BATAM, KLIKKEPRI.com — Wali Kota Batam, Haji Amsakar Achmad, secara resmi menyerahkan dokumen Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 kepada pimpinan DPRD Kota Batam.
Penyerahan dokumen arah kebijakan fiskal dan pembangunan masa depan tersebut berlangsung dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Batam, Rabu (8/7/2026) siang.
Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin ini dihadiri oleh jajaran Wakil Ketua DPRD, Sekda Kota Batam Firmansyah, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam.
Dalam pidato pengantarnya, Wali Kota Amsakar Achmad menegaskan bahwa struktur finansial Kota Batam saat ini berada dalam kondisi yang sangat prima dan mendominasi separuh lebih urat nadi perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
“Performa pertumbuhan ekonomi Kota Batam pada tahun 2025 sukses menyentuh angka 6,76 persen, jauh melompat di atas pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri yang berada di angka 5,88 persen.
Batam secara nyata menyumbang kontribusi masif sekitar 56,5 persen terhadap total perekonomian Provinsi Kepulauan Riau,” ungkap Amsakar disambut apresiasi forum sidang.
Atas capaian impresif tersebut, Pemko Batam memasang target pertumbuhan ekonomi makro yang optimis pada tahun 2027, yakni bertengger pada kisaran 6,7 hingga 7,7 persen.
Target agresif ini dihitung berdasarkan akselerasi kinerja industri manufaktur, sektor konstruksi, ekspansi perdagangan, hingga lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara.
Rancang Postur Pendapatan Rp4,548 Triliun
Guna menyokong target makro tersebut, Pemko Batam merancang postur pendapatan daerah pada TA 2027 sebesar Rp4,548 triliun.
Angka ini ditopang oleh kekuatan mandiri melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,833 triliun serta ditambahkan dana transfer dari pusat senilai Rp1,714 triliun. Sementara itu, total belanja daerah dipatok sebesar Rp4,648 triliun.
“Belanja APBD Kota Batam TA 2027 akan kami kunci dan prioritaskan sepenuhnya untuk menyokong program strategis dalam RPJMD 2025–2029 yang diselaraskan langsung dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),” tegas Amsakar.
Amsakar merinci lima pilar klaster pembangunan prioritas Batam untuk tahun 2027, yaitu:
Pengentasan Kemiskinan: Eksekusi program subsidi bunga pinjaman 0% bagi usaha mikro, bansos lansia, dan jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Kualitas SDM Penyelarasan keahlian tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri manufaktur modern.
Pemerataan Layanan Pembangunan unit sekolah baru (USB) serta peningkatan mutu fasilitas kesehatan dasar.
Infrastruktur Strategis Pembangunan jalan, jembatan, dan penguatan keandalan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Lingkungan Hidup Pembangunan sistem drainase modern pengendali banjir dan tata kelola penanganan sampah terpadu.
Usai penyerahan buku draf KUA-PPAS 2027 secara simbolis kepada pimpinan dewan, Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin menutup paripurna seraya menegaskan bahwa seluruh dokumen fiskal ini akan segera dibedah secara mendalam oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam waktu dekat.(***)










Discussion about this post