BATAM, KLIKKEPRI.com – Praktik yang diduga penyelundupan barang keluar wilayah Free Trade Zone (FTZ) masih berlangsung di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Modus yang digunakan yakni memanfaatkan kapal Roll on-Roll off (Roro) pada trip terakhir untuk membawa keluar sembako ilegal.
Sumber KLIKKEPRI.com menyebut, barang FTZ dimuat ke lori ekspedisi di Batam, kemudian dikirim ke Tanjung Uban. Dari Tanjung Uban barang dibawa ke Tanjungpinang.
Setibanya di Tanjungpinang, barang dipindahkan ke kendaraan pikup dan dibawa ke Pelabuhan Dompak. Selanjutnya dimuat ke kapal kayu tujuan Kabupaten Lingga.
“Sembako berbagai merek itu sudah dipesan toke dari Lingga. Lori ekspedisi tinggal jemput ke gudang di Batam, lalu dibawa ke Tanjungpinang dan selanjutnya dikirim ke Lingga menggunakan kapal kayu ” kata sumber yang enggan disebutkan namanya, Rabu 9 September 2026.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut berlangsung hampir setiap hari dengan menggunakan tiga armada lori ekspedisi.
“Mereka berangkat dari Punggur menggunakan kapal Roro trip terakhir. Lori itu langsung masuk area parkir pelabuhan tanpa ada pemeriksaan dari Bea Cukai Pos Telaga Punggur,” ujarnya.
Sebelumnya, praktik serupa sempat terhenti karena pemeriksaan ketat dari Bea Cukai Batam.
Hingga berita ini diturunkan, KLIKKEPRI.com masih berupaya mengonfirmasi dugaan tersebut kepada pihak Bea Cukai Batam dan ASDP Telaga Punggur.(Din)










Discussion about this post