Festival Utadada 2026: Pesta Budaya dan Kuliner Pembuka Peluang Ekonomi di Sigi
Desa Balane, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, menjadi saksi bisu kemeriahan Festival Utadada 2026 yang diselenggarakan pada Senin, 1 Juni 2026. Acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan kuliner lokal yang kental, tetapi juga menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal. Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi festival, larut dalam sukacita menikmati atraksi seni dan budaya, serta berpesta kuliner bersama 1.000 porsi hidangan khas Utadada Ayam.
Menggali Potensi Kinovaro: Budaya dan Wisata Berpadu
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, dalam pidatonya, secara khusus menyoroti potensi besar yang dimiliki Kecamatan Kinovaro. Ia menyebutkan bahwa kecamatan ini kaya akan destinasi menarik, salah satunya adalah ikon wisata Tangga Seribu yang memiliki daya tarik tersendiri. Semangat pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata yang berakar pada kearifan lokal menjadi benang merah yang mewarnai seluruh rangkaian acara. Festival Utadada sendiri didedikasikan sebagai panggung utama untuk memperkenalkan dan mempromosikan Utadada Ayam, sebuah kuliner warisan yang memiliki nilai sejarah dan budaya mendalam bagi masyarakat Kinovaro.
Utadada Ayam: Warisan Budaya dan Mesin Ekonomi Lokal
Bupati Rizal menegaskan bahwa seluruh agenda yang tersusun dalam festival ini merupakan bagian integral dari strategi Pemerintah Kabupaten Sigi dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan, yang secara fundamental bertumpu pada kekayaan budaya lokal. Ribuan warga yang hadir menjadi bukti nyata antusiasme masyarakat terhadap upaya pelestarian dan promosi budaya ini. Mereka tidak hanya menyaksikan berbagai atraksi seni dan budaya yang memukau, tetapi juga turut menikmati hidangan tradisional Utadada Ayam yang disajikan dalam jumlah besar.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae kembali menggarisbawahi komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Sigi untuk terus menggali dan mengembangkan potensi budaya serta kuliner daerah. Ia meyakini bahwa kedua elemen ini adalah kekuatan utama yang dapat mengangkat nama Kabupaten Sigi di kancah nasional. “Begitu banyak budaya yang ada di daerah kita. Ini harus terus kita gali dan lestarikan karena menjadi salah satu penunjang utama sektor pariwisata Kabupaten Sigi. Melalui festival seperti ini, kita ingin memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner kita kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Rizal di hadapan masyarakat dan para tamu undangan.
Utadada Ayam, yang berasal dari Desa Balane dan Desa Porame, tidak hanya dinilai memiliki nilai budaya yang kuat, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Bupati meyakini bahwa pelestarian kuliner tradisional seperti Utadada Ayam bukan sekadar urusan menjaga identitas budaya, melainkan juga sebuah peluang emas untuk membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Utadada ayam merupakan warisan budaya yang harus kita pertahankan dan kembangkan. Ini menjadi ciri khas daerah kita yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Agenda Festival Berkelanjutan: Memperkaya Destinasi Wisata Sigi
Komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi untuk memajukan sektor pariwisata tidak berhenti pada Festival Utadada saja. Berbagai agenda festival budaya dan wisata lainnya telah disiapkan untuk digelar secara rutin di berbagai kecamatan. Beberapa di antaranya yang patut dinantikan adalah:
- Festival Budaya Tomarabola: Akan diselenggarakan di Kecamatan Marawola pada bulan Desember mendatang.
- Festival Nokilalaki: Dijadwalkan pada bulan September.
- Festival Danau Lindu: Sebuah acara yang diharapkan dapat mengangkat potensi wisata alam Danau Lindu.
- Festival Ikan Mujair: Akan digelar di Kecamatan Dolo, menyoroti salah satu hasil perikanan lokal yang potensial.
“Kita ingin setiap kecamatan memiliki identitas budaya dan wisata yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Festival-festival ini akan menjadi event tahunan yang memperkaya destinasi wisata Kabupaten Sigi,” jelas Bupati Rizal. Ia juga berharap agar pelaksanaan festival di masa mendatang dapat diintegrasikan dengan kunjungan ke lokasi-lokasi bersejarah dan bernilai budaya tinggi, sehingga dapat memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan berkesan bagi para pengunjung.
Prestasi Daerah: Pengendalian Inflasi yang Diakui Nasional
Selain berfokus pada pengembangan budaya dan pariwisata, Bupati Rizal juga turut menyampaikan kabar gembira mengenai pencapaian Pemerintah Kabupaten Sigi dalam bidang pengendalian inflasi daerah. Kabupaten Sigi baru saja menerima penghargaan nasional atas prestasinya tersebut, yang menghasilkan insentif sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat. “Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, pelaku usaha, petani, dan masyarakat yang telah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Sigi,” ungkapnya dengan bangga.
Pembukaan Festival Utadada 2026 turut dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sigi, Anggota DPRD Pasangkayu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai komunitas budaya yang turut meramaikan acara.
Menuju Sigi Maju: Kolaborasi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Menutup sambutannya, Bupati Rizal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persatuan dan kesatuan, serta memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya. Ia menekankan bahwa budaya yang lestari adalah fondasi kokoh bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan. “Melalui pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan UMKM, kita berharap dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Sigi,” pungkasnya, optimis menatap masa depan.
Festival Utadada 2026 dijadwalkan akan berlangsung hingga dini hari, dengan serangkaian acara yang memukau, mulai dari tarian penyambutan, pertunjukan seni budaya, makan bersama 1.000 porsi Utadada Ayam, hingga konser musik penutup. Acara ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam memposisikan Utadada Ayam sebagai salah satu ikon kuliner unggulan Kabupaten Sigi yang kelak dikenal luas di seluruh Indonesia.










Discussion about this post