JAKARTA — Indeks Bisnis-27 dibuka di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Senin (20/4/2026), dengan sentimen positif dari pasar global. Beberapa saham unggulan seperti DSNG, TLKM hingga PGEO menjadi pendorong utama penguatan indeks ini.
Berdasarkan data dari IDX Mobile pada pukul 09.05 WIB, indeks yang merupakan hasil kerja sama dengan Bisnis Indonesia ini dibuka menguat sebesar 0,18% ke level 502,66. Penguatan ini didorong oleh kinerja sejumlah saham unggulan yang menunjukkan peningkatan signifikan.
Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) naik sebesar 2,40% ke Rp1.705, sedangkan saham T Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menguat 1,94% ke Rp3.160. Di sisi lain, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) juga mengalami kenaikan sebesar 1,44% ke Rp1.055.
Selain itu, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turut menguat 1,35% ke Rp2.260, diikuti oleh saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang naik 0,88% ke Rp1.715.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami pelemahan. Contohnya adalah saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) yang turun 0,98% ke Rp4.030. Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 0,81% ke Rp3.680. Saham PT Bukit Asam Tbk. turun 1,03% ke Rp2.870, dan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) terkoreksi 1,03% ke Rp1.915.
Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Potensi pengujian resistance di kisaran 7.700–7.720 diperkirakan akan terjadi.
Secara teknikal, IHSG memiliki level support di 7.500 dan pivot di kisaran 7.600. Namun, perlu diperhatikan bahwa harga minyak mentah mengalami koreksi tajam. Minyak mentah WTI turun hampir 12% ke level US$83 per barel, sedangkan Brent melemah sekitar 9% ke kisaran US$90 per barel. Penurunan ini dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham, termasuk IHSG, karena dapat meredakan tekanan inflasi.
Namun, dinamika geopolitik masih menjadi faktor utama yang membayangi pasar. Pernyataan Presiden AS terkait kelanjutan blokade Selat Hormuz, serta langkah Iran yang kembali menutup jalur tersebut, menambah ketidakpastian. Pasar kini menanti perkembangan negosiasi antara kedua negara, terutama menjelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 21 April 2026.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati sejumlah sentimen global lainnya, seperti musim laporan keuangan kuartal I/2026 di AS serta rilis data ekonomi penting, termasuk penjualan ritel, sektor manufaktur, dan jasa. Di sisi kebijakan moneter, perhatian tertuju pada pidato calon Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang berpotensi memberikan petunjuk arah suku bunga ke depan.
Sementara itu, dari dalam negeri, pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), data pertumbuhan kredit, serta jumlah uang beredar (M2) yang dijadwalkan rilis pekan ini. Data-data tersebut dinilai akan memberikan gambaran kondisi likuiditas serta arah kebijakan moneter domestik.










Discussion about this post