Kondisi Gerah dan Pingsan Saat Seleksi Paskibraka di Kota Jambi
Pada Senin pagi (13/4/2026), cuaca di Kota Jambi terasa cukup gerah meskipun matahari tidak terlalu terik. Kondisi ini menyelimuti ratusan siswa SMA yang mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Jambi tahun 2026.
Seleksi berlangsung di lapangan tenis Kantor Dinas Pendidikan Kota Jambi. Wali Kota Jambi, Maulana, beserta jajaran hadir dalam kegiatan tersebut. Suara “gubrak” terdengar keras saat pembawa acara mempersilakan Wali Kota menyampaikan arahan kepada para calon Paskibraka.
Sesaat kemudian, perhatian peserta dan panitia tertuju kepada Sarah Aulia, seorang siswi berkerudung putih yang berada di barisan paling depan. Ia tiba-tiba terbaring di lapangan dan jatuh pingsan. Petugas kesehatan segera memberikan pertolongan dan membawanya ke pos medis.
Sarah tidak pingsan lama. Sekitar lima menit kemudian, ia mulai sadar. Namun, wajahnya masih terlihat pucat dengan keringat yang mengucur. Menurutnya, kondisi fisiknya menurun karena sedang mengalami hari pertama menstruasi.
“Sarapan sudah, mungkin karena datang bulan,” ujarnya saat ditanya petugas. Ia juga mengungkapkan bahwa pandangannya tiba-tiba kabur saat mengikuti upacara pembukaan sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
Sarah bukan satu-satunya peserta yang mengalami pingsan. Sebelumnya, ada peserta lain yang juga tumbang lebih dulu. Dokter Dewi, petugas kesehatan yang bertugas saat itu, mengatakan total terdapat 12 calon Paskibraka yang pingsan selama kegiatan berlangsung.
“Dari jumlah tersebut, lima di antaranya laki-laki,” ujarnya. Ia menjelaskan, faktor utama banyaknya peserta yang pingsan adalah belum sarapan sebelum mengikuti seleksi. Selain itu, sebagian besar peserta perempuan yang pingsan diketahui sedang mengalami menstruasi.
“Untuk yang perempuan, banyak yang sedang datang bulan,” tambahnya.
Data Peserta dan Persiapan Seleksi
Diketahui, jumlah peserta seleksi Paskibraka Kota Jambi tahun ini mencapai 361 orang. Seluruh peserta minimal berusia 16 tahun pada saat pelaksanaan tugas pengibaran bendera pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Sejumlah faktor telah menyebabkan kejadian pingsan selama proses seleksi. Selain kurangnya persiapan fisik, seperti tidak sarapan dan kondisi menstruasi pada peserta perempuan, faktor lingkungan seperti cuaca yang gerah juga turut memengaruhi kondisi para peserta.
Upaya Penyelamatan dan Perhatian Medis
Petugas kesehatan yang hadir di lokasi seleksi berusaha sebaik mungkin untuk menangani setiap kejadian pingsan. Mereka memberikan pertolongan pertama secara cepat dan membawa para peserta ke pos medis. Proses penanganan ini dilakukan agar kondisi kesehatan peserta dapat segera pulih dan tidak terjadi hal-hal yang lebih serius.
Selain itu, panitia seleksi juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fisik para peserta. Mereka memastikan bahwa semua peserta memiliki persiapan yang cukup sebelum mengikuti seleksi, termasuk dalam hal makanan dan istirahat.
Rekomendasi untuk Peserta Berikutnya
Berdasarkan kejadian yang terjadi, beberapa rekomendasi disampaikan oleh para petugas kesehatan dan panitia seleksi. Pertama, peserta diharapkan lebih memperhatikan kondisi kesehatan mereka sebelum mengikuti seleksi. Ini termasuk memastikan bahwa mereka sudah makan sebelum beraktivitas dan menghindari kelelahan berlebihan.
Kedua, para peserta perempuan disarankan untuk lebih waspada terhadap kondisi menstruasi mereka. Jika memungkinkan, mereka bisa memilih waktu yang lebih tepat atau mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak mengganggu aktivitas seleksi.
Terakhir, panitia seleksi akan memperkuat koordinasi dengan petugas kesehatan untuk memastikan bahwa setiap kejadian darurat dapat ditangani dengan cepat dan efektif.










Discussion about this post