RSUD Wangaya Bersiap Transformasi: Pengembangan Infrastruktur dan Layanan Unggulan untuk Masa Depan
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, Denpasar, tengah mempersiapkan diri untuk sebuah transformasi besar yang mencakup pengembangan infrastruktur signifikan dan peningkatan kualitas layanan. Rencana ambisius ini akan diluncurkan dalam rentang waktu tahun 2026 hingga 2027, menjawab kebutuhan pasien yang terus meningkat dan seiring dengan usia bangunan utama rumah sakit yang sudah mencapai satu abad lebih.
Pembangunan Fasilitas Baru untuk Mengatasi Lonjakan Pasien
Salah satu fokus utama pengembangan adalah pembangunan fasilitas poliklinik terpusat atau Policentral. Gedung lima lantai ini dirancang untuk menampung lonjakan kunjungan pasien yang saat ini mencapai angka mengkhawatirkan, yakni antara 400 hingga hampir 500 pasien setiap harinya.
Direktur RSUD Wangaya, A.A. Made Widiasa, menjelaskan bahwa gedung poliklinik yang ada saat ini telah berusia sekitar 105 tahun. “Perlu dilakukan pengembangan berdasarkan hasil survei kebutuhan layanan masyarakat,” ujarnya, menegaskan urgensi peremajaan fasilitas.
Untuk mewujudkan proyek besar ini, Pemerintah Kota Denpasar telah menunjukkan komitmen kuat dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
Selain dana APBD, RSUD Wangaya juga merencanakan pembangunan Gedung II melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Proses pembiayaan untuk skema ini masih dalam tahap finalisasi, namun ditargetkan realisasinya dapat dimulai pada tahun 2027.
Fasilitas baru yang akan dibangun, termasuk Gedung II, akan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung. Di antaranya adalah penambahan ruang rawat inap untuk meningkatkan kapasitas penampungan pasien, serta area parkir basement yang dirancang untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan parkir yang kerap menjadi kendala di rumah sakit.
Pengembangan Layanan Spesialis dan Kolaborasi Strategis
RSUD Wangaya tidak hanya berfokus pada peningkatan infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan layanan medis yang lebih komprehensif. Rumah sakit ini berencana untuk memperluas layanan hemodialisis (cuci darah) dan menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Kerja sama dengan Universitas Mahasaraswati mencakup pembangunan gedung khusus di kawasan rumah sakit, di mana pembiayaan pembangunan gedung tersebut akan sepenuhnya ditanggung oleh pihak kampus.
Dari sisi layanan kegawatdaruratan, kapasitas Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) terus ditingkatkan. Rencananya, akan ada penambahan hingga 30 tempat tidur untuk UGD, guna memastikan penanganan pasien dalam kondisi kritis dapat berjalan lebih optimal.
Peningkatan kunjungan pasien RSUD Wangaya merupakan fenomena yang terus berlanjut, dengan angka kenaikan sekitar 6 persen setiap tahunnya. Pasien tidak hanya berasal dari Kota Denpasar, tetapi juga dari berbagai penjuru Bali, menunjukkan peran vital rumah sakit ini sebagai fasilitas kesehatan rujukan.
Berkat capaian pelayanan yang konsisten, RSUD Wangaya kini menempati posisi yang membanggakan, yakni peringkat ketiga di antara rumah sakit rujukan di Bali. Peringkat ini menempatkannya di bawah RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah dan Surya Husadha Hospital.
Inovasi Sarana Penunjang dan Solusi Parkir Jangka Panjang
Selain fokus pada layanan medis utama, manajemen RSUD Wangaya juga giat mengembangkan sarana penunjang yang krusial. Rencananya, akan ada pengembangan layanan Stroke Center yang lebih komprehensif, penambahan fasilitas kamar jenazah dengan target 50 unit freezer, serta pembangunan lima unit rumah duka.
Untuk mengantisipasi kebutuhan parkir dalam jangka panjang, RSUD Wangaya tidak hanya mengandalkan solusi basement di Gedung II. Rumah sakit ini juga tengah menjajaki kemungkinan kerja sama pemanfaatan lahan seluas sekitar 50 are yang dimiliki oleh pura. Lahan tersebut direncanakan akan dikontrak untuk memenuhi kebutuhan parkir.
Kinerja Finansial dan Kebutuhan Alat Kesehatan
Secara finansial, RSUD Wangaya menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, pendapatan rumah sakit tercatat sebesar Rp120 miliar, dan untuk tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp129 miliar.
Meskipun demikian, kebutuhan akan alat kesehatan masih menjadi perhatian. Tercatat sebanyak 161 jenis alat kesehatan yang dibutuhkan. Hingga saat ini, rumah sakit telah berhasil memperoleh sekitar 100 unit alat melalui program hibah, menyisakan 61 jenis alat yang masih perlu dipenuhi.
Direktur Widiasa juga mengonfirmasi bahwa kebutuhan akan dokter spesialis sesuai dengan standar pelayanan telah terpenuhi. Lebih lanjut, RSUD Wangaya terus berupaya mengembangkan layanan unggulan yang sudah ada, seperti layanan kanker, jantung, saraf, Stroke Center, layanan uronefrologi, hingga pengoperasian Cathlab yang saat ini masih dalam proses perizinan. Upaya-upaya ini menunjukkan komitmen RSUD Wangaya untuk terus bertumbuh dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Bali.









Discussion about this post