klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Lokal

Api Misterius Kembali Muncul di Sleman, Tim Gegana Perkirakan Sumbernya Gas Metana

Redaksi by Redaksi
2 Juni 2026 - 12:12
Reading Time: 3 mins read
0
Api Misterius Kembali Muncul di Sleman, Tim Gegana Perkirakan Sumbernya Gas Metana

Fenomena Api Misterius di Rumah Warga Sleman

Warga Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sempat dibuat geger dengan kemunculan api misterius yang berulang kali muncul di sebuah rumah selama beberapa hari terakhir. Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk aparat dan tim khusus.

Rumah milik Agus Yani menjadi lokasi terjadinya fenomena tersebut. Api muncul secara tiba-tiba di berbagai sudut rumah dan membakar sejumlah barang tanpa diketahui penyebabnya secara pasti pada awal kejadian. Peristiwa itu mulai terjadi sejak Jumat pekan lalu dan terus berulang hingga Rabu (27/5/2026). Berbagai benda di dalam rumah dilaporkan terbakar, mulai dari handuk, kasur, sofa, hingga perabot rumah tangga lainnya.

Kondisi tersebut membuat keluarga Agus Yani harus berjaga hampir setiap malam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Anak pemilik rumah, H. Mutfiana, mengatakan kemunculan api paling sering terjadi menjelang tengah malam dan menyasar lokasi yang berbeda-beda. Pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 22.50 WIB, api kembali muncul dan membakar sebuah handuk merah yang digantung di gagang pintu kamar bagian tengah rumah.

Keluarga yang sudah bersiaga langsung berupaya memadamkan api menggunakan air dan kain basah. Meski berhasil dipadamkan, asap sempat memenuhi ruangan berukuran sekitar 4×3 meter tersebut. Dalam satu hari terakhir sebelum kejadian itu, setidaknya lima kali kebakaran kecil terjadi di titik yang berbeda. Lokasinya mulai dari dalam kamar hingga area luar rumah di sisi utara.

Menurut keluarga, waktu yang paling rawan munculnya api adalah menjelang tengah malam. Karena itu, mereka memilih tetap terjaga untuk melakukan pemantauan secara berkala. “Telat dua menit aja selesai ini,” ucap H. Mutfiana, anak Agus Yani.

Sehari sebelumnya, api juga dilaporkan muncul beberapa kali dan membakar sejumlah barang, termasuk tikar yang disandarkan di dinding rumah. Fenomena tersebut akhirnya menarik perhatian aparat dan Tim Gegana Polda DIY. Tim kemudian melakukan pemeriksaan langsung di lokasi untuk mencari penyebab kemunculan api yang terus berulang.

Dari hasil pengecekan awal, dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas metana yang berasal dari septic tank rumah. “Setelah Gegana itu, sore ada, malam ada. Masih ada (perabotan yang terbakar), tapi dari Gegana mungkin karena ada sisa-sisa gas yang tersisa jadi masih ada seperti itu,” ucap Mutfiana dikutip dari Kompas.com.

Mutfiana mengatakan keluarganya telah menjalankan seluruh saran yang diberikan petugas, termasuk memperbaiki saluran septic tank dan memindahkan barang-barang yang mudah terbakar. “Udah (sudah diperbaiki), maksudnya udah bagus semuanya. Maksudnya yang dianjurkan dari Gegana sudah kami lakukan. Terus baju-baju memang sudah diungsikan sebenarnya, tapi ya ada aja yang kebakaran,” ungkapnya.

Meski berbagai langkah penanganan telah dilakukan, api masih sempat muncul kembali secara tiba-tiba. Menurut Mutfiana, saat ini bahkan tidak ada lagi bau gas yang tercium seperti sebelumnya. Sementara itu, Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan bahwa Tim Gegana masih menduga sumber masalah berasal dari akumulasi gas metana yang telah menyebar di bawah bangunan rumah.

“Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai,” jelas Argo. Ia menambahkan, sejumlah upaya telah dilakukan mulai dari perbaikan septic tank, penyedotan limbah, penggantian pipa yang bocor, hingga pemasangan saluran pembuangan gas.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Namun demikian, sisa gas yang masih berada di bawah struktur bangunan diduga tetap dapat memicu kemunculan api. “Hingga hari keenam sejak pertama kali kejadian, tercatat sudah lebih dari 40 kali kemunculan api di berbagai titik di dalam rumah tersebut,” jelasnya.

Saat ini keluarga Agus Yani bersama warga sekitar masih rutin melakukan patroli dan pengecekan setiap 15 hingga 30 menit sekali guna memastikan tidak ada titik api baru yang muncul. “Kita muter terus tiap 15 menit atau setengah jam buat inspeksi, takut ada api lagi,” pungkasnya.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Dua Lansia Di Blora Terancam Hukuman Gara-Gara Salah Paham Sampah
Lokal

Dua Lansia Di Blora Terancam Hukuman Gara-Gara Salah Paham Sampah

31 Juli 2026 - 09:33
Gempa 3,2 SR Guncang Sukabumi Jawa Barat Pagi Ini
Lokal

Gempa 3,2 SR Guncang Sukabumi Jawa Barat Pagi Ini

30 Juli 2026 - 09:28
Patung Santo Yusuf Arimatea Buatan Indonesia Sambut Paskah Paus Leo XIV
Lokal

Bupati Arsal Aras Pastikan Anak Pelosok Mamuju Tengah Nikmati Sekolah Layak

29 Juli 2026 - 23:50
Catat Tanggal dan Lokasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan
Lokal

Catat Tanggal dan Lokasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan

29 Juli 2026 - 11:47
Perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Lokal

Perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

29 Juli 2026 - 06:58
Warga Surabaya Kaget Temukan Jenazah Bayi di Selokan, Diduga Sampah
Lokal

Warga Surabaya Kaget Temukan Jenazah Bayi di Selokan, Diduga Sampah

29 Juli 2026 - 02:10
Next Post
Kemenangan Sprint Perdana Raul Fernandez di Mugello 2026

Kemenangan Sprint Perdana Raul Fernandez di Mugello 2026

Emas Antam Hari Ini: Harga Minggu 31 Mei 2026 di Pegadaian

Emas Antam Hari Ini: Harga Minggu 31 Mei 2026 di Pegadaian

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com