klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Lokal

Nelayan Bontang yang Hilang Akhirnya Kembali dengan Selamat

Redaksi by Redaksi
23 Mei 2026 - 23:50
Reading Time: 3 mins read
0
Nelayan Bontang yang Hilang Akhirnya Kembali dengan Selamat
Buy JNews
ADVERTISEMENT



Bontang –

Jamaluddin, seorang nelayan asal RT 14 Kelurahan Berbas Pantai yang sempat dilaporkan hilang, akhirnya kembali ke rumah dalam kondisi selamat setelah melaut lebih lama dari biasanya.

Lurah Berbas Pantai, Hadi Jumianto, mengungkapkan bahwa Jamaluddin pulang pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 19.11. Menurut Hadi, Jamaluddin biasanya melaut selama sekitar tujuh hari. Namun kali ini ia berada di laut lebih dari 10 hari tanpa memberikan kabar kepada keluarga karena tidak membawa alat komunikasi.

Kondisi tersebut membuat pihak keluarga khawatir hingga melaporkannya ke kelurahan. Laporan kemudian diteruskan kepada BPBD Bontang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Makanya istrinya melapor ke kami, lalu kami teruskan ke BPBD,” ujar Hadi saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, Jamaluddin sengaja memperpanjang waktu melaut karena hasil tangkapan ikan yang diperoleh masih minim. Hal ini membuatnya ingin mencari lokasi yang lebih strategis untuk menangkap ikan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bontang melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail, mengatakan bahwa Jamaluddin berangkat melaut pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 07.00 Wita dari Pelabuhan Berbas Tengah menuju area pengeboran lepas pantai Wesenol. Setelah itu, ia berpindah ke sekitar area pengeboran Ataka untuk mencari ikan.

Pada Jumat (15/5/2026), Jamaluddin diketahui masih bersama nelayan lain bernama Hilan. Namun rekannya tersebut lebih dulu kembali ke daratan, sementara Jamaluddin tetap melaut hingga akhirnya tidak dapat dihubungi keluarga.

Mendapat laporan tersebut, BPBD Bontang langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan pihak terkait untuk melakukan langkah penanganan.

“Pada Selasa malam kami menerima informasi bahwa korban telah ditemukan oleh rekan sesama pemancing dan dalam kondisi selamat,” ujar Ismail.

Ia menambahkan, masih banyak nelayan yang pergi melaut tanpa membawa alat komunikasi maupun GPS, padahal perangkat tersebut sangat penting untuk keselamatan di laut.

“Minimal alat komunikasi harus dibawa. Itu penting untuk keselamatan dan memudahkan proses pemantauan saat keadaan darurat,” pungkasnya.

Penyebab Nelayan Melaut Tanpa Alat Komunikasi

Beberapa faktor menjadi alasan nelayan seperti Jamaluddin melaut tanpa membawa alat komunikasi atau GPS. Antara lain:

  • Keterbatasan biaya – Banyak nelayan memilih tidak membawa alat komunikasi karena merasa biaya tambahan tidak terlalu penting. Mereka lebih fokus pada kebutuhan dasar seperti bahan bakar dan perlengkapan tangkap ikan.
  • Minimnya edukasi – Beberapa nelayan belum sepenuhnya memahami pentingnya alat komunikasi dalam situasi darurat. Mereka sering mengandalkan pengalaman dan kebiasaan lama.
  • Kondisi alam yang sulit – Di beberapa wilayah, sinyal komunikasi bisa sangat terbatas, sehingga nelayan merasa tidak perlu membawa alat tambahan.

Pentingnya Kesadaran Nelayan

Dari pengalaman Jamaluddin, pentingnya kesadaran nelayan terhadap keselamatan di laut semakin terlihat. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

  • Pelatihan keselamatan laut – Pemerintah dan organisasi lokal bisa menyelenggarakan pelatihan bagi nelayan tentang penggunaan alat komunikasi dan tindakan darurat.
  • Pemantauan rutin – Dinas terkait bisa melakukan pemantauan rutin terhadap nelayan yang melaut, termasuk memastikan mereka memiliki alat komunikasi.
  • Sosialisasi keamanan – Media dan komunitas nelayan bisa bekerja sama untuk menyebarkan informasi tentang pentingnya alat komunikasi dan GPS.

Peran BPBD dalam Penanganan Darurat

BPBD Bontang memiliki peran penting dalam menangani situasi darurat yang melibatkan nelayan. Beberapa tugas utama BPBD dalam kasus ini antara lain:

  • Menerima laporan dari masyarakat – Seperti yang terjadi pada kasus Jamaluddin, BPBD menerima laporan dari warga dan segera bertindak.
  • Berkoordinasi dengan instansi terkait – BPBD bekerja sama dengan Basarnas dan pihak lain untuk mencari nelayan yang hilang.
  • Memberikan edukasi dan bantuan – BPBD juga berperan dalam memberikan pendidikan dan bantuan teknis kepada nelayan agar lebih siap menghadapi risiko di laut.

Kehadiran Jamaluddin di Rumah

Setelah ditemukan dalam kondisi selamat, Jamaluddin kembali ke rumah dan berada di bawah perawatan keluarga. Ia mengaku bahwa ia tidak menyangka akan kembali ke daratan dalam waktu yang cukup singkat.

“Saya hanya ingin mencari ikan yang lebih banyak. Tapi ternyata, saya tidak bisa meninggalkan laut terlalu lama,” kata Jamaluddin.

Ia juga berterima kasih kepada pihak BPBD dan Basarnas atas bantuan yang diberikan selama pencarian.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Dua Lansia Di Blora Terancam Hukuman Gara-Gara Salah Paham Sampah
Lokal

Dua Lansia Di Blora Terancam Hukuman Gara-Gara Salah Paham Sampah

31 Juli 2026 - 09:33
Gempa 3,2 SR Guncang Sukabumi Jawa Barat Pagi Ini
Lokal

Gempa 3,2 SR Guncang Sukabumi Jawa Barat Pagi Ini

30 Juli 2026 - 09:28
Patung Santo Yusuf Arimatea Buatan Indonesia Sambut Paskah Paus Leo XIV
Lokal

Bupati Arsal Aras Pastikan Anak Pelosok Mamuju Tengah Nikmati Sekolah Layak

29 Juli 2026 - 23:50
Catat Tanggal dan Lokasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan
Lokal

Catat Tanggal dan Lokasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan

29 Juli 2026 - 11:47
Perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Lokal

Perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

29 Juli 2026 - 06:58
Warga Surabaya Kaget Temukan Jenazah Bayi di Selokan, Diduga Sampah
Lokal

Warga Surabaya Kaget Temukan Jenazah Bayi di Selokan, Diduga Sampah

29 Juli 2026 - 02:10
Next Post
Si-Mael Hadir di Lapas Batam, Urus Surat Kini Tanpa Ribet

Si-Mael Hadir di Lapas Batam, Urus Surat Kini Tanpa Ribet

PLN Batam Larang Warga Ganti MCB Sendiri, Ancam Sanksi Administratif

PLN Batam Larang Warga Ganti MCB Sendiri, Ancam Sanksi Administratif

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com