klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

Analisis: AS Bisa Serang Militer Iran Jika Perundingan Gagal

Redaksi by Redaksi
12 Mei 2026 - 21:56
Reading Time: 3 mins read
0
Analisis: AS Bisa Serang Militer Iran Jika Perundingan Gagal

Analisis Perkembangan Tegangannya Hubungan AS dan Iran

Pihak analis memperkirakan bahwa Amerika Serikat (AS) mungkin akan segera bertindak untuk melemahkan kemampuan militer Iran jika perundingan gagal. Menurut laporan yang dikutip oleh beberapa media, target utama AS diperkirakan mencakup sistem rudal, armada laut, serta fasilitas terkait nuklir Iran.

Perundingan antara AS dan Iran masih berlangsung mengenai program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi. Namun, mantan perencana Staf Gabungan AS, Seth Krummrich, menyatakan bahwa kedua belah pihak memulai dari “minus 1.000” karena tidak saling percaya. Hal ini menunjukkan bahwa proses negosiasi sangat rapuh.

Beberapa waktu terakhir, AS melakukan serangan terhadap pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz. Meskipun serangan tersebut bukan dimaksudkan sebagai awal perang atau pengakhiran gencatan senjata, hal ini menunjukkan meningkatnya ketegangan antara dua negara. Serangan itu dilakukan setelah Iran meluncurkan 15 rudal balistik dan jelajah ke Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), yang dianggap sebagai serangan tingkat rendah oleh pejabat AS.

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa AS dapat melanjutkan pemboman terhadap Iran jika perundingan gagal. Ini termasuk kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi dan pusat ekspor Iran. Letnan Jenderal Angkatan Udara Purnawirawan David Deptula mengatakan konflik yang kembali memanas bisa menjadi perebutan kendali eskalasi.

Target AS diperkirakan mencakup rudal balistik dan jelajah, pertahanan udara, aset serangan maritim, jaringan komando, infrastruktur IRGC, saluran dukungan proksi, serta fasilitas terkait nuklir. Fokus awal kemungkinan adalah kapal serang cepat Iran di Selat Hormuz.

RP Newman, analis militer sekaligus veteran Korps Marinir, menyatakan bahwa AS telah menghancurkan enam kapal, sementara Iran masih memiliki sekitar 400 kapal. Ia juga mengatakan kurang dari 1 persen pasukan IRGC telah tewas, dengan jumlah pasukan yang masih berkisar antara 150.000 hingga 190.000 personel.

Laksamana Muda Purnawirawan Mark Montgomery mengatakan AS kemungkinan akan melanjutkan tekanan ekonomi selama tiga hingga enam minggu lagi sebelum melakukan eskalasi yang lebih luas. Fox News melaporkan bahwa blokade maritim AS digunakan sebagai alternatif dibandingkan langsung menyerang Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Iran Sedang Meninjau Proposal AS

Sementara itu, penasihat juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ali Safari, mengatakan pihaknya sedang meninjau proposal AS di tengah ketegangan dan saling baku tembak di Selat Hormuz. Ia mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa Iran telah menanggapi semua tindakan AS di selat tersebut dan kini menyebut proses itu sebagai upaya membangun kembali kepercayaan dengan AS.

“Kami sedang meninjau proposal mereka,” kata Safari. Ia menambahkan bahwa Iran telah menerima pesan melalui berbagai saluran yang menyebut AS tidak menginginkan eskalasi militer. Ia mengatakan Iran tidak ingin menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar, tetapi menegaskan AS telah menyerang Iran dan Teheran telah memberikan respons.

“Serangan-serangan itu tidak dapat lagi diabaikan,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa AS tidak dapat lagi menggunakan Selat Hormuz untuk menyerang Iran maupun negara-negara di kawasan tersebut. Safari mengatakan prioritas Iran adalah menghentikan perang, membuka kembali Selat Hormuz, dan mencegah pembajakan oleh AS.

“Ketika kami mengatakan mengakhiri perang, yang kami maksud adalah semua front, terutama Lebanon,” tambahnya. Safari juga mengatakan Iran sedang berhubungan dengan pihak-pihak resmi di Lebanon. Ia turut mengkritik negara-negara regional yang mendukung rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran karena dinilai telah membuka wilayah mereka terhadap agresi AS.

Ia mengatakan Uni Emirat Arab termasuk di antara negara-negara yang telah berpartisipasi dalam perang melawan Iran. Senada dengan Safari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa pihaknya sedang meninjau tanggapan dari pejabat Amerika Serikat dan menyiapkan balasan resmi. Mengutip laporan Al Jazeera, Baghaei juga menekankan fokus pada upaya mengakhiri perang, termasuk rencana 14 poin yang disampaikan kepada Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.

Ia mengatakan saat ini perhatian utama adalah mencari cara mengakhiri perang dan menjembatani kesenjangan antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, hingga kini ia belum menyebutkan waktu pasti penyampaian pesan tersebut.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang
Internasional

China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang

18 Oktober 2026 - 14:47
Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi
Internasional

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi

17 Oktober 2026 - 15:49
Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin
Internasional

Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin

17 Oktober 2026 - 04:20
Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis
Internasional

Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis

15 Oktober 2026 - 21:25
Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada
Internasional

Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada

15 Oktober 2026 - 20:32
IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz

12 Oktober 2026 - 17:27
Next Post
Jadwal Shalat Makassar Hari Ini, Minggu 10 Mei 2026

Jadwal Shalat Makassar Hari Ini, Minggu 10 Mei 2026

Jadwal Shalat Balikpapan Hari Ini, Minggu 10 Mei 2026

Jadwal Shalat Balikpapan Hari Ini, Minggu 10 Mei 2026

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com