klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Lokal

Panen Kopi Batang Terancam Pencurian, Petani Paksa Petik Buah Belum Matang

Redaksi by Redaksi
23 Mei 2026 - 11:26
Reading Time: 3 mins read
0

Musim Panen Kopi di Batang Dihantui Tindak Pencurian

Musim panen kopi yang sedang berlangsung di kawasan dataran tinggi Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, mulai Mei 2026, menghadapi tantangan besar akibat maraknya pencurian buah kopi matang. Kondisi ini terjadi di sentra perkebunan kopi setempat, di mana panen raya diperkirakan akan berlangsung selama 1,5 hingga dua bulan ke depan.

Seorang petani kopi, Maaruf, menjelaskan bahwa sebagian besar petani memilih untuk memanen buah kopi secara campuran, baik yang masih hijau maupun yang sudah merah. Hal ini dilakukan sebagai upaya menghindari risiko kehilangan hasil panen akibat pencurian.

“Kalau terlalu lama dibiarkan merah di pohon, sering jadi sasaran maling. Jadi biasanya saat sekitar 70 persen buah sudah merah langsung dipanen,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat petani belum bisa sepenuhnya menghasilkan kopi premium dalam jumlah besar. Sebab, kopi berkualitas tinggi membutuhkan proses petik merah atau hanya memanen buah yang benar-benar matang sempurna.

Meski demikian, harga kopi pada musim panen tahun ini dinilai masih cukup baik dan relatif stabil dibanding tahun sebelumnya. Untuk kopi robusta red cherry asalan, harga saat ini berkisar Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram. Sementara green bean asalan dijual sekitar Rp50 ribu per kilogram, sedikit turun dibanding tahun lalu yang sempat mencapai Rp55 ribu per kilogram.

Adapun green bean premium masih memiliki nilai jual tinggi, yakni sekiranya Rp70 ribu per kilogram karena melalui proses sortir dan pengolahan yang lebih ketat.

Maaruf menjelaskan, satu pohon kopi rata-rata mampu menghasilkan sekiranya 10 kilogram buah kopi dalam satu musim panen. Di kebun miliknya terdapat sekiranya 1.000 pohon kopi dengan target hasil panen mencapai 10 ton tahun ini.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

“Semoga tahun ini hasilnya bisa sampai 10 ton dari kebun saya sendiri. Belum nanti dari kebun teman-teman petani lainnya,” ujarnya.

Upaya Meningkatkan Daya Tarik Kopi Lokal

Selain mengejar hasil produksi, para petani kopi Batang juga terus berupaya mengenalkan kopi lokal ke pasar yang lebih luas. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui agenda Manual Brew Competition yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juni 2026 mendatang.

“Kami ingin kopi Batang semakin dikenal di luar daerah. Lewat manual brew competition nanti harapannya kopi Batang bisa lebih naik lagi,” jelasnya.

Dia juga berharap pemerintah daerah bersama aparat keamanan dapat memberikan perhatian terhadap keamanan kawasan perkebunan kopi selama musim panen berlangsung agar petani dapat memanen kopi dengan kualitas terbaik tanpa khawatir kehilangan hasil kebun mereka.

“Kami berharap keamanan kebun kopi petani bisa lebih diperhatikan supaya kopi berkualitas dari Batang tidak habis dicuri,” tutupnya.

Strategi Petani dalam Menghadapi Tantangan

Petani kopi di Kecamatan Reban terus mencari solusi untuk menghadapi ancaman pencurian. Salah satu strategi yang digunakan adalah memanen buah kopi secara campuran. Meskipun hal ini memengaruhi kualitas kopi, namun merupakan langkah yang dianggap lebih aman untuk mengurangi kerugian akibat pencurian.

  • Petani memilih memanen buah kopi sebelum sepenuhnya matang.
  • Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko kehilangan hasil panen.
  • Meski memengaruhi kualitas kopi, strategi ini dianggap lebih efektif dalam situasi saat ini.

Potensi Pasar dan Pengembangan Kopi Batang

Dengan adanya event seperti Manual Brew Competition, kopi Batang memiliki peluang untuk dikenal lebih luas. Ini menjadi kesempatan bagi petani untuk memperkenalkan kualitas kopi lokal kepada konsumen yang lebih luas.

  • Event ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kopi Batang.
  • Dengan peningkatan popularitas, harga kopi juga bisa meningkat.
  • Petani berharap dukungan dari pemerintah dan aparat keamanan dapat memperkuat posisi kopi Batang di pasar.


ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Dua Lansia Di Blora Terancam Hukuman Gara-Gara Salah Paham Sampah
Lokal

Dua Lansia Di Blora Terancam Hukuman Gara-Gara Salah Paham Sampah

31 Juli 2026 - 09:33
Gempa 3,2 SR Guncang Sukabumi Jawa Barat Pagi Ini
Lokal

Gempa 3,2 SR Guncang Sukabumi Jawa Barat Pagi Ini

30 Juli 2026 - 09:28
Patung Santo Yusuf Arimatea Buatan Indonesia Sambut Paskah Paus Leo XIV
Lokal

Bupati Arsal Aras Pastikan Anak Pelosok Mamuju Tengah Nikmati Sekolah Layak

29 Juli 2026 - 23:50
Catat Tanggal dan Lokasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan
Lokal

Catat Tanggal dan Lokasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan

29 Juli 2026 - 11:47
Perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Lokal

Perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

29 Juli 2026 - 06:58
Warga Surabaya Kaget Temukan Jenazah Bayi di Selokan, Diduga Sampah
Lokal

Warga Surabaya Kaget Temukan Jenazah Bayi di Selokan, Diduga Sampah

29 Juli 2026 - 02:10
Next Post
BP Batam Mulai Perbaiki Jalan Yos Sudarso di Terowongan Pelita,Target Satu Minggu Selesai

BP Batam Mulai Perbaiki Jalan Yos Sudarso di Terowongan Pelita,Target Satu Minggu Selesai

Bupati Karangasem: Proyek Jalan Harus Berkualitas, Bukan Hanya Selesai

Bupati Karangasem: Proyek Jalan Harus Berkualitas, Bukan Hanya Selesai

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com