jabar. Bogor – Tim Angklung Srikandi turut meramaikan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-209 Kebun Raya melalui penampilan kolaboratif bersama sejumlah grup angklung dari Jakarta dan Depok, serta band yang tampil dalam rangkaian acara tersebut.
Pelatih Angklung Srikandi, Ilham Banyu Setia, mengatakan bahwa penampilan kali ini menjadi pengalaman pertama bagi timnya dalam rangkaian HUT Kebun Raya. Meski tidak ada latihan khusus secara bersama, kolaborasi antarkelompok berjalan lancar karena para pemain telah saling mengenal sebelumnya.
“Ini pertama kalinya kami tampil dalam rangkaian HUT Kebun Raya. Walaupun tidak ada latihan gabungan, penampilan tetap berjalan baik karena antargrup sudah saling mengenal,” ujar Ilham.
Dalam penampilannya, Tim Angklung Srikandi membawakan sekitar 13 hingga 14 lagu dari berbagai genre. Sejumlah lagu daerah yang ditampilkan mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari para pengunjung yang hadir di lokasi acara.
Pemain Angklung Srikandi, Lia Yuliyani, menyebut respons penonton menjadi salah satu momen berkesan selama pertunjukan berlangsung. Menurutnya, minat masyarakat terhadap musik tradisional masih cukup tinggi, terutama ketika dikemas dalam pertunjukan kolaboratif.
“Lagu daerah yang dibawakan ternyata mendapat respons sangat baik dari pengunjung. Mereka terlihat antusias mengikuti penampilan kami,” kata Lia.
Untuk menjaga kualitas penampilan, Tim Angklung Srikandi rutin menggelar latihan setiap dua minggu sekali. Persiapan tersebut dilakukan guna meningkatkan kekompakan dan kualitas musikal para pemain dalam setiap kesempatan tampil.
Penampilan kolaboratif tersebut sekaligus menjadi upaya pelestarian seni musik tradisional angklung agar tetap diminati masyarakat lintas generasi.
Selain menghadirkan hiburan, pertunjukan itu juga memperkuat kolaborasi komunitas seni budaya dari berbagai daerah di sekitar Bogor, Jakarta, dan Depok.
Penampilan yang Menggembirakan
Berikut beberapa hal yang membuat penampilan Angklung Srikandi menarik perhatian:
-
Kolaborasi yang Lancar
Meskipun tidak ada latihan khusus, para pemain dari berbagai grup angklung dapat bekerja sama dengan baik. Hal ini disebabkan oleh hubungan yang sudah terjalin sebelumnya antara anggota tim. -
Penggemar yang Antusias
Para pengunjung sangat antusias saat mendengarkan lagu-lagu daerah yang dipersembahkan. Respons positif ini menunjukkan bahwa musik tradisional masih memiliki daya tarik yang kuat. -
Variasi Genre Musik
Tim Angklung Srikandi membawakan lagu-lagu dari berbagai genre, sehingga menawarkan pengalaman yang beragam bagi para penonton.
Upaya Pelestarian Seni Tradisional
Angklung Srikandi tidak hanya bertujuan untuk hiburan, tetapi juga berkomitmen untuk melestarikan seni musik tradisional. Dengan rutin melakukan latihan, mereka berusaha menjaga kualitas dan kekompakan dalam setiap penampilan.
Kehadiran mereka dalam acara HUT Kebun Raya merupakan bentuk dukungan terhadap seni musik tradisional. Selain itu, pertunjukan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar komunitas seni budaya di wilayah Bogor, Jakarta, dan Depok.
Peran Komunitas dalam Melestarikan Budaya
Komunitas seni budaya seperti Angklung Srikandi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional. Dengan menghadirkan pertunjukan yang menarik dan interaktif, mereka mampu menarik perhatian masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih menghargai warisan budaya.
Beberapa langkah yang dilakukan oleh komunitas ini antara lain:
-
Meningkatkan Kesadaran Budaya
Melalui pertunjukan dan pelatihan, masyarakat diajak untuk lebih memahami nilai-nilai budaya lokal. -
Mendorong Partisipasi Generasi Muda
Dengan menyediakan ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi, seni tradisional dapat terus berkembang dan dinikmati oleh banyak orang. -
Membangun Jaringan Komunitas
Kolaborasi antar komunitas seni budaya membantu memperkuat ikatan sosial dan memperluas jangkauan penggemar seni tradisional.
Dengan berbagai upaya tersebut, seni musik angklung dapat tetap hidup dan berkembang, bahkan di tengah tantangan modernisasi.










Discussion about this post