Penghentian Pembayaran Tunjangan Khusus bagi Nakes di RSUD SIM Nagan Raya
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya akan menghentikan pembayaran tunjangan khusus (TC) bagi tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya mulai tahun 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindak lanjut dari rekomendasi yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh.
Plt Sekda Nagan Raya, Ir H Hizbulwatan, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut dilakukan karena BPK menilai pembayaran TC dan tunjangan jasa medis tergolong ganda atau double. Oleh karena itu, Pemkab Nagan Raya memilih untuk hanya membayarkan tunjangan jasa medis saja kepada nakes RSUD SIM.
“Mulai tahun 2026, tidak ada lagi TC yang dibayarkan bagi nakes di RSUD SIM,” ujar Plt Sekda dalam pertemuan silaturahmi manajemen RSUD SIM dengan insan pers, Selasa (30/6/2026). Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kadis Kominfo, Arafik Karim, SsosI, MPA, Kepala TU RSUD SIM, dr Caca, Kepala Inspektorat, Jasman, SE, serta sejumlah Kabid dan Kasi lingkup RSUD SIM.
Menurut Hizbulwatan, selama ini RSUD SIM memiliki dua jenis pembayaran tunjangan, yaitu tunjangan jasa medis dan TC. Namun, BPK merekomendasikan agar hanya satu jenis tunjangan yang diberikan agar tidak menjadi temuan di masa depan.
“Kami memilih tunjangan jasa medis sebagai pilihan utama. Dalam waktu dekat, tunjangan ini akan disalurkan setelah aturan rampung,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku bagi rumah sakit pemerintah lainnya di Aceh.
Pembenahan di RSUD SIM
Selain penghentian pembayaran TC, manajemen RSUD SIM Nagan Raya juga akan melakukan pembenahan di berbagai aspek. Dr Caca, Kepala TU RSUD SIM, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan rumah sakit.
“Masukan dari rekan-rekan wartawan akan menjadi bahan perbaikan agar ke depan rumah sakit lebih baik lagi,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa humas RSUD SIM akan diperbaiki dan ditingkatkan agar terjalin komunikasi yang baik antara rumah sakit dan media.
Plt Sekda Nagan Raya juga menekankan pentingnya kemitraan antara rumah sakit dengan wartawan. “Bila ada hal yang ingin dikonfirmasi, silakan ditanggapi dan menjadi berita berimbang, termasuk berita-berita yang terbaik rumah sakit sampaikan ke wartawan,” ujarnya.
Penyempurnaan Layanan dan Koordinasi
Kadis Kominfo, Arafik Karim, menyampaikan bahwa pembenahan di RSUD SIM terus dilakukan. Beberapa aspek seperti pelayanan, parkir, sekuriti, dan lainnya akan diperbaiki agar ke depan semakin optimal.
“Apa pun yang menjadi masukan dari masyarakat dan media akan kami tangani secara profesional,” ujarnya. Ia juga berharap manajemen rumah sakit dapat memberikan respons yang cepat dan akurat ketika ada konfirmasi dari wartawan.
“Bila tidak bisa menangapi langsung, silakan berkoordinasi dengan Kominfo agar lahir berita berimbang dan masyarakat bisa menerima informasi yang utuh,” tambah Arafik.
Ketidakhadiran Plt Direktur RSUD SIM
Sementara itu, ketidakhadiran Plt Direktur RSUD SIM dalam pertemuan tersebut disebabkan oleh kondisi kesehatan yang tidak stabil. Menurut Arafik Karim, orang tua Plt Direktur baru saja meninggal dunia, sehingga beliau belum bisa bergabung dalam pertemuan ini.









Discussion about this post