Minat Investor untuk Kelola Tiga Blok Migas di Aceh
Beberapa investor atau perusahaan migas menunjukkan ketertarikan untuk masuk mengelola tiga blok migas yang ada di wilayah Aceh, baik offshore maupun onshore. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, beberapa waktu lalu.
Menurut Nasri, perusahaan atau investor yang melirik potensi migas Aceh mencakup perusahaan asing hingga perusahaan lokal. Hal ini menunjukkan bahwa potensi migas Aceh masih sangat menjanjikan dan kembali mendapat kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Adapun investor yang telah menyatakan minat untuk berinvestasi pada blok migas di Aceh antara lain konsorsium Jepang yang terdiri atas JAPEX (Japan Petroleum Exploration Co., Ltd.) dan JOGMEC (Japan Oil, Gas and Metals National Corporation). Mereka tertarik pada Blok Andaman III yang berada di lepas pantai Pidie Jaya. Blok ini sebelumnya dikelola oleh Repsol, dan kini konsorsium Jepang tersebut melirik potensi migas di sana.
Selain itu, terdapat Blok Lhokseumawe yang kontraknya dengan Zaratex telah berakhir. Kini, blok lepas pantai tersebut dilirik oleh perusahaan lokal, PT Energi Hijau, yang akan melakukan studi bersama (joint study) dengan perusahaan asal Malaysia, Barakah Petroleum.
Terakhir, ada Blok South Block A (SBA) yang berada di Aceh Timur. Blok ini kini diminati oleh BUMD milik Pemerintah Aceh, PT Pembangunan Aceh (PEMA), untuk mengelola. Sebelumnya, blok ini sempat hilang dari peta migas Indonesia karena digabungkan dengan Blok Meuligoe, menjadi Blok Meuseuraya dan bahkan sempat masuk dalam daftar lelang Kementerian ESDM.
Namun, melalui perjuangan panjang dan lobi BPMA, blok tersebut kembali muncul dan kini ditawarkan kepada PEMA. Perusahaan daerah itu pun menyatakan minat untuk mengelolanya.
Tiga Blok Migas yang Dilirik
-
Blok Andaman III
Diminati oleh Japex dan Jogmec asal Jepang. Mereka tertarik pada blok yang sebelumnya dikelola oleh Repsol. -
Blok Lhokseumawe
Diminati oleh Energi Hijau dan Barakah Petroleum asal Malaysia. Mereka akan melakukan studi bersama untuk mengeksplorasi potensi migas di sana. -
Blok SBA
Diminati oleh Pema, BUMD Aceh. Blok ini kini ditawarkan setelah melalui proses panjang dan lobi BPMA.
Nasri Djalal juga mengungkapkan bahwa masuknya investor dari berbagai latar belakang membuktikan bahwa iklim investasi migas di Aceh semakin membaik. Pihaknya akan terus memberikan dukungan guna menjaga kepercayaan investor agar segera berinvestasi di Aceh, terlebih Indonesia saat ini sedang mengejar target peningkatan pasokan energi.
Minat dari tiga investor tersebut juga semakin menegaskan posisi Aceh sebagai bagian dari pertumbuhan energi nasional.
Perusahaan yang Beroperasi dan Rencana Pengembangan
Selain itu, Nasri menyebutkan bahwa terdapat dua kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang saat ini telah beroperasi dan menunjukkan rencana pengembangan lapangan baru.
-
Medco E&P Melaka
Selama ini menjadi operator di wilayah kerja A di Aceh Timur. Perusahaan ini berencana melakukan pengeboran pada awal 2027. -
PT Pema Global Energi (PGE)
Menjadi operator di wilayah kerja B di Aceh Utara. Perusahaan ini juga berencana melakukan pengeboran baru tahun ini dengan target mendapatkan kondensat dan gas. -
Triangle Pase
Menjadi operator di Blok Pase. Perusahaan tersebut juga merencanakan pengeboran sumur-sumur baru tahun ini.
Nasri menargetkan Aceh mampu mencapai lifting sebesar 10 ribu barel minyak per hari, termasuk kondensat. Hal ini merupakan bagian dari upaya mendukung target nasional produksi 1 juta barel per hari.
Oleh karena itu, ia mendorong dua perusahaan yang saat ini telah berstatus produksi, yakni Medco E&P Malaka dan Pema Global Energi, untuk terus meningkatkan kegiatan pengeboran sumur baru, guna menemukan sumber energi tambahan. Ia juga mendorong perusahaan-perusahaan tersebut untuk terus meningkatkan teknologi dan produksi.
Menurutnya, lapangan-lapangan yang dikelola saat ini merupakan lapangan tua dengan sumber daya yang sudah terbatas. Karena itu, peningkatan produksi perlu didukung dengan pengeboran lapangan-lapangan baru di masing-masing wilayah kerja.










Discussion about this post