Empat Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep Belum Beroperasi
Empat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang berada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sudah lebih dari satu bulan diresmikan secara nasional. Namun, hingga saat ini, belum ada yang mulai menjalankan aktivitas operasional. Keempat koperasi tersebut terletak di Kecamatan Ambunten, Saronggi, Pragaan, dan Ganding.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa bangunan koperasi masih tertutup. Tidak terlihat adanya pelayanan kepada masyarakat maupun aktivitas transaksi seperti yang seharusnya dilakukan oleh sebuah koperasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa keempat KDMP tersebut belum bisa beroperasi meskipun telah diresmikan secara nasional.
Salah seorang pengurus KDMP dengan inisial IM menyampaikan bahwa hingga akhir Juni 2026, belum ada koperasi Merah Putih di Kabupaten Sumenep yang mulai menjalankan kegiatan usaha. Menurutnya, seluruh tahapan administrasi sudah diselesaikan, tetapi koperasi belum memasuki tahap operasional. Ia mengatakan:
“Setahu saya belum ada yang beroperasi. Di lapangan, termasuk di grup internal pengurus KDMP, belum ada yang mulai buka.”
Kemunculan isu ini juga disampaikan oleh pengurus KDMP lainnya dengan inisial FH. Ia menduga bahwa penyebab belum dibukanya operasional koperasi adalah karena masih menunggu proses penyiapan sumber daya manusia, terutama manajer koperasi yang saat ini masih mengikuti pelatihan.
“Bisa jadi karena manajer koperasi masih ikut pelatihan. Kemungkinan setelah pelatihan selesai baru mulai dibuka,” ujarnya.
FH juga mengaku belum mengetahui secara pasti asal manajer yang nantinya akan ditempatkan di koperasinya. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan tenaga tersebut berasal dari luar Kabupaten Sumenep.
“Mungkin manajernya tidak dari Sumenep. Mungkin ada juga dari luar daerah, masih menunggu seluruh proses pelatihan selesai,” tambahnya.
Belum beroperasinya koperasi tersebut membuat masyarakat di sekitar lokasi hingga kini belum dapat memanfaatkan berbagai layanan maupun kegiatan ekonomi yang dirancang melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak pada 16 Mei 2026. Peresmian dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Meski telah diluncurkan secara nasional, hasil pemantauan menunjukkan sedikitnya empat KDMP di Kabupaten Sumenep yang menjadi bagian dari program tersebut masih belum menjalankan aktivitas usaha hingga akhir Juni 2026.
Tantangan dalam Operasionalisasi KDMP
Banyaknya kendala yang dialami oleh KDMP di Sumenep menunjukkan bahwa proses implementasi program ini masih menghadapi beberapa tantangan. Beberapa faktor utama yang mungkin menjadi penyebab antara lain:
- Kesiapan SDM: Proses pelatihan manajer koperasi masih berlangsung, sehingga belum ada tenaga yang siap untuk mengelola operasional koperasi.
- Koordinasi antar pihak: Diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, pihak terkait, dan pengurus koperasi agar semua prosedur dapat dijalankan dengan lancar.
- Sosialisasi dan partisipasi masyarakat: Masyarakat perlu diberikan pemahaman yang cukup tentang fungsi dan manfaat koperasi agar dapat memanfaatkannya secara maksimal.
Harapan untuk Masa Depan
Meski saat ini belum ada aktivitas operasional yang terlihat, harapan besar tetap diarahkan kepada KDMP di Sumenep. Dengan adanya koperasi ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera menyelesaikan segala hambatan yang ada agar KDMP dapat beroperasi secara efektif dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.









Discussion about this post