Aksi Massa APMK di Samarinda Seberang
Pagi ini, kawasan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, menjadi sorotan setelah puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK) berkumpul di Perum Keledang Mas Baru. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran hukum dan praktik korupsi yang diduga dilakukan oleh pejabat pemerintahan tinggi di wilayah tersebut.
Massa yang terlihat berjalan dengan tertib mulai memadati titik kumpul sejak pukul 08.29 WITA. Mereka mengenakan atribut aksi yang menunjukkan kekompakan dan semangat perjuangan. Dengan barisan yang rapat, para demonstran bersiap melakukan long march menuju Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim).
Di depan barisan, mobil komando tampak memimpin perjalanan dengan pengeras suara yang mulai menyuarakan orasi-orasi awal. Meskipun aksi berlangsung secara damai, pesan yang disampaikan oleh massa cukup tajam dan menunjukkan ketegasan terhadap isu yang mereka bawa.
Koordinator Aksi Menegaskan Tujuan
Koordinator Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansyah, menjelaskan bahwa aksi hari ini bukan sekadar gertakan. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan dokumen-dokumen yang terkait dugaan pelanggaran hukum dan praktik KKN yang dilakukan oleh Gubernur Kaltim Rudy Masud.
“Kami akan berorasi sebentar, kemudian menyerahkan surat tuntutan atau laporan kita ke penegak hukum (Kejati Kaltim). Dokumen berkas yang kita kumpulkan ini terkait dugaan pelanggaran hukum dan praktik KKN yang dilakukan Gubernur Kaltim,” ujar Erly saat ditemui sebelum bergerak menuju kantor Kejati.
Didampingi Sekretaris dan Humas aliansi, Erly menambahkan bahwa dokumen yang dibawa merupakan hasil rangkuman investigasi yang telah dilakukan oleh pihaknya. Ia menilai bahwa langkah ini penting untuk menegakkan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan di Kalimantan Timur.
Persiapan Menuju Kantor Kejati
Hingga berita ini diturunkan, massa yang bergerak menuju kantor Kejati Kaltim yang terletak di Jalan Bung Tomo sudah berada di gerbang markas korps Adhyaksa. Pihak kepolisian juga tampak berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif.
Selain itu, massa yang terlibat dalam aksi ini terlihat sangat disiplin dan mengikuti aturan yang berlaku. Tidak ada indikasi kekerasan atau anarkisme dalam proses perjalanan mereka.
Harapan dan Tuntutan
Dalam aksinya, massa APMK tidak hanya ingin menyampaikan keluhan mereka, tetapi juga memberikan tekanan agar pihak berwajib segera menindaklanjuti laporan yang mereka ajukan. Mereka berharap bahwa lembaga penegak hukum dapat bertindak cepat dan adil dalam menangani kasus-kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat tinggi.
Tuntutan ini juga diharapkan bisa menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan memastikan bahwa semua kebijakan serta keputusan yang diambil benar-benar demi kepentingan rakyat.










Discussion about this post