klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Nasional

Kelakuan aneh menantu di Mojokerto terungkap, pilih kontrak hingga ancam istri

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026 - 14:55
Reading Time: 3 mins read
0
Kelakuan aneh menantu di Mojokerto terungkap, pilih kontrak hingga ancam istri

Kelakuan Janggal S, Menantu yang Membunuh Mertuanya

Kelakuan janggal S (40), menantu yang tega membunuh mertuanya, Siti Arofah (54) di Mojokerto, mulai terungkap melalui pengakuan kerabat dan tetangganya. Diketahui, sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat mengancam akan membunuh istrinya sendiri.

Pelaku juga tampak tenang setelah membunuh mertuanya dan menyebabkan istrinya dalam kondisi kritis. Kejadian ini memicu rasa kekagetan dan kekecewaan dari warga sekitar.

Perilaku Pelaku Sebelum Tragedi

S, yang sehari-hari berjualan mainan anak-anak dan balon menggunakan kostum badut, pernah mengancam akan membunuh istrinya. Hal ini diungkap oleh keponakan korban, Arifin (58), saat ditemui setelah kejadian.

Menurut Arifin, S dan istrinya Sri Wahyuni tinggal di rumah mertua sebelum memutuskan untuk mengontrak di sebelah rumah mertuanya setelah terlibat pertengkaran. Keduanya menikah dengan status janda dan duda serta membawa anak dari pasangan sebelumnya.

Sri Wahyuni bekerja di sebuah tempat sablon sepatu daerah Brangkal, Mojokerto. Selama ini, hubungan antara S dan mertuanya tidak harmonis, sehingga membuat pelaku memilih tinggal di kontrakan.

Gelagat Saat Kejadian

Tetangga korban, Nur Aida (32), mengungkap bahwa sebelum kejadian, ia melihat korban Siti Arofah berjalan menuju rumah kontrakan yang dihuni menantunya. Jarak rumah korban dengan rumah kontrakan cukup dekat, sekitar 80-100 meter.

Korban memanggil anaknya, Sri Wahyuni (35), untuk memberitahu ada kurir paket COD di rumahnya. Namun, rumah dalam kondisi terkunci dan tidak menjawab. Korban kemudian masuk melalui pintu belakang lewat samping rumah Aida.

Aida menjelaskan bahwa dirinya melanjutkan aktivitas di dalam rumah dan mandi usai korban masuk ke rumah kontrakan. Namun, tidak lama berselang, warga berkerumun di depan rumah kontrakan tersebut.

Pelaku diduga membekap korban dan melakukan perbuatan sadis menggunakan pisau dapur hingga korban meninggal dunia di TKP. Di rumah kontrakan ini, istri pelaku juga mengalami penganiayaan dan ditemukan berlumuran darah di kamar belakang dalam kondisi sadar.

Penangkapan Pelaku

M Suroto, Ketua RT setempat, mengaku sempat bertemu dengan pelaku sesaat setelah tragedi berdarah itu terjadi. Ia melihat langsung pelaku ketika keluar dari rumah usai melakukan perbuatannya.

Suroto menghampiri S karena curiga melihat darah di tangan pelaku. Pelaku mengatakan bahwa darah tersebut berasal dari pecahan kaca. Setelah itu, S langsung pergi.

Suroto semakin curiga dengan gelagat tetangganya dan akhirnya menuju rumah kontrakan pelaku yang dalam kondisi terkunci dari dalam. Saat mengintip dari atas sela pintu, ia melihat korban Siti dalam kondisi meninggal dunia berlumuran darah di ruangan tamu.

Setelah mendapati hal itu, Suroto segera melapor ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa desa, yang diteruskan ke Satreskrim Polres Mojokerto.

Pelaku Ditangkap di Surabaya

Tak sampai 24 jam, pelaku S (40) diringkus ketika berupaya melarikan diri di daerah Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya. Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, membenarkan bahwa petugas gabungan Resmob dan Jatanras telah mengamankan pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Akibat perbuatan pelaku, mertuanya bernama Siti Arofah (54) meninggal dunia akibat luka benda tajam di leher serta Sri Wahyuni (35), istrinya, mengalami luka sayatan di leher.

“Alhamdulillah, kurang dari enam jam pelaku berhasil ditangkap di wilayah Asemrowo, Surabaya. Peristiwa sekitar 8.30 WIB dan penangkapan pelaku sekitar pukul 14.00 WIB,” ujar AKP Aldhino dalam konferensi pers di Polres Mojokerto, Rabu (6/5) sore.

Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku S di ruangan Sat Reskrim Polres Mojokerto. Motif dan modus pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia masih terus diselidiki.

AKP Aldhino menyebut bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari forensik RS Bhayangkara Pusdik Porong Sidoarjo guna memastikan penyebab kematian korban. Pelaku diduga menggunakan pisau untuk melukai korban hingga mengenai organ vital yang menyebabkan sang mertua meninggal.

Kondisi terkini istri pelaku yang juga menjadi korban penganiayaan masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Luka di leher akibat benda tajam masih menjadi fokus penyelidikan.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung
Nasional

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung

3 Agustus 2026 - 15:33
Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
Nasional

Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata

2 Juni 2026 - 23:59
Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata
Nasional

Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata

2 Juni 2026 - 22:21
Alasan Kampus Tolak Dapur MBG
Nasional

Alasan Kampus Tolak Dapur MBG

2 Juni 2026 - 22:08
SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri
Nasional

SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri

2 Juni 2026 - 21:28
Nasional

ASN Riau Tertipu Batu Delima: Jual Mobil Demi Jodoh Palsu

2 Juni 2026 - 17:12
Next Post

Naskah Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Kunci Hidup Tenang adalah Sabar dan Husnuzan pada Takdir

Revitalisasi Rp 3,2 Miliar Tak Diminati, Pedagang Pasar Kebalen Malang Pilih Jualan di Pinggir Jalan

Revitalisasi Rp 3,2 Miliar Tak Diminati, Pedagang Pasar Kebalen Malang Pilih Jualan di Pinggir Jalan

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com