Lapas Kelas IIA Kupang Gelar Panen Raya Jagung di Kebun SAE
Lapas Kelas IIA Kupang menggelar panen raya jagung di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini menjadi bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian. Panen dilakukan di lahan seluas kurang lebih dua hektare yang sebelumnya didominasi batu karang dan dianggap tidak produktif.
Melalui pengelolaan bersama warga binaan dan dukungan berbagai pihak, lahan tersebut berhasil menghasilkan sekitar 10 ton jagung. Kegiatan panen raya ini turut dihadiri oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, Kepala Kanwil Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, serta sejumlah mitra kerja pemasyarakatan.
Bupati Kupang, Yosef Lede memberikan apresiasi terhadap program pembinaan yang dilakukan di lingkungan lapas, khususnya keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian produktif. Menurut Yosef, program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan keterampilan kerja bagi warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
“Ternyata warga binaan juga mendapatkan pembinaan yang luar biasa, sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka sudah memiliki keterampilan dan pengalaman kerja,” ujar Yosef Lede.
Yosef Lede juga mengapresiasi keberhasilan Kanwil Ditjenpas NTT yang mampu mengubah kawasan berbatu karang menjadi lahan pertanian produktif.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Kawasan berbatu karang yang sebelumnya dianggap tidak mungkin diolah, hari ini bisa menghasilkan jagung,” kata Yosef Lede.
Program Pertanian Sebagai Bentuk Pembinaan Kemandirian
Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan bahwa program pertanian tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus implementasi dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Menurut Ketut Akbar Herry Achjar, pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program produktif.
Ketut Akbar Herry Achjar menambahkan bahwa program pembinaan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan akan terus dikembangkan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di NTT.
“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Ketut Akbar Herry Achjar.
Selain sebagai sarana pembinaan, hasil pertanian tersebut juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan pangan serta menjadi contoh pemanfaatan lahan tidur di wilayah NTT.
Hasil Panen yang Menginspirasi
Panen raya jagung di Kebun SAE ini menjadi salah satu contoh sukses dalam upaya pemerintah daerah dan lembaga pemasyarakatan untuk memberdayakan warga binaan. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan warga binaan dapat memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah menjalani masa hukumannya.
Beberapa langkah penting yang dilakukan dalam proyek ini antara lain:
- Pengelolaan lahan yang sebelumnya tidak produktif melalui kolaborasi antara warga binaan dan pihak terkait.
- Penerapan teknik pertanian modern yang disesuaikan dengan kondisi lahan.
- Pelibatan para ahli dan pelatih untuk memastikan proses produksi berjalan efektif.
Program ini juga menjadi model bagi institusi lain yang ingin melakukan pembinaan kemandirian kepada warga binaan. Dengan begitu, tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga binaan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan di wilayah NTT.










Discussion about this post