klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

Kim Jong Un Luncurkan Kapal Nuklir Pertama, Ancaman Baru Mengintai AS

Redaksi by Redaksi
12 Mei 2026 - 07:35
Reading Time: 3 mins read
0
Kim Jong Un Luncurkan Kapal Nuklir Pertama, Ancaman Baru Mengintai AS

Pemimpin Korea Utara Memeriksa Kapal Perang Nuklir Pertama

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, melakukan inspeksi terhadap kapal perang berkemampuan nuklir pertama negaranya. Inspeksi ini dilakukan saat kapal tersebut berlayar di lepas pantai barat Korea Utara pada hari Kamis (7/5/2026). Kapal yang diberi nama Choe Hyon disebut mampu membawa rudal berhulu ledak nuklir dan akan mulai dioperasikan pada bulan Juni mendatang.

Media pemerintah Korea Utara, KCNA, menyebut kapal tersebut sebagai bagian penting dari program modernisasi militer Pyongyang. Informasi ini juga dilaporkan oleh beberapa media internasional. Dalam inspeksi tersebut, putri Kim Jong Un juga turut hadir. Ia berdiri di belakang ayahnya saat bertemu dengan awak angkatan laut dan menghadiri jamuan makan bersama kru kapal perang tersebut.

Memperluas Program Nuklir ke Laut

Kapal perang baru ini menjadi bagian dari ambisi Korea Utara untuk memperluas kemampuan nuklirnya dari basis darat ke wilayah laut. Langkah ini dinilai dapat menghadirkan ancaman baru bagi pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Pada Februari 2026, Pyongyang mengumumkan program persenjataan lima tahun yang mencakup pengembangan kapal perang dan kapal selam bersenjata nuklir.

Program tersebut bertujuan untuk memperkuat daya serang sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem peluncuran rudal berbasis darat. Kim Jong Un disebut ingin mengatasi kelemahan utama kekuatan nuklir Korea Utara yang selama ini seluruhnya berada di daratan. Kondisi ini membuat fasilitas rudal Korut lebih mudah dipantau oleh sistem pengawasan AS dan Korea Selatan, sehingga berpotensi dihancurkan sebelum rudal diluncurkan.

Para analis menilai kemampuan nuklir berbasis laut akan mempersulit Washington dan sekutunya melacak seluruh titik peluncuran rudal Korea Utara.

Uji Coba Rudal dari Kapal Perang

Korea Utara mengklaim telah menguji coba rudal jelajah strategis dan rudal anti-kapal dari Choe Hyon. Menurut media pemerintah, seluruh rudal berhasil mengenai sasaran secara akurat dan dilengkapi sistem anti-gangguan untuk membantu navigasi. Meski demikian, para pakar militer menilai klaim tersebut masih sulit diverifikasi secara independen. Hingga kini belum ada kepastian mengenai seberapa canggih kemampuan tempur kapal perang baru Pyongyang itu.

Foto yang dirilis KCNA menunjukkan kapal perusak Choe Hyon melakukan uji tembak rudal di lokasi yang dirahasiakan pada April lalu.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Potensi Kerja Sama dengan Rusia dan China

Modernisasi angkatan laut Korea Utara juga dinilai membuka peluang kerja sama militer yang lebih erat dengan Rusia dan China. “Kim Jong Un menunjukkan keinginan membangun kekuatan angkatan laut bersenjata nuklir sebagai bagian dari blok CRINK,” kata Yang Uk, pakar militer dari Asan Institute for Policy Studies di Seoul. Istilah CRINK merujuk pada poros informal yang terdiri dari China, Rusia, Iran, dan Korea Utara.

Hubungan Pyongyang dan Moskwa diketahui semakin dekat sejak Korea Utara mendukung operasi militer Rusia di Ukraina. Kedekatan itu disebut memberi keuntungan teknologi bagi Korea Utara, termasuk dalam pengembangan sistem pertahanan udara dan kapal perang. Sejumlah analis militer memperkirakan kapal perusak kelas Choe Hyon kemungkinan menggunakan teknologi pertahanan udara buatan Rusia.

Militer Korea Selatan juga menyebut Moskwa diduga turut membantu pengembangan kapal tersebut, meski belum menjelaskan bentuk dukungan secara rinci.

Meningkatkan Tensi Keamanan di Kawasan Asia Timur dan Pasifik

Kehadiran kapal perang nuklir ini menandai babak baru dalam strategi militer Korea Utara, sekaligus meningkatkan tensi keamanan di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Dengan pengembangan kapal perang nuklir, Korea Utara menunjukkan komitmennya untuk memperkuat posisi militer negaranya di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks.


ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang
Internasional

China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang

18 Oktober 2026 - 14:47
Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi
Internasional

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi

17 Oktober 2026 - 15:49
Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin
Internasional

Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin

17 Oktober 2026 - 04:20
Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis
Internasional

Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis

15 Oktober 2026 - 21:25
Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada
Internasional

Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada

15 Oktober 2026 - 20:32
IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz

12 Oktober 2026 - 17:27
Next Post
Perusahaan yang untung dari perang AS-Iran

Perusahaan yang untung dari perang AS-Iran

Busi Balap: Meningkatkan Performa atau Hanya Ilusi?

Busi Balap: Meningkatkan Performa atau Hanya Ilusi?

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com