkarisma,” tambah Heri sambil tersenyum. Senada dengan Heri, nelayan lainnya, Tahir Kaaba, turut mengapresiasi keberadaan program tersebut. Pria yang telah lebih dari 20 tahun menjadi nelayan ini menilai KNMP sangat membantu memenuhi kebutuhan dasar sebelum melaut.
Tahir menjelaskan bahwa pasokan bahan bakar (minyak), es balok, hingga alat pancing merupakan kebutuhan krusial bagi nelayan. “Torang (kami) ini punya kebutuhan minyak, kemudian es, dan alat pancing,” kata Tahir. Menurutnya, dengan hadirnya KNMP, akses terhadap kebutuhan-kebutuhan tersebut kini jauh lebih mudah dijangkau oleh masyarakat nelayan di Leato Selatan.
Janji Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih Leato, Sabtu (9/5/2026). Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo berbicara langsung di hadapan puluhan nelayan yang mengenakan kaos putih di kawasan KNMP Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Di sisi Presiden, Gubernur Gusnar Ismail dan Wali Kota Adhan Dambea tampak berdiri mendampingi sambil mendengarkan pembicaraan Presiden dengan serius. Wali Kota Adhan Dambea terlihat mengenakan kemeja krem yang serasi dengan warna pakaian Presiden Prabowo. Bedanya, Adhan memakai kopiah hitam, sementara Presiden Prabowo menggunakan topi berwarna biru tua.
Sementara itu, Gubernur Gusnar Ismail tampil mengenakan pakaian dinas harian (PDH) putih dipadukan dengan topi komando. Kunjungan Presiden ke KNMP Leato sendiri merupakan bagian dari agenda peresmian kawasan pengembangan nelayan terpadu di Gorontalo.
Program Pembangunan Kapal Nelayan
Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan membangun sebanyak 1.582 kapal ikan untuk membantu para nelayan di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Prabowo mengatakan bantuan kapal tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan. Nanti kita bantu, kita bagi kapal-kapal itu,” kata Prabowo. Menurutnya, kapal-kapal tersebut nantinya akan dikelola melalui sistem koperasi nelayan. Pemerintah, kata dia, akan mengatur pola pembagian berdasarkan kelompok nelayan di masing-masing daerah.
“Nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi. Nanti akan diatur apakah 30 nelayan satu koperasi,” ujarnya. Prabowo menjelaskan kapal yang akan dibangun terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari kapal kecil hingga kapal berukuran besar.
Ia menegaskan pemerintah ingin nelayan lokal menjadi pihak utama yang memanfaatkan potensi laut Indonesia. “Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita. Kita ingin rakyat kita yang mengambil,” tegasnya.
Perluasan Pembangunan Kampung Nelayan
Selain bantuan kapal, pemerintah juga disebut tengah memperluas pembangunan kampung nelayan di berbagai daerah. Prabowo menyebut tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan dan peresmian 386 kampung nelayan di Indonesia. Sementara pada tahun berikutnya, jumlah pembangunan kampung nelayan ditargetkan mencapai 1.000 lokasi setiap tahun.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pentingnya sektor kelautan dan perikanan bagi masa depan ekonomi Indonesia. Ia menyebut pemerintah saat ini tengah mendorong konsep blue economy atau ekonomi biru sebagai salah satu fokus pembangunan nasional.
“Para nelayan punya peran sangat penting karena menghasilkan protein dan ikan untuk masyarakat,” katanya. Kunjungan Prabowo ke Gorontalo sendiri dilakukan untuk meresmikan KNMP Leato Selatan yang dipersiapkan sebagai kawasan pengembangan sektor perikanan terpadu di Provinsi Gorontalo.








Discussion about this post