klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

AS Siap Bantu Kapal Lewati Selat Hormuz, Iran Sebut Trump Langgar Gencatan Senjata

Redaksi by Redaksi
6 Mei 2026 - 23:52
Reading Time: 3 mins read
0
AS Siap Bantu Kapal Lewati Selat Hormuz, Iran Sebut Trump Langgar Gencatan Senjata

Peringatan Iran terhadap AS atas Rencana Bantu Kapal di Selat Hormuz

Iran telah memberikan peringatan tajam kepada Amerika Serikat (AS) mengenai rencana pihak AS untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Menurut Ebrahim Azizi, kepala komite keamanan nasional parlemen Iran, setiap upaya AS untuk mengganggu lalu lintas maritim di wilayah tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Ia menulis di jejaring sosial X bahwa “Selat Hormuz dan Teluk Persia tidak akan diatur oleh unggahan khayalan Trump.”

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan rencana operasi bernama “Project Freedom” untuk membantu kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz akibat konflik antara AS dan Iran. Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyatakan bahwa negara-negara dari seluruh dunia yang kapalnya terjebak di jalur maritim tersebut meminta bantuan AS untuk membebaskan mereka. Ia menekankan bahwa langkah-langkah ini akan dimulai pada Senin pagi, waktu Timur Tengah.

Rencana Operasi AS untuk Membantu Kapal di Selat Hormuz

Rencana AS untuk “mengarahkan” kapal melalui Selat Hormuz masih menyisakan banyak pertanyaan tentang bagaimana hal itu akan berjalan. Menurut laporan Wall Street Journal, rencana Trump adalah mekanisme yang memungkinkan negara-negara, perusahaan asuransi, dan perusahaan pelayaran untuk mengoordinasikan navigasi di Selat Hormuz. Namun, rencana tersebut tidak mencakup pengawalan kapal-kapal komersial oleh kapal perang AS saat mereka melewati Selat Hormuz.

CNN melaporkan bahwa “Project Freedom” bukanlah misi untuk mengawal kapal yang melewati Selat Hormuz. Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dukungan untuk operasi tersebut akan mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta platform tak berawak multi-domain.

Seorang peneliti dari Lowy Institute dan mantan perwira Angkatan Laut Australia, Jennifer Parker, memperkirakan militer AS akan meningkatkan kehadiran di sekitar Selat Hormuz untuk menjamin keamanan pelayaran. Ia menjelaskan bahwa langkah ini bukan sekadar perlindungan langsung terhadap kapal tertentu, tetapi upaya menciptakan rasa aman di seluruh kawasan. Ini bisa melibatkan pengerahan kapal perang dan pesawat patroli untuk mendeteksi serta menghadapi potensi ancaman terhadap kapal komersial.

Latar Belakang Konflik AS-Israel vs Iran

Konflik antara AS dan Iran memicu serangan besar-besaran pada 28 Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Dalam serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dan digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei. Serangan ini terjadi dua hari setelah perundingan nuklir antara AS dan Iran di Jenewa yang belum mencapai kesepakatan.

Iran menuduh AS dan Israel mengembangkan senjata nuklir, sementara Teheran menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di beberapa negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Selain itu, Iran menghentikan perundingan nuklir dan memblokade Selat Hormuz, yang menyebabkan lonjakan harga minyak dan memicu kekhawatiran krisis energi global.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Gencatan Senjata dan Perundingan yang Belum Berhasil

Memasuki hari ke-40 konflik, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan mulai 8 April, yang kemudian diperpanjang tanpa batas oleh Presiden Donald Trump. Namun, perundingan lanjutan pada 11 April di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan karena masih adanya persoalan penting yang belum terselesaikan.

Setelah kegagalan tersebut, AS melakukan blokade terhadap jalur pelayaran Iran di Selat Hormuz. Pada 25 April, AS sempat berencana mengirim delegasi ke Islamabad untuk membuka kembali peluang negosiasi, tetapi Iran menolak dialog langsung, sehingga rencana kunjungan tersebut akhirnya dibatalkan.

Pihak Iran terus berkomunikasi dengan mediator, Pakistan, untuk menyampaikan posisinya dan tuntutan terhadap AS sebagai syarat mengakhiri perang. Pada 1 Mei, Iran menyampaikan proposal baru kepada AS melalui Pakistan.

Menurut laporan Axios pada 3 Mei, Amerika Serikat menyerahkan draf revisi lain untuk perjanjian mengakhiri perang. Tindakan ini diambil sebagai tanggapan terhadap proposal terbaru yang sebelumnya diajukan oleh Iran. Namun, publikasi tersebut tidak menyebutkan isi proposal AS atau amandemen yang dibuat terhadapnya.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang
Internasional

China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang

18 Oktober 2026 - 14:47
Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi
Internasional

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi

17 Oktober 2026 - 15:49
Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin
Internasional

Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin

17 Oktober 2026 - 04:20
Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis
Internasional

Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis

15 Oktober 2026 - 21:25
Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada
Internasional

Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada

15 Oktober 2026 - 20:32
IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz

12 Oktober 2026 - 17:27
Next Post
MotoGP Prancis 2026 – KTM Umumkan Pengganti Vinales untuk Hasil Terbaik di Kandang

MotoGP Prancis 2026 - KTM Umumkan Pengganti Vinales untuk Hasil Terbaik di Kandang

Rupiah tetap rapuh, peluang tembus Rp17.500 makin besar

Rupiah tetap rapuh, peluang tembus Rp17.500 makin besar

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com