Kloter 14 Aceh Tiba di Jeddah, Satu Jamaah Gagal Berangkat
Sebanyak 397 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Aceh tiba dengan lancar di Bandara King Abdul Aziz di Jeddah pada Rabu pagi (20/5/2026). Mereka tiba setelah terbang dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Aceh Besar, pada pukul 05.40 WIB. Kloter ini merupakan kloter terakhir yang diberangkatkan dari Aceh dan sering disebut sebagai Kloter Pelangi.
Kloter 14 ini terdiri dari jamaah yang berasal dari beberapa kabupaten dan kota di Aceh, seperti Bener Meriah, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Singkil. Dari total 397 jamaah, sebagian besar berasal dari Bener Meriah dan Banda Aceh. Saat tiba di Jeddah, kondisi bandara dan gerbang batas kota suci terlihat tidak ramai seperti biasanya. Hal ini diduga terkait dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan ibadah haji, terutama wukuf di Arafah.
Cuaca di Kota Jeddah dan Mekkah terbilang cerah dengan suhu berkisar antara 40-43 derajat Celcius. Semua jamaah tampak dalam kondisi prima tanpa ada kendala apa pun. Kloter 14 dipimpin oleh Pimpinan Kloter Saifullah MAg dari Kantor Kemenag Aceh, sementara Pembimbing Ibadah adalah Ust Haji Zulkarnaini dari KUA Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.
Setelah tiba, jamaah langsung bergabung dengan kloter-kloter sebelumnya yang telah lebih dulu tiba dan menginap di hotel-hotel di sekitar kawasan Jarwal. JCH kloter 14 dijadwalkan melakukan umrah wajib pada malam hari. Sebagian dari mereka memilih tawaf qudum karena ingin menjalankan ibadah haji ifrad.
Satu Jamaah Gagal Berangkat
Meski keberangkatan berjalan lancar, satu jamaah gagal berangkat ke Tanah Suci. Jamaah tersebut adalah Saminah Nyomo Santani asal Bener Meriah. Ia dinyatakan tidak laik terbang akibat gangguan kesehatan saat pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.
Saminah menjadi salah satu dari 18 jamaah yang gagal berangkat meski telah masuk Asrama Haji Embarkasi Aceh. Para jamaah yang gagal berangkat akan kembali diberangkatkan pada musim haji tahun berikutnya.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, menyampaikan bahwa total jamaah haji asal Aceh yang berangkat tahun ini mencapai 5.484 orang. Jumlah ini sedikit lebih rendah dari rencana awal sebanyak 5.502 orang. Adapun 18 jamaah yang gagal berangkat terdiri dari:
- 9 orang batal sebelum masuk asrama haji
- 5 orang meninggal dunia sebelum masuk asrama
- 4 orang ditunda keberangkatannya setelah masuk asrama karena kondisi kesehatan
Menurut data PPIH, Banda Aceh menjadi daerah dengan jumlah jamaah terbanyak, yaitu 689 orang. Disusul Pidie dengan 571 orang dan Aceh Besar dengan 542 orang. Sementara itu, Simeulue menjadi daerah dengan jumlah jamaah paling sedikit, hanya 27 orang.
Persiapan untuk Ibadah Haji
Arijal menegaskan kepada para jamaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji, terutama saat menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Proses ibadah di Armuzna membutuhkan tenaga dan kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, jamaah diminta memperbanyak istirahat dan mengurangi aktivitas ziarah maupun wisata religi di Kota Mekkah.
Ia juga menyarankan agar jamaah fokus mempersiapkan diri untuk ibadah, memperbanyak zikir, dan melantunkan doa. Puncak ibadah haji di Arafah dinilai sangat menguras tenaga, terutama bagi jamaah lanjut usia. Oleh karena itu, jamaah diminta memanfaatkan waktu persiapan untuk menjaga stamina dan memprioritaskan energi demi pelaksanaan ibadah wajib nanti.
Selain itu, jamaah juga diimbau selalu mendengarkan arahan petugas selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.










Discussion about this post