Kinerja Ekspor Sumut pada Maret 2026
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, kinerja ekspor Sumatera Utara pada bulan Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 12,46% secara tahunan (year-on-year/yoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Meskipun demikian, secara kumulatif dari Januari hingga Maret 2026 terhadap Januari hingga Maret 2025, ekspor Sumut mengalami pertumbuhan sebesar 1,93%.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menjelaskan bahwa nilai ekspor Sumut per Maret 2026 turun menjadi 867,09 juta dolar Amerika Serikat (AS), dari sebelumnya 990,46 juta dolar AS pada Maret 2025.
Penurunan Terbesar di Sektor Pertanian
Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang mengalami penurunan paling dalam, baik secara tahunan maupun secara kumulatif. Menurut Asim, sektor pertanian pada Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 34,09 juta dolar AS atau -41,97% (yoy) menjadi 47,1 juta dolar AS. Secara kumulatif, dari Januari-Maret 2026, sektor ini juga mengalami penurunan sebesar 59,62 juta dolar AS atau -27,45% dibandingkan Januari-Maret 2025, menjadi 157,6 juta dolar AS.
Golongan Barang Utama yang Mengalami Penurunan
Beberapa golongan barang utama yang mencatatkan penurunan terbesar pada Januari-Maret 2026 antara lain:
- Kopi, teh, dan rempah-rempah: Turun sebesar 59,06 juta dolar AS atau -38,97%. Golongan ini juga tercatat mengalami penurunan ekspor terbesar secara tahunan yakni -44,21% (yoy).
- Karet dan barang dari karet: Turun sebesar 8,31 juta dolar AS atau -3,23%.
- Lemak dan minyak hewan/nabati, termasuk CPO: Tumbuh melambat sebesar 0,20% dari 1.178,6 juta dolar AS periode Januari-Maret 2025 menjadi 1.181 juta dolar AS pada Januari-Maret 2026. Meski begitu, secara tahunan, golongan ini tercatat mengalami penurunan ekspor hingga -30,30% (yoy) dibanding Maret 2025.
Tujuan Ekspor Utama Sumut
China tetap menjadi tujuan ekspor utama produk dari Sumut pada periode Januari-Maret 2026. Pangsa ekspor ke China tercatat sebesar 17,45% dengan nilai mencapai 518 juta dolar AS. Disusul Amerika Serikat sebesar 12,85% dengan nilai 381,46 juta dolar AS, dan India sebesar 6,95% dengan nilai 206,47 juta dolar AS.
“Kontribusi ketiga negara terhadap nilai kinerja ekspor Sumut mencapai 37,25%,” ujar Asim.
Kinerja Impor dan Neraca Perdagangan
Dari sisi impor, kinerja impor Sumut pada Maret 2026 juga tertekan sedalam 15,15% (yoy) menjadi 377,41 juta dolar AS dari Maret 2025 yang mencapai 444,80 dolar AS. Pada periode Januari-Maret 2026 dibanding Januari-Maret 2025, impor juga mengalami penurunan sebesar 0,13%, dengan nilai impor pada Maret 2026 mencapai 409,05 juta dolar AS.
Asim menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat neraca perdagangan Sumut secara kumulatif surplus sebesar 3,53%, namun defisit hingga 10,26% jika dibandingkan dengan posisi Maret 2025.










Discussion about this post