Tumpukan Sampah Menggunung di Sentani Akibat Kelumpuhan Operasional DLH
Sentani, Papua – Warga Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, kini dihadapkan pada pemandangan yang tidak sedap akibat penumpukan sampah yang menggunung di sejumlah titik strategis. Kondisi ini terjadi akibat lumpuhnya operasional armada pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selama kurang lebih sepekan terakhir. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan lingkungan yang lebih luas jika tidak segera diatasi.
Di Jalan Kehiran, Distrik Sentani, misalnya, sampah sepanjang 30 meter terlihat menggunung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Hinekombe. Pantauan di lokasi pada Senin (30/3/2026) menunjukkan bahwa warga masih terus membuang sampah di area tersebut, menambah volume tumpukan yang sudah ada. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi lain, seperti Jalan Hawai, area belakang Bandara Sentani, dan belakang Stadion Barnabas Youwe.
Kendala Teknis Menjadi Biang Kerok
Menanggapi situasi yang memprihatinkan ini, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menyatakan bahwa penumpukan sampah disebabkan oleh kendala teknis yang dialami oleh DLH. Berdasarkan koordinasi yang telah dilakukannya dengan pihak dinas, operasional pengangkutan sampah memang terhenti selama seminggu.
“Saya sudah telepon kepala dinas kenapa sampah terlalu banyak. Ada dua hal, yakni bahan bakar dan armada yang rusak membuat tidak bisa memuat. Jadi, dalam satu minggu ini setop,” ungkap Yunus Wonda saat ditemui di sela kegiatan menanam bibit sagu di Kampung Ifale.
Kepala DLH Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, membenarkan adanya kendala tersebut. Ia menjelaskan bahwa armada pengangkut sampah biasanya mengisi bahan bakar jenis solar di SPBU Hawai. Namun, ia mengklaim bahwa kelangkaan stok solar di SPBU tersebut menjadi salah satu pemicu utama terhentinya operasional rutin.
Selain masalah bahan bakar, Salmon Telenggen juga mengungkapkan bahwa kerusakan pada dua unit armada pengangkut sampah serta alat berat jenis ekskavator di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Waibron semakin memperburuk pelayanan persampahan di wilayah Sentani. Kondisi ini membuat petugas DLH kesulitan untuk melakukan pengangkutan dan pengelolaan sampah secara optimal.
Tantangan Tambahan dalam Pengelolaan Sampah
Kondisi sampah yang menumpuk di bahu jalan tidak hanya menciptakan pemandangan yang kumuh, tetapi juga menimbulkan kesulitan bagi petugas dalam menempatkan bak sampah. Hal ini dikarenakan warga seringkali sudah lebih dulu membuang sampah di lokasi tersebut sebelum bak sampah tersedia.
“Apalagi sebagian warga juga tidak bersedia menaruh bak sampah di sekitar pemukiman,” aku Salmon Telenggen, menyoroti kurangnya kesadaran sebagian masyarakat dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Permasalahan ini diperparah dengan sikap pengembang perumahan yang dinilai enggan menyiapkan lokasi khusus untuk penempatan bak sampah sementara. Padahal, menurut aturan yang berlaku, seharusnya 40 persen dari wilayah pemukiman di perkotaan wajib menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang salah satunya dapat dimanfaatkan untuk fasilitas pengelolaan sampah.
“Jadi memang kita kerja keras lagi untuk menata sampah,” tegas Salmon, menggambarkan betapa besar upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah persampahan di Kabupaten Jayapura.
Meskipun demikian, Salmon Telenggen memberikan jaminan bahwa petugas DLH akan kembali beroperasi untuk mengangkut sampah sebelum perayaan Paskah. “Ini juga tergantung stok SPBU yang tersedia. SPBU juga tidak tersedia pas lebaran. Bupati sudah telepon dan kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak gereja supaya sebelum Paskah sampah sudah diangkat,” tuturnya, seraya berharap ketersediaan bahan bakar di SPBU dapat segera terpenuhi.
Bantahan dari Pihak SPBU Hawai
Menanggapi klaim kelangkaan solar di SPBU Hawai, Manager SPBU Hawai, Richardo, memberikan bantahan tegas. Melalui sambungan telepon, Richardo menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, Pertamax, Dexlite, hingga Pertalite selalu tersedia setiap hari, bahkan sejak Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Richardo menjelaskan bahwa pada momen Hari Raya Natal dan Idul Fitri lalu, pihaknya tetap berupaya memastikan ketersediaan stok BBM meskipun terkadang terjadi antrean dalam pengisian solar. “Solar ada terus kok setiap hari. Antrian truk memang banyak karena hanya kita di Kabupaten Jayapura yang menjual solar. Setiap hari ada antrian,” ujarnya.
Menurut Richardo, rata-rata penjualan BBM di SPBU Hawai mencapai 16 ton per hari. Pasokan dari Pertamina berjalan normal tanpa adanya lonjakan pembelian yang berarti selama momen hari raya. “Kalau beli di Pertamina 10 ton ya 10 ton. Kita habiskan lagi lalu buka lagi besoknya. Justru sepi di momen hari raya, tidak ada lonjakan pengisian BBM,” pungkasnya, menyiratkan bahwa isu kelangkaan bahan bakar yang menjadi alasan DLH tidak beroperasi kemungkinan besar tidak akurat.
Situasi ini menyoroti perlunya koordinasi yang lebih baik antara instansi pemerintah dan penyedia layanan publik, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Penanganan masalah sampah yang komprehensif, meliputi ketersediaan armada, pasokan bahan bakar, partisipasi masyarakat, dan infrastruktur yang memadai, menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman di Kabupaten Jayapura.










Discussion about this post