BATAM, KLIKKEPRI.com – Sebanyak 20 inovasi terbaik dari perangkat daerah, puskesmas, dan satuan pendidikan di lingkungan Pemerintah Kota Batam memasuki tahap penilaian Batam Innovation Award (BIA) 2026 yang berlangsung pada 5–6 Agustus 2026 di Kantor Wali Kota Batam.
Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Batam ini menjadi wadah apresiasi sekaligus stimulus untuk memicu lahirnya terobosan baru dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sebanyak 20 nominator terbaik yang lolos seleksi terbagi ke dalam dua kategori utama, yakni 10 inovasi digital dan 10 inovasi non-digital.
Pada kategori non-digital, beberapa inovasi unggulan seperti GURITA20 dari SMPN 20 Batam, SI BIJAK GO! dari Bapenda Batam, hingga KUFAS TUNTAS dari UPT Puskesmas Sei Lekop turut diuji. Sementara pada kategori digital, aplikasi eBPHTB 2.0 dari Bapenda, SIMPELASN dari BKPSDM, SIMANIS dari Disdukcapil, serta layanan kesehatan berbasis digital dari sejumlah puskesmas menjadi tumpuan utama.
Proses penilaian dilakukan secara ketat dan transparan oleh tim juri independen melalui pemaparan materi presentasi, pendalaman kriteria inovasi, serta sesi tanya jawab mendalam untuk mengukur dampak serta keberlanjutan dari tiap-tiap program.
“Batam Innovation Award bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi ruang bagi perangkat daerah dan unit kerja untuk menunjukkan berbagai terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, efektivitas tata kelola pemerintahan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inovasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin efektif dan responsif.” ujar Kepala BRIDA Kota Batam Efrius.
Melalui penyelenggaraan Batam Innovation Award 2026, Pemko Batam berharap iklim dan budaya berinovasi dapat terintegrasi secara berkelanjutan di seluruh lini instansi.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pelayanan publik yang transparan, efisien, dan modern di Kota Batam. (din)










Discussion about this post