klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Lokal

5 fakta mengerikan keluarga tewas saat glamping di Temanggung

Redaksi by Redaksi
1 Juni 2026 - 19:29
Reading Time: 3 mins read
0
5 fakta mengerikan keluarga tewas saat glamping di Temanggung

Keluarga Tiga Orang Ditemukan Meninggal Dunia di Kawasan Glamping

Empat orang wisatawan yang merupakan satu keluarga ditemukan meninggal dunia saat menginap di kawasan glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5/2026). Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti kematian para korban. Berikut sejumlah fakta yang terungkap dari kasus tersebut!

Korban Merupakan Satu Keluarga Asal Ambarawa

Empat korban tersebut merupakan satu keluarga yang berasal dari Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu Komang Mahendra Deputra.

“Benar, telah ditemukan empat orang meninggal dunia di salah satu tempat wisata di Kabupaten Temanggung. Keempat korban merupakan satu keluarga yang berdomisili di Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang,” ujar Komang saat berada di RSUD Kabupaten Temanggung, Kamis (28/5/2026).

Mereka terdiri dari pasangan suami istri berinisial MAM (52) dan M (43), serta dua anak mereka berinisial AEH (17) dan BAH (21).

Ditemukan Setelah Tak Merespons

Mereka ditemukan setelah petugas tempat wisata, Zaki, mendatangi tenda yang mereka huni untuk melakukan pembersihan sekaligus mengingatkan waktu check-out sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, tidak ada respons atau jawaban dari dalam.

Zaki kembali mendatangi lokasi pada sore hari sekitar pukul 15.45 WIB. Dia mengetuk pintu dan kembali tidak mendapatkan jawaban. Karena tidak ada respons dari dalam, dia pun membuka pintu tenda dan menemukan keempat korban yang sudah meninggal dunia dalam kondisi tubuh kaku.

Polisi Menemukan Alat Pemanggang dan Bahan Makanan

Saat melakukan olah TKP, polisi menemukan alat pemanggang barbeque dan sejumlah bahan makanan yang dibawa korban dari rumah. Polisi juga mengamankan sejumlah barang dari lokasi, seperti lima unit ponsel, sebuah mobil, kamera, kompor gas portabel, serta tungku tanah liat untuk membakar briket.

Selain itu, petugas menemukan sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga sempat dimasak sebelum kejadian. Temuan-temuan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian para korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kompor gas portabel ditemukan di luar tenda dalam kondisi tidak menyala. Sementara itu, pintu tenda dan ventilasi di kedua sisi diketahui tertutup rapat saat keempat korban ditemukan.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Dugaan Mengarah pada Keracunan Makanan dan Gas

Berdasarkan hasil olah TKP sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Nasir Anwar, mengatakan, terdapat dua dugaan yang tengah didalami terkait penyebab kematian empat anggota keluarga tersebut.

Dugaan pertama adalah keracunan makanan yang dibawa korban dari rumah dan dikonsumsi selama berada di lokasi glamping, bukan makanan yang disediakan pengelola wisata.

Sementara itu, dugaan lainnya mengarah pada paparan gas berbahaya, termasuk kemungkinan kebocoran gas atau gas karbon monoksida yang berasal dari penggunaan kompor portabel di dalam maupun di sekitar tenda.

Polisi Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Untuk memastikan penyebab kematian, polisi telah melakukan autopsi terhadap korban. Autopsi secara menyeluruh dilakukan kepada jenazah AEH karena dinilai paling sehat dan berstatus atlet setelah mendapat persetujuan dari keluarga.

“Hasil lengkap autopsi masih menunggu pemeriksaan laboratorium forensik Polda Jawa Tengah dan diperkirakan keluar dalam dua sampai lima hari,” kata Komang.

Selain itu, sejumlah barang yang ditemukan di lokasi, termasuk sampel makanan sisa, tabung gas portable, serta sampel biologis diperiksa di laboratorium forensik (labfor). “Ada beberapa sampel yang diambil untuk diteliti lebih lanjut. Hasil pemeriksaan labfor ini nantinya akan menjadi petunjuk mutlak tentang penyebab kematian mereka,” ucap Nasir.

Saat ini, polisi masih menunggu hasil labfor dan belum bisa dipastikan kapan hasilnya keluar karena harus melewati berbagai tahapan ilmiah yang ketat.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Dua Lansia Di Blora Terancam Hukuman Gara-Gara Salah Paham Sampah
Lokal

Dua Lansia Di Blora Terancam Hukuman Gara-Gara Salah Paham Sampah

31 Juli 2026 - 09:33
Gempa 3,2 SR Guncang Sukabumi Jawa Barat Pagi Ini
Lokal

Gempa 3,2 SR Guncang Sukabumi Jawa Barat Pagi Ini

30 Juli 2026 - 09:28
Patung Santo Yusuf Arimatea Buatan Indonesia Sambut Paskah Paus Leo XIV
Lokal

Bupati Arsal Aras Pastikan Anak Pelosok Mamuju Tengah Nikmati Sekolah Layak

29 Juli 2026 - 23:50
Catat Tanggal dan Lokasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan
Lokal

Catat Tanggal dan Lokasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan

29 Juli 2026 - 11:47
Perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Lokal

Perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

29 Juli 2026 - 06:58
Warga Surabaya Kaget Temukan Jenazah Bayi di Selokan, Diduga Sampah
Lokal

Warga Surabaya Kaget Temukan Jenazah Bayi di Selokan, Diduga Sampah

29 Juli 2026 - 02:10
Next Post
7 cara menyimpan kerang, simpan dalam wadah terbuka

7 cara menyimpan kerang, simpan dalam wadah terbuka

Polres Pelabuhan Belawan tangkap pengedar narkoba di Helvetia

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com