klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Berita Utama

Puncak Haji: Jemaah Jalani Wukuf, Kualitas Haji RI Meningkat

Redaksi by Redaksi
1 Juni 2026 - 19:16
Reading Time: 6 mins read
0
Puncak Haji: Jemaah Jalani Wukuf, Kualitas Haji RI Meningkat

Pelaksanaan Wukuf Arafah dan Khotbah yang Menginspirasi



Pelaksanaan wukuf Arafah, yang merupakan puncak dari ibadah haji, dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah 1447 Hijriah, yang jatuh pada hari Selasa (26 Mei). Para jemaah haji melaksanakan berbagai ibadah seperti salat, membaca Al-Quran, berzikir, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Di tenda misi haji Indonesia, juga diselenggarakan khotbah wukuf yang disampaikan oleh khotib KH Asep Saifuddin Chalim, anggota Amirul Haj Indonesia.

Tema khotbah wukuf kali ini adalah “Tri Sukses Haji: Jalan Menuju Haji Mabrur dan Kemaslahatan Bangsa.” Dalam naskah khotbahnya, KH Asep menekankan bahwa ibadah haji tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga harus membawa dampak sosial dan ekonomi bagi umat dan bangsa. Ia menegaskan bahwa wukuf bukan hanya tentang kehadiran fisik di Arafah, tetapi juga kehadiran hati di hadapan Allah SWT. Jemaah diajak untuk memperbanyak istighfar, munajat, dan doa untuk diri sendiri, keluarga, umat Islam, hingga bangsa Indonesia.

Dalam khotbah tersebut, KH Asep mengutip hadis, “Haji adalah Arafah,” untuk menegaskan inti dari ibadah haji sebagai momen kembali dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, haji mabrur tidak berhenti pada selesainya rangkaian manasik. Kemabruran haji justru terlihat dari perubahan perilaku setelah kembali ke Tanah Air.

“Haji mabrur bukan hanya selesai manasik. Haji mabrur adalah perubahan hidup yang akan menampakkan diri pada wujud hati yang lebih lembut, ibadah yang lebih terjaga, lisan yang lebih santun, sikap yang lebih sabar dan bijak, serta kepedulian yang lebih nyata dalam kehidupan,” ujar KH Asep.

Selain pesan spiritual, khotbah wukuf juga menyoroti pentingnya persaudaraan dan persatuan. Jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul dalam satu tujuan dan disatukan oleh tauhid, meskipun memiliki latar belakang suku, bahasa, dan budaya yang berbeda.

Kiai Asep menyebut konsep Tri Sukses Haji sebagai arah penyelenggaraan haji Indonesia. Tri sukses tersebut mencakup sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses keadaban dan peradaban. “Tri Sukses Haji bukan sekadar slogan. Ia adalah arah khidmah. Ia adalah cara kita memastikan bahwa ibadah haji memberi manfaat bagi pribadi, umat, bangsa, dan peradaban,” demikian kutipan khotbah tersebut.

Pada aspek sukses ritual, jemaah diminta memahami tata cara ibadah sesuai syariat agar seluruh rangkaian haji berjalan sah. Sementara pada sukses ekosistem ekonomi, pengelolaan dana dan layanan haji diharapkan dilakukan secara amanah, transparan, dan memberi manfaat bagi ekonomi umat serta produk Indonesia. Adapun sukses keadaban dan peradaban ditekankan melalui pembentukan akhlak jemaah agar menjadi pribadi yang santun, jujur, disiplin, serta membawa kedamaian di tengah masyarakat setelah kembali dari Tanah Suci.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

“Ketika pulang ke Tanah Air, jemaah haji harus membawa kesejukan. Ia harus menjadi penengah, bukan pemecah,” kata Kiai Asep.

Haji Murni Ibadah untuk Allah



Khotbah wukuf dipusatkan pemerintah Arab Saudi di Masjid Namirah di padang Arafah, Selasa (26 Mei). Imam dan khotib Masjid Nabawi, Syekh Ali Al-Hudzaifi, bertugas menyampaikan khotbah. Dalam khotbahnya, Syekh Al-Hudzaifi menegaskan bahwa haji adalah ibadah yang murni untuk Allah Swt, bukan arena slogan politik atau seruan partisan. Haji dibangun di atas ketundukan kepada Allah, mengikuti sunah Nabi Muhammad Saw serta kesucian lahir dan batin.

“Tidak ada kefasikan, tidak ada pertengkaran dalam haji, tidak ada slogan politik maupun seruan partai, melainkan hanya ketundukan kepada Allah,” ujar doktor fikih dan politik syariah ini. Syekh Al-Hudzaifi menjelaskan bahwa para jemaah datang dari berbagai penjuru dunia untuk menunaikan ibadah haji demi mencari rida Allah dan pahala-Nya, sambil mengagungkan Baitullah dan syiar-syiar suci. Khotbah itu juga memuat sejumlah nasihat keimanan dan petunjuk agama dengan mengutip sejumlah ayat Al-Quran dan hadis Nabi Muhammad Saw.

Syekh Al-Hudzaihi mengajak jemaah untuk bertakwa kepada Allah karena takwa merupakan jalan keselamatan di dunia dan akhirat. Ia menegaskan bahwa bekal terbesar menghadapi hari kiamat adalah mewujudkan tauhid, beribadah hanya kepada Allah, dan menjauhi maksiat serta dosa. Syekh Al-Hudzaifi juga menyebut bahwa salah satu makna takwa adalah keikhlasan dalam beribadah kepada Allah, serta mempersiapkan akhirat dengan melakukan ketaatan dan meninggalkan segala hal yang dimurkai Allah.

Pelaksanaan Haji Alami Banyak Perbaikan



Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan sambutannya dalam wukuf di Arafah pada Selasa (26 Mei) bertempat di tenda misi haji Indonesia. Cucun menyampaikan bahwa pada pelaksanaan ibadah haji 2026 ini, DPR bersinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk melakukan peningkatan. “Sedikit demi sedikit, sekarang sudah banyak dirasakan oleh masyarakat, rakyat kita yang sedang melaksanakan ibadah haji,” ucap Cucun.

Politikus PKB ini mengatakan, peningkatan layanan ibadah haji tahun ini sudah mulai dirasakan jemaah Indonesia di Tanah Suci. Menurut dia, berbagai kekurangan pelayanan pada tahun-tahun sebelumnya juga mulai bisa dimitigasi dengan lebih baik. “Banyak perbaikan yang sudah dilakukan dibandingkan pelayanan haji tahun-tahun sebelumnya. Kelemahan-kelemahan pelayanan yang terjadi di tahun sebelumnya mampu dimitigasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan kendala yang signifikan,” kata Cucun.

Sejauh ini, kata dia, DPR mengapresiasi kerja keras Kementerian Haji dan Umrah beserta seluruh petugas haji dalam melayani jemaah mulai dari keberangkatan di tanah air, pelayanan di Madinah, Makkah, hingga puncak haji di Arafah. “Ratusan ribu jemaah haji Indonesia ini betul-betul merasa dilayani,” ucapnya.

Menhaj Meninjau Tenda Jemaah



Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf meninjau jemaah haji Indonesia di Markaz 59. Di Markaz ini, ada jemaah dari Embarkasi Solo dan Palembang. Gus Irfan menyambangi tenda jemaah pada Senin (25 Mei) malam. Ia melihat satu per satu tenda untuk mengecek fasilitasnya, baik ketersediaan kasur hingga AC yang dingin.

Gus Irfan ingin memastikan seluruh jemaah mendapatkan fasilitas sesuai, tidak ada yang tidak kebagian kasur atau konsumsi saat di Arafah. Dalam momen tersebut, ia juga sempat berbincang dengan jemaah, menanyakan kegiatan mereka serta kesiapan fasilitas di tenda. “Nasinya habis, ini lauknya masih banyak?” tanya Gus Irfan kepada jemaah asal Embarkasi Solo. “Habis Pak, lauknya kebanyakan,” jawab jemaah tersebut. “Tendanya adem nggak? Isi full, adem nggak?” tanya Gus Irfan. “Adem Pak,” jawab jemaah lain.

Gus Irfan kemudian melanjutkan menyapa jemaah yang baru tiba di Arafah. Seturunnya dari bus, jemaah langsung disalami satu per satu olehnya. “Selamat datang bapak, ibu,” kata Gus Irfan.

Apresiasi untuk Peningkatan Pelayanan Haji



Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Andre Rosiade, memberikan apresiasi tinggi terhadap peningkatan layanan haji Indonesia tahun 2026. Menurut Andre, berbagai pembenahan yang dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata, terutama setelah dibentuknya Kementerian Haji dan Umrah. Penilaian itu disampaikan Andre usai mengikuti rapat kerja bersama Amirul Hajj di Makkah, Minggu (24 Mei) waktu setempat.

Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, Andre menilai kualitas pelayanan terhadap jemaah haji Indonesia tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, mulai dari proses keberangkatan, pemondokan, katering hingga transportasi jemaah di Tanah Suci. “Secara overall, mulai dari keberangkatan sampai hari ini, kami tentu mengapresiasi bahwa pelayanan itu jauh lebih baik dari sebelumnya. Ini perlu kita garis bawahi. Sampai jemaah mulai berangkat hingga hari ini, Alhamdulillah pelayanannya berjalan baik dan ini memang layak diapresiasi,” kata Andre yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR.

Politisi Gerindra asal Sumatera Barat (Sumbar) itu secara khusus menyoroti peningkatan kualitas akomodasi jemaah reguler di Madinah. Menurutnya, tahun ini pemerintah berhasil menghadirkan fasilitas pemondokan yang jauh lebih nyaman dengan lokasi yang sangat dekat dari Masjid Nabawi. Bahkan ribuan jemaah reguler disebut menikmati fasilitas hotel bintang lima. Andre mengaku melihat langsung bagaimana pelayanan tersebut dirasakan jemaah. Ia menyebut sebanyak 8.507 jemaah Indonesia mendapatkan hotel bintang lima dengan jarak terjauh hanya sekitar 700 meter dari Masjid Nabawi.

“Ini luar biasa. Saya melihat sendiri bagaimana jemaah mendapatkan pelayanan yang sangat baik. Ada 8.507 jemaah kita yang menempati hotel bintang lima dan jaraknya paling jauh hanya sekitar 700 meter. Ini tentu menjadi kemajuan besar dan harus diapresiasi,” kata Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Tak hanya soal pemondokan, Andre juga memuji langkah pemerintah dalam menjaga kualitas konsumsi jemaah. Menurutnya, efisiensi anggaran berhasil dilakukan tanpa mengurangi mutu pelayanan. Bahkan biaya katering disebut turun 4 riyal dibanding tahun 2025, namun kualitas makanan justru meningkat. Selain itu, Andre turut menyoroti inovasi transportasi yang diterapkan pemerintah untuk jemaah yang tinggal di kawasan hunian cukup jauh dari Masjidil Haram, seperti di kawasan Al-Hidayah. Jika sebelumnya jarak menjadi keluhan utama jemaah, kini pemerintah menghadirkan skema bus direct atau langsung menuju Masjidil Haram sehingga perjalanan menjadi jauh lebih cepat dan nyaman.

“Memang Al-Hidayah itu relatif jauh, tetapi saya melihat Kementerian Haji bersama DPR sudah memiliki solusi yang tepat. Busnya dibuat direct, langsung menuju Masjidil Haram. Sekarang waktu tempuhnya hanya sekitar 20 menit. Ini tentu sangat membantu jemaah,” ungkap Andre.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Buldoser Ratakan Lahan di Kampung Tua Bagan, Diduga Timbun Mangrove untuk KSB Ilegal
Berita Utama

Buldoser Ratakan Lahan di Kampung Tua Bagan, Diduga Timbun Mangrove untuk KSB Ilegal

9 Oktober 2026 - 10:47
Irjen  Asep Safrudin Diangkat Jadi Kabareskrim Polri, Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri
Berita Utama

Irjen Asep Safrudin Diangkat Jadi Kabareskrim Polri, Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri

3 Oktober 2026 - 10:24
Dulu Jadi Primadona Wisata, Kini Pantai Desa Teluk Mata Ikan Terancam Lumpur Proyek
Berita Utama

Dulu Jadi Primadona Wisata, Kini Pantai Desa Teluk Mata Ikan Terancam Lumpur Proyek

1 Oktober 2026 - 16:20
GAIA Dental Clinic Hadirkan Pemeriksaan Gigi Gratis di IRIS Badminton Batam
Berita Utama

GAIA Dental Clinic Hadirkan Pemeriksaan Gigi Gratis di IRIS Badminton Batam

30 September 2026 - 15:34
Diduga Imbas Proyek Cut and Fill, Jalan Pattimura Punggur – Batam Center Berlumpur dan Licin
Berita Utama

Diduga Imbas Proyek Cut and Fill, Jalan Pattimura Punggur – Batam Center Berlumpur dan Licin

28 September 2026 - 15:07
Yuniarni Pustoko Weni: Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
Berita Utama

Yuniarni Pustoko Weni: Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

25 September 2026 - 14:47
Next Post
5 fakta mengerikan keluarga tewas saat glamping di Temanggung

5 fakta mengerikan keluarga tewas saat glamping di Temanggung

7 cara menyimpan kerang, simpan dalam wadah terbuka

7 cara menyimpan kerang, simpan dalam wadah terbuka

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com