KSPSI Jelaskan Tidak Ada Penolakan Terhadap Program MBG
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menegaskan bahwa tidak ada penolakan dari kalangan buruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini disampaikan setelah munculnya persepsi adanya penolakan dari buruh saat Presiden Prabowo Subianto bertanya tentang manfaat program tersebut dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Andi Gani menjelaskan bahwa kebingungan yang muncul berasal dari respons sebagian buruh yang belum merasakan manfaat langsung dari program MBG. Ia menyebutkan bahwa buruh yang belum menikah dan masih lajang adalah kelompok yang belum menjadi penerima langsung manfaat dari program tersebut. Oleh karena itu, konteksnya bukanlah penolakan, melainkan ketidaktahuan atau belum memperoleh manfaat.
Dalam momen tersebut, Presiden Prabowo mengajukan dua pertanyaan kepada buruh. Pertama, tentang apakah program MBG bermanfaat, dan kedua, tentang bagaimana respon buruh terhadap program tersebut. Saat program MBG diperkenalkan, buruh menyambut dengan tepuk tangan. Namun, ketika ditanya soal manfaat, sebagian menjawab bahwa mereka belum merasakan manfaatnya.
Andi Gani menekankan bahwa narasi yang menyebut buruh menolak program MBG tidak tepat dan berpotensi menyesatkan. Ia menegaskan bahwa tidak ada gerakan buruh yang sengaja ingin mempermalukan Presiden. Hubungan antara buruh dan pemerintah justru sangat baik.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam peringatan May Day 2026 dianggap sebagai simbol kedekatan pemerintah dengan kalangan pekerja. Menurut Andi Gani, Presiden Prabowo telah dua kali hadir dalam peringatan May Day, dan ia yakin akan terus hadir di masa depan.
Momentum Persatuan Buruh di Indonesia
Peringatan May Day 2026 dinilai sebagai momentum penting bagi persatuan buruh di Indonesia. KSPSI mengimbau masyarakat untuk tidak menarik kesimpulan hanya dari potongan video semata, tetapi melihat keseluruhan konteks peristiwa dalam peringatan Hari Buruh tahun ini.
“May Day tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Ini menjadi tonggak persatuan buruh. Tidak ada lagi kelompok eksklusif, semua bersatu dalam satu panggung,” ujarnya.
Peran MBG dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Dalam pidatonya di Lapangan Monas, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program MBG sangat penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak. Ia menanyakan kepada saudara-saudara apakah MBG bermanfaat atau tidak. Dengan tegas, ia menjawab bahwa MBG sangat penting untuk anak-anak.
Prabowo menyebutkan bahwa banyak anak Indonesia hingga kini masih mengalami kurang gizi. “Badannya kecil, selnya tidak berkembang ya,” ujarnya.
Selain itu, MBG juga dianggap mampu menghidupkan ekonomi masyarakat, termasuk para petani. “Dengan MBG ekonomi kita hidup di mana-mana saudara-saudara sekalian. Rakyat butuh telur, rakyat butuh daging, rakyat butuh sayur, susu, ikan. Ekonomi kita hidup, petani-petani kita dapat penghasilan saudara-saudara sekalian,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa uang yang digunakan dalam program ini beredar di seluruh Indonesia, sehingga membuat negara lebih kuat dan sejahtera. “Uang ini semua beredar, Indonesia tambah kuat, Indonesia tambah sejahtera saudara-saudara sekalian,” kata Presiden Prabowo.










Discussion about this post