klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Lokal

Darurat Rokok Anak di Surabaya! Pemuda Bergerak Lawan Kecanduan Nikotin

Redaksi by Redaksi
22 Mei 2026 - 15:30
Reading Time: 3 mins read
0
Darurat Rokok Anak di Surabaya! Pemuda Bergerak Lawan Kecanduan Nikotin

Kondisi Darurat Adiksi Nikotin pada Anak Indonesia



Sebanyak 6 juta anak Indonesia kini terjebak dalam adiksi nikotin, menjelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang jatuh pada 31 Mei 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah adiksi nikotin sudah mencapai tingkat darurat dan memicu tindakan dari berbagai pihak. Untuk merespons situasi ini, Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), Research Group for Tobacco Control Universitas Airlangga, serta Jaringan Koalisi Save Our Surroundings (SOS) menggelar Youth Forum ke-9 di Surabaya, Rabu (20/5/2026). Tujuan dari forum tersebut adalah untuk mengajak pemuda melawan agresivitas industri rokok yang secara aktif menargetkan remaja.

Forum yang digelar di Surabaya menjadi ruang konsolidasi lintas komunitas, pemerintah, hingga aparat penegak hukum untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan rokok dan vape. Para pembicara menyampaikan bahwa ancaman adiksi nikotin pada anak sudah berada di level yang sangat mengkhawatirkan karena strategi pemasaran industri semakin masif dan dekat dengan kehidupan remaja.

Iklan Rokok di Surabaya Dinilai Mengancam Ruang Anak

Ketua Umum IYCTC, Manik Marganamahendra, menyoroti maraknya iklan rokok luar ruang yang masih mudah ditemukan di berbagai titik strategis Kota Surabaya. Padahal, Surabaya sudah menyandang status Kota Layak Anak (KLA) yang seharusnya memberi perlindungan lebih ketat terhadap anak dan remaja.

“Surabaya ini sudah masuk kategori Kota Layak Anak, namun di setiap sudut jalan masih terlihat marak sekali iklan rokok yang secara sistematis menyasar anak dan remaja,” tegas Manik. Ia juga menilai bahwa industri rokok seringkali merancang strategi pemasaran agar dekat dengan kebutuhan orang muda, bahkan memanfaatkan taktik seperti beasiswa untuk memoles citra mereka menjadi seolah-olah dermawan, padahal itu adalah strategi untuk mengunci pasar jangka panjang.

Manik menilai implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 harus dikawal serius oleh generasi muda. Regulasi tersebut melarang Iklan, Promosi, dan Sponsorship (IPS) rokok dalam radius 500 meter dari sekolah. Dia mengajak komunitas pemuda di Surabaya aktif mendokumentasikan dan melaporkan setiap pelanggaran di lingkungan sekitar. Menurutnya, pengawasan partisipatif dari masyarakat menjadi senjata penting untuk membendung normalisasi rokok di ruang publik.

Pemkot Surabaya Tegaskan Komitmen Kota Layak Anak

Dukungan terhadap gerakan pengendalian rokok juga datang dari Pemerintah Kota Surabaya. Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menegaskan bahwa status Kota Layak Anak bukan sekadar simbol administratif. “Surabaya baru saja berhasil menurunkan angka stunting secara drastis dari 28,9 persen menjadi 1,6 persen. Namun, penurunan ini tidak akan berdampak maksimal jika anak-anak kita tumbuh di lingkungan yang tercemar asap rokok,” ujar Armuji.

Pemkot Surabaya disebut tengah berupaya menyelaraskan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan aturan nasional terbaru. Langkah ini diharapkan memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya anak dan remaja, dari paparan asap rokok dan promosi industri tembakau. Armuji juga mengapresiasi keberanian kelompok muda seperti IYCTC yang terus bersuara kritis terhadap lemahnya pengawasan di lapangan.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Kemenpora Soroti Ancaman SDM Akibat Adiksi Rokok

Kementerian Pemuda dan Olahraga turut menilai persoalan rokok sebagai ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Mewakili Menpora Erick Thohir, Asisten Deputi Karakter Pemuda Kemenpora, Esa Sukmawijaya, menegaskan adiksi nikotin menghambat pembangunan pemuda nasional.

“Kecanduan rokok adalah hambatan nyata dalam meningkatkan kualitas SDM kita. Karena akan semakin banyak orang muda yang sakit dan tidak produktif,” tegas Esa. Ia juga menegaskan perlunya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah agar perlindungan anak berlangsung menyeluruh. Menurutnya, kota besar seperti Surabaya bisa menjadi contoh nasional dalam penguatan regulasi pengendalian tembakau.

BNN Ungkap Vape Jadi Jalur Baru Penyalahgunaan Narkotika

Ancaman lain muncul dari penyalahgunaan vape yang kini mulai dikaitkan dengan peredaran narkotika sintetis. Kepala BNN Kota Surabaya, Kombes Pol. Heru Prasetyo, mengungkap fenomena tersebut sudah mulai ditemukan di Surabaya.

“Masalahnya, vape memiliki karakteristik yang sangat user-friendly dan modifikasi rasa yang mengecoh sistem saraf,” tegas Heru. Ia juga menyebut bahwa banyak cairan vape ilegal yang mengandung zat psikoaktif, yang kini menyasar orang muda melalui jalur-jalur yang sulit terdeteksi. Sekali sistem dopamin di otak remaja terbiasa dengan rangsangan instan nikotin dosis tinggi, pintu menuju narkotika menjadi terbuka lebar.

Heru menilai pengawasan lingkungan menjadi faktor paling penting untuk mencegah semakin banyak korban. Karena itu, BNN membutuhkan keterlibatan aktif pemuda untuk melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar mereka.

Perspektif Ekonomi dan Budaya Sehat

Perspektif serupa disampaikan Faridha dari P2P Dinkes Jawa Timur yang menyoroti dampak ekonomi akibat adiksi nikotin. Menurutnya, penyakit degeneratif akan muncul lebih cepat jika anak muda sudah kecanduan sejak dini. “Jika usia muda sudah teradiksi, penyakit degeneratif akan menumpuk lebih awal. Secara ekonomi, ini adalah kerugian besar karena keluarga akan jatuh dalam kemiskinan karena biaya pengobatan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah,” papar Faridha.

Forum Youth Forum ke-9 akhirnya ditutup dengan ajakan membangun budaya hidup sehat dari Duta BNN Kota Surabaya, Ni Luh Rara, dan influencer kesehatan, dr. Kevin Almas Maromi. Keduanya sepakat bahwa melawan normalisasi rokok adalah bentuk keberanian generasi muda demi masa depan yang lebih sehat dan bebas dari pengaruh industri.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Dua Lansia Di Blora Terancam Hukuman Gara-Gara Salah Paham Sampah
Lokal

Dua Lansia Di Blora Terancam Hukuman Gara-Gara Salah Paham Sampah

31 Juli 2026 - 09:33
Gempa 3,2 SR Guncang Sukabumi Jawa Barat Pagi Ini
Lokal

Gempa 3,2 SR Guncang Sukabumi Jawa Barat Pagi Ini

30 Juli 2026 - 09:28
Patung Santo Yusuf Arimatea Buatan Indonesia Sambut Paskah Paus Leo XIV
Lokal

Bupati Arsal Aras Pastikan Anak Pelosok Mamuju Tengah Nikmati Sekolah Layak

29 Juli 2026 - 23:50
Catat Tanggal dan Lokasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan
Lokal

Catat Tanggal dan Lokasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan

29 Juli 2026 - 11:47
Perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Lokal

Perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

29 Juli 2026 - 06:58
Warga Surabaya Kaget Temukan Jenazah Bayi di Selokan, Diduga Sampah
Lokal

Warga Surabaya Kaget Temukan Jenazah Bayi di Selokan, Diduga Sampah

29 Juli 2026 - 02:10
Next Post
Remaja 13 Tahun Jadi Korban Pelecehan oleh Rekan Kerja

Remaja 13 Tahun Jadi Korban Pelecehan oleh Rekan Kerja

Wuling gelar pameran tema Disney dan Marvel

Wuling gelar pameran tema Disney dan Marvel

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com