Prakiraan Cuaca Jawa Tengah untuk Hari Jumat, 22 Mei 2026
Jawa Tengah (Jateng) akan menghadapi prakiraan cuaca yang beragam pada hari Jumat, 22 Mei 2026. Dari 35 kabupaten dan kota di wilayah ini, sebagian besar akan mengalami hujan ringan. Secara total, terdapat 31 wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan ringan. Informasi ini diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.
Agar aktivitas harian tidak terganggu, masyarakat disarankan untuk mempersiapkan diri dengan baik. Berikut adalah prediksi lengkap cuaca untuk esok hari:
Wilayah yang Diprediksi Hujan Lebat
- Demak
- Jepara
Wilayah yang Diprediksi Hujan Ringan
- Banjarnegara
- Banyumas
- Batang
- Blora
- Boyolali
- Brebes
- Cilacap
- Grobogan
- Karanganyar
- Kebumen
- Kendal
- Klaten
- Kota Magelang
- Kota Pekalongan
- Kota Salatiga
- Kota Semarang
- Kudus
- Magelang
- Pati
- Pekalongan
- Pemalang
- Purbalingga
- Purworejo
- Rembang
- Seemarang
- Sragen
- Sukoharjo
- Tegal
- Temanggung
- Wonogiri
- Wonosobo
Wilayah yang Diprediksi Cerah Berawan
- Kota Surakarta
- Kota Tegal
Suhu udara rata-rata di Jawa Tengah akan berkisar antara 16 derajat celcius hingga 31 derajat celcius. Kecepatan angin rata-rata mencapai antara 6 km per jam hingga 12 km per jam.
Puncak Musim Kemarau di Jawa Tengah
BMKG memprediksi bahwa puncak kekeringan di Jawa Tengah akan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat, terutama dalam menyiapkan pasokan air bersih untuk masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyediakan sebanyak 123 juta liter air bersih di 18 kabupaten/kota yang berpotensi terancam bencana kekeringan. Namun, distribusi air tersebut menghadapi kendala akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa 123 juta liter air bersih sudah siap didistribusikan. Pihaknya saat ini sedang melakukan pemetaan termasuk alat distribusi. Ia menambahkan bahwa masih ada kajian dan penghitungan terkait biaya distribusi mengingat adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi.
“Kami masih melakukan kajian dan penghitungan terkait biaya distribusi mengingat adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi,” ujarnya dalam rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan (POK) triwulan I-2026, di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang.
Ia juga menyebut bahwa informasi dari BMKG menunjukkan bahwa dampak El Nino pada tahun 2026 akan berdampak pada kemarau yang lebih lama di Jateng. Ancaman kemarau tahun ini juga diprediksi tidak jauh berbeda dengan puncak kemarau ekstrem tahun 2019 dan tahun 2023.
Ketersediaan Air Bersih di Jawa Tengah
Bergas merinci bahwa ketersediaan air bersih di Jawa Tengah paling banyak di Klaten dengan jumlah 57,6 juta liter. Selanjutnya, Boyolali memiliki 13,4 juta liter, Kabupaten Semarang 12,9 juta liter, Blora 5,1 juta liter, Purworejo 5,06 juta liter, Wonosobo 5 juta liter, Purbalingga 4,4 juta liter, Wonogiri 3,7 juta liter, Banjarnegara 3,6 juta liter, dan Grobogan 3,1 juta liter.
Sebaliknya, ketersediaan air yang dilaporkan terendah di Batang dengan 331 ribu liter, Kota Salatiga 250 ribu liter, Demak 150 ribu liter, dan Kabupaten Pekalongan 80 ribu liter.
Beberapa daerah seperti Kota Solo dan Kota Magelang tidak melaporkan ketersediaan air karena merasa tidak pernah terdampak.
Upaya Penanganan Kekeringan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan bahwa persoalan kekeringan akan ditangani secara bersama-sama, termasuk dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan beberapa pelibatan BUMD agar dampak kemarau bisa dikurangi, termasuk dampak terhadap swasembada pangan.









Discussion about this post