Harga Emas Antam Naik Pada Hari Ini
Harga emas dari PT Aneka Tambang Tbk atau yang dikenal sebagai emas Antam mengalami kenaikan pada hari Kamis, 21 Mei 2026. Kenaikan ini tercatat sebesar Rp 35.000 per gram dibandingkan dengan harga kemarin.
Berdasarkan data yang tersedia di laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini mencapai Rp 2.800.000 per gram. Angka ini lebih tinggi dibandingkan harga kemarin, yaitu Rabu, 20 Mei 2026, yang tercatat sebesar Rp 2.765.000 per gram. Sementara itu, harga emas pada hari sebelumnya, yaitu Selasa, 19 Mei 2026, mencapai Rp 2.789.000 per gram, sehingga mengalami penurunan sebesar Rp 24 ribu.
Sebelumnya, harga emas Antam pernah mencapai level tertinggi sepanjang masa, yaitu sebesar Rp 3.168.000 per gram pada 29 Januari 2025. Namun, pada bulan Mei 2026, harga tertinggi tercatat pada tanggal 12 Mei 2026, yaitu sebesar Rp 2.859.000 per gram.
Selain itu, harga jual kembali (buyback) emas batangan Antam juga mengalami kenaikan. Harga buyback hari ini naik sebesar Rp 35 ribu menjadi Rp 2.604.000 per gram.
Perkembangan Harga Emas Dunia
Menurut informasi dari Trading Economics, harga emas dunia pada hari Kamis, 21 Mei 2026, tercatat sebesar US$ 4.500 per ons. Angka ini menunjukkan kenaikan lebih dari 1 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Grafik harga emas hari ini menunjukkan tren kenaikan dibandingkan dengan harga sebelumnya.
Pergerakan harga emas didorong oleh meningkatnya keyakinan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran akan segera tercapai. Kesepakatan ini berpotensi meredakan tekanan inflasi serta mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa negaranya sedang berada di tahap akhir negosiasi dengan Iran. Pernyataan ini memicu harapan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali. Prospek pemulihan aliran pengiriman tersebut menyebabkan penurunan tajam harga minyak, yang membantu meredakan ketakutan inflasi dan menurunkan ekspektasi bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter.
Perspektif Bank Sentral AS
Di sisi lain, notulen dari pertemuan kebijakan terbaru Bank Sentral AS, Federal Reserve, menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat percaya bahwa kenaikan suku bunga tahun ini masih dapat dibenarkan jika inflasi tetap berada di atas target 2 persen. Investor tetap terpecah dalam memprediksi apakah bank sentral akan menaikkan suku bunga atau membiarkan biaya pinjaman tetap tidak berubah hingga akhir tahun.










Discussion about this post