Jemaah Haji Asal Pringsewu Tiba di Arab Saudi dengan Selamat
Sebanyak 27 jemaah haji asal Kabupaten Pringsewu telah tiba di Arab Saudi dengan selamat. Mereka tergabung dalam Kloter JKG 31 yang merupakan gabungan dari jemaah haji dari berbagai daerah di Provinsi Lampung dan Jakarta.
Sesampainya di Tanah Suci, para jemaah langsung melaksanakan umrah wajib pada malam hari. Hal ini menjadi bagian dari rangkaian ibadah yang harus dilakukan oleh jemaah haji sebelum menjalani puncak ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pringsewu, Muhammad Haikal Ahra, menjelaskan bahwa meskipun Kloter JKG 31 tidak sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab wilayah Pringsewu, pihaknya tetap melakukan pendampingan karena ada 27 jemaah asal Pringsewu di dalam rombongan tersebut.
“Karena ada 27 jemaah asal Pringsewu, menjadi kewajiban kami untuk tetap mendampingi mereka selama pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya.
Pendampingan ini difokuskan pada jemaah lanjut usia dan pengguna kursi roda. Petugas membantu mereka melaksanakan salat di Masjidil Haram agar tidak hanya tinggal di hotel selama masa tunggu ibadah haji berikutnya.
Menurut Haikal, sejak kedatangan pasca-umrah wajib, jemaah pengguna kursi roda selalu didampingi sukarelawan pendorong agar tetap bisa beribadah di Masjidil Haram dan merasakan langsung suasana ibadah.
“Jemaah kursi roda kami siapkan sukarelawan pendorong agar mereka sesekali bisa melaksanakan salat di Masjidil Haram, tidak selalu berada di hotel,” ujarnya.
Selama masa persiapan menuju puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), jemaah dijadwalkan tetap menjalankan ibadah salat di Masjidil Haram hingga 5 Zulhijah.
Selanjutnya, mereka akan mulai diberangkatkan menuju Arafah pada 8 Zulhijah. Layanan transportasi jemaah menuju Masjidil Haram memang masih berlangsung pada fase pra-Armuzna hingga 5 Zulhijah, sebelum dihentikan sementara untuk persiapan puncak haji.
Haikal berharap seluruh jemaah, khususnya asal Pringsewu, dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar dan tetap menjaga kesehatan hingga puncak pelaksanaan haji.
Rencana Perjalanan Ibadah Haji
Berikut adalah rencana perjalanan ibadah haji yang akan dijalani oleh jemaah:
- Umrah Wajib: Dilaksanakan setelah kedatangan di Tanah Suci.
- Ibadah Salat di Masjidil Haram: Dilakukan hingga tanggal 5 Zulhijah.
- Perjalanan ke Arafah: Dimulai pada tanggal 8 Zulhijah.
- Transportasi Menuju Masjidil Haram: Berlangsung hingga tanggal 5 Zulhijah.
- Persiapan Puncak Ibadah Haji: Dilakukan setelah tanggal 5 Zulhijah.
Pendampingan untuk Jemaah Lansia dan Pengguna Kursi Roda
Pendampingan khusus diberikan kepada jemaah lansia dan pengguna kursi roda. Beberapa hal yang dilakukan antara lain:
- Bantuan Salat di Masjidil Haram: Untuk memastikan jemaah tetap bisa beribadah.
- Sukarelawan Pendorong: Disediakan untuk membantu jemaah kursi roda bergerak.
- Pemantauan Kesehatan: Dilakukan secara berkala untuk menjaga kondisi jemaah.
Keberhasilan Kloter JKG 31
Kloter JKG 31 berhasil mencapai tujuan dengan selamat. Meski tidak sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab wilayah Pringsewu, pihak setempat tetap memberikan dukungan penuh.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah dan petugas dalam memastikan ibadah haji berjalan lancar bagi semua jemaah.









Discussion about this post