klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Lifestyle

Kisah Guru Ngaji yang Berangkat Haji dari Tabungan Rp200 Ribu

Redaksi by Redaksi
12 Mei 2026 - 18:48
Reading Time: 2 mins read
0
Kisah Guru Ngaji yang Berangkat Haji dari Tabungan Rp200 Ribu

Kehidupan Nurhayati, Jemaah Haji yang Berjuang untuk Mewujudkan Impian

Di sebuah sudut hotel di kawasan Aziziyah, Makkah, di tengah keramaian jemaah yang tak pernah benar-benar sepi, Nurhayati (59) berdiri sambil bersandar di tembok. Sesekali ia mengusap matanya, menunjukkan rasa haru yang tersembunyi di balik kerudung hitamnya. Perempuan ini adalah jemaah haji asal Embarkasi Jakarta-Banten (JKB) yang telah melalui perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

Nurhayati, yang sejak tahun 2005 mengajar anak-anak mengaji, tidak pernah membayangkan bahwa langkah kecilnya akan membawanya sejauh ini. Dalam wawancara dengan tim Media Center Haji (MCH), ia menceritakan bagaimana keinginannya untuk berhaji mulai tumbuh dari hal-hal sederhana.

“Dulu itu cuma sering nganterin teman berangkat haji,” ujar Nurhayati dengan suara lirih. Setiap kali ada yang berangkat haji, ia ikut mengaji dan mendoakan. Namun dalam hatinya, keinginan untuk berhaji mulai tumbuh.

Seorang temannya pernah berkata sederhana, tapi sangat berkesan: “Kalau ingin berhaji, harus mulai menabung.” Kata-kata itu menjadi pengubah cara pandang Nurhayati. Awalnya, ia ragu karena merasa menabung berarti harus dalam jumlah besar. Sementara penghasilannya saat itu jauh dari cukup.

Ketika ia menyampaikan keinginannya kepada anaknya, sempat muncul pertanyaan yang menohok: “Memangnya ibu punya uang?” Nurhayati hanya menjawab pelan, “Ya berdoa, kak, nabung, sedikit demi sedikit, Rp50 ribu sampai Rp100 ribu.”

Langkah itu dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana: membuka tabungan di bank dengan setoran awal Rp200 ribu. Saat menjelaskan niatnya kepada petugas bank, ia mendapatkan jawaban yang membuat hatinya hangat. “Nggak apa-apa, Ibu, nanti uangnya Allah yang nambahin,” kata si petugas menenangkan.

Hari-hari berikutnya diisi oleh kebiasaan yang tidak banyak diketahui orang. Setelah shalat subuh, ia berangkat menabung. Jumlahnya kecil, tapi dilakukan dengan rutin. Tahun demi tahun berlalu, hingga pada tahun 2013, tabungannya genap mencapai Rp23,5 juta, cukup untuk mendaftar haji dan mendapatkan nomor porsi.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Selama masa tunggu itu, ia tetap menabung. Hingga akhirnya, panggilan ke Baitullah datang juga setelah 12 tahun menanti. “Alhamdulillah, bener-bener barokah bisa sampai sini,” ucapnya dengan suara bergetar.

Saat menceritakan momen pertama kali melihat Ka’bah, matanya kembali berkaca-kaca. Ia bahkan sempat menahan napas, seolah mengulang kembali detik itu. “Bisa cium Ka’bah, Hajar Aswad, terus dijaga mutawwif-nya. Demi Allah, rasanya bersyukur banget, ya Allah, ya Allah,” katanya dengan mata yang berkaca-kaca.

Air matanya jatuh lagi. Ia mengusapnya dengan kedua tangan. Di Madinah, ia juga merasakan kebahagiaan yang tak kalah dalam. Ia bisa masuk Raudhah hingga empat kali, sebuah kesempatan yang tidak semua jemaah dapatkan.

Nurhayati, yang pernah menjadi guru TK, mengatakan perjalanan ibadahnya tidak selalu mudah. Kakinya sempat sakit. Namun di tengah keterbatasan itu, ia hanya punya satu doa sederhana: tidak merepotkan orang lain.

“Saya berdoa jangan nyusahin orang lain di sini, Alhamdulillah Allah dengar doa saya,” kata dia. Nurhayati mengaku berangkat haji seorang diri. Oleh karena itu, saat di depan Ka’bah, ia berdoa agar bisa kembali lagi, tapi kali ini bersama suami dan anak-anak.

“Saya berdoa suatu hari nanti, suami dan anak-anak bisa umrah, bisa ngerasain tawaf, sai, menikmati kehidupan di Makkah, Madinah, dan masuk ke Raudhah,” pungkasnya.




ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Kapal Prince Soya Terbakar di Pelabuhan Samarinda
Lifestyle

Kapal Prince Soya Terbakar di Pelabuhan Samarinda

30 Agustus 2026 - 18:02
Ramalan zodiak cinta Sabtu 1 Agustus 2026: Sagittarius coba hal baru bersama pasangan di akhir pekan
Lifestyle

Ramalan zodiak cinta Sabtu 1 Agustus 2026: Sagittarius coba hal baru bersama pasangan di akhir pekan

25 Agustus 2026 - 23:11
Kunci gitar mudah: Chord Pemuja Rahasia Sheila On 7 yang viral di YouTube
Lifestyle

Kunci gitar mudah: Chord Pemuja Rahasia Sheila On 7 yang viral di YouTube

20 Agustus 2026 - 13:22
84 Siswa SDN 1 Tedunan Jepara Belajar di Rumah Warga, Rindu Suasana Kelas
Lifestyle

84 Siswa SDN 1 Tedunan Jepara Belajar di Rumah Warga, Rindu Suasana Kelas

18 Agustus 2026 - 11:26
Renungan Katolik Harian: Lima Roti, Kasih Tak Terbatas 2 Agustus 2026
Lifestyle

Renungan Katolik Harian: Lima Roti, Kasih Tak Terbatas 2 Agustus 2026

18 Agustus 2026 - 06:26
Panduan Perayaan Ekaristi Minggu 2 Agustus 2026 Pekan XVIII Tahun A
Lifestyle

Panduan Perayaan Ekaristi Minggu 2 Agustus 2026 Pekan XVIII Tahun A

13 Agustus 2026 - 11:35
Next Post
Ammar Zoni Dikabarkan Diisolasi di Sel Khusus Nusakambangan

Ammar Zoni Dikabarkan Diisolasi di Sel Khusus Nusakambangan

DPRD Wonogiri Studi Pola Kerja Sama Media ke Pemko Batam, Kadiskominfo Perkenalkan Aplikasi SIDIA

DPRD Wonogiri Studi Pola Kerja Sama Media ke Pemko Batam, Kadiskominfo Perkenalkan Aplikasi SIDIA

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com