Kelakuan Janggal S, Menantu yang Membunuh Mertuanya
Kelakuan janggal S (40), menantu yang tega membunuh mertuanya, Siti Arofah (54) di Mojokerto, mulai terungkap melalui pengakuan kerabat dan tetangganya. Diketahui, sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat mengancam akan membunuh istrinya sendiri.
Pelaku juga tampak tenang setelah membunuh mertuanya dan menyebabkan istrinya dalam kondisi kritis. Kejadian ini memicu rasa kekagetan dan kekecewaan dari warga sekitar.
Perilaku Pelaku Sebelum Tragedi
S, yang sehari-hari berjualan mainan anak-anak dan balon menggunakan kostum badut, pernah mengancam akan membunuh istrinya. Hal ini diungkap oleh keponakan korban, Arifin (58), saat ditemui setelah kejadian.
Menurut Arifin, S dan istrinya Sri Wahyuni tinggal di rumah mertua sebelum memutuskan untuk mengontrak di sebelah rumah mertuanya setelah terlibat pertengkaran. Keduanya menikah dengan status janda dan duda serta membawa anak dari pasangan sebelumnya.
Sri Wahyuni bekerja di sebuah tempat sablon sepatu daerah Brangkal, Mojokerto. Selama ini, hubungan antara S dan mertuanya tidak harmonis, sehingga membuat pelaku memilih tinggal di kontrakan.
Gelagat Saat Kejadian
Tetangga korban, Nur Aida (32), mengungkap bahwa sebelum kejadian, ia melihat korban Siti Arofah berjalan menuju rumah kontrakan yang dihuni menantunya. Jarak rumah korban dengan rumah kontrakan cukup dekat, sekitar 80-100 meter.
Korban memanggil anaknya, Sri Wahyuni (35), untuk memberitahu ada kurir paket COD di rumahnya. Namun, rumah dalam kondisi terkunci dan tidak menjawab. Korban kemudian masuk melalui pintu belakang lewat samping rumah Aida.
Aida menjelaskan bahwa dirinya melanjutkan aktivitas di dalam rumah dan mandi usai korban masuk ke rumah kontrakan. Namun, tidak lama berselang, warga berkerumun di depan rumah kontrakan tersebut.
Pelaku diduga membekap korban dan melakukan perbuatan sadis menggunakan pisau dapur hingga korban meninggal dunia di TKP. Di rumah kontrakan ini, istri pelaku juga mengalami penganiayaan dan ditemukan berlumuran darah di kamar belakang dalam kondisi sadar.
Penangkapan Pelaku
M Suroto, Ketua RT setempat, mengaku sempat bertemu dengan pelaku sesaat setelah tragedi berdarah itu terjadi. Ia melihat langsung pelaku ketika keluar dari rumah usai melakukan perbuatannya.
Suroto menghampiri S karena curiga melihat darah di tangan pelaku. Pelaku mengatakan bahwa darah tersebut berasal dari pecahan kaca. Setelah itu, S langsung pergi.
Suroto semakin curiga dengan gelagat tetangganya dan akhirnya menuju rumah kontrakan pelaku yang dalam kondisi terkunci dari dalam. Saat mengintip dari atas sela pintu, ia melihat korban Siti dalam kondisi meninggal dunia berlumuran darah di ruangan tamu.
Setelah mendapati hal itu, Suroto segera melapor ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa desa, yang diteruskan ke Satreskrim Polres Mojokerto.
Pelaku Ditangkap di Surabaya
Tak sampai 24 jam, pelaku S (40) diringkus ketika berupaya melarikan diri di daerah Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya. Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, membenarkan bahwa petugas gabungan Resmob dan Jatanras telah mengamankan pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Akibat perbuatan pelaku, mertuanya bernama Siti Arofah (54) meninggal dunia akibat luka benda tajam di leher serta Sri Wahyuni (35), istrinya, mengalami luka sayatan di leher.
“Alhamdulillah, kurang dari enam jam pelaku berhasil ditangkap di wilayah Asemrowo, Surabaya. Peristiwa sekitar 8.30 WIB dan penangkapan pelaku sekitar pukul 14.00 WIB,” ujar AKP Aldhino dalam konferensi pers di Polres Mojokerto, Rabu (6/5) sore.
Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku S di ruangan Sat Reskrim Polres Mojokerto. Motif dan modus pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia masih terus diselidiki.
AKP Aldhino menyebut bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari forensik RS Bhayangkara Pusdik Porong Sidoarjo guna memastikan penyebab kematian korban. Pelaku diduga menggunakan pisau untuk melukai korban hingga mengenai organ vital yang menyebabkan sang mertua meninggal.
Kondisi terkini istri pelaku yang juga menjadi korban penganiayaan masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Luka di leher akibat benda tajam masih menjadi fokus penyelidikan.








Discussion about this post