BATAM, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Kota Batam bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam secara resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Penguatan Urusan Ketenagakerjaan di Kota Batam yang berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (11/9/2026).
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Ketua APINDO Kota Batam Rafky Rasyid serta disaksikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya.
Langkah affirmative action ini diambil untuk merespons pertumbuhan ekonomi Batam yang melonjak hingga 7,28 persen pada Semester I 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp29,9 triliun, namun dihadapkan pada tingginya angka pengangguran akibat arus migrasi masuk tertinggi kedua nasional setelah Jakarta.
Dalam kerja sama ini, sebanyak 30 perusahaan besar di Batam berkomitmen mengalokasikan minimal 20 persen kuota rekrutmen untuk pekerja tempatan, yang diawali dengan komitmen PT Pegai Union menyerap 200 tenaga kerja lokal.
Pemko Batam juga memaksimalkan alokasi dana Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Foreign/Asing (IMTA) sebesar Rp40 miliar untuk program pelatihan kerja dan sertifikasi keterampilan melalui sistem digital SIMNAKER.
Penandatanganan MoU ini diselenggarakan guna memastikan lonjakan pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja warga lokal.
Sinergitas antara pemerintah daerah dan 700 perusahaan anggota APINDO ini diproyeksikan mampu menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) serta memperkuat kesejahteraan masyarakat tempatan di Kota Batam.
“Sering menjadi diskursus di ruang publik bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi belum berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja lokal. Lewat MoU ini, kita tidak lagi hanya mengandalkan imbauan verbal. Kita perkuat komitmen agar perusahaan-perusahaan di Batam memprioritaskan penyerapan tenaga kerja tempatan. Tingginya arus masuk penduduk harus kita imbangi dengan kebijakan berpihak, di samping mengoptimalkan dana IMTA senilai Rp40 miliar untuk pelatihan kerja masyarakat.” ujar Wali Kota Batam Amsakar Achmad.
Wamendagri Bima Arya mengapresiasi terobosan Pemko Batam dalam membangun ekosistem ekonomi inklusif sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga identitas kebudayaan Melayu di tengah modernisasi kota.
Acara ditutup dengan sosialisasi teknis aplikasi SIMNAKER kepada 300 pimpinan perusahaan dan HRD. (din)










Discussion about this post