Kronologi Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek menabrak KRL dari belakang di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Korban jiwa sudah mencapai 14 orang.
Peristiwa Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur
Pada Senin, 27 April 2026, malam hari, terjadi kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Insiden ini menyebabkan korban jiwa sebanyak 14 orang, dengan ratusan korban luka-luka yang sedang ditangani oleh pihak medis.
Menurut keterangan Munir, salah satu penumpang KRL, kejadian bermula saat kereta yang dia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. KRL itu berhenti karena menabrak taksi. Saat itu, kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek melintas dari belakang dan langsung menghantam KRL yang sedang berhenti. “Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong,” kata Munir di lokasi kejadian.
Dia menjelaskan bahwa akibat tabrakan tersebut, gerbong perempuan KRL rusak parah. Sejumlah penumpang di dalam gerbong kesulitan mengevakuasi diri karena akses tertutup bangku dan gerbong yang hancur. Penumpang lain, Hendri, mengaku mendengar suara keras seperti ledakan saat kecelakaan terjadi. “Ya kalau kedengerannya seperti suara bom, saking kencangnya,” ujar Hendri.
Sebelum insiden terjadi, rangkaian KRL disebut tiba di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.30 WIB. Hendri mengatakan, KRL itu berhenti cukup lama karena adanya lintasan kendaraan mobil di sekitar jalur stasiun. “Jadi tadi sebenarnya kereta ini mendahului kereta saya dari Bekasi Timur sekitar 15 menit,” kata Hendri.
Tidak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas menabrak bagian belakang rangkaian KRL, yang adalah gerbong khusus perempuan. “Nah ini Argo Bromo nabrak gerbong belakang yang di tempatkan perempuan, agak masuk ke dalam. Jadi korban kita enggak tahu berapa jumlahnya, ini sedang dievakuasi,” ujarnya.
Hendri menggambarkan suasana saat kejadian, di mana sirene langsung berbunyi dan kondisi sekitar dipenuhi kepanikan. “Awalnya biasa-biasa saja, tapi begitu ada tabrakan ini kan sirene langsung bunyi dan asap seperti kelihatan tabrakan besar,” ujarnya.
Setelah kejadian, proses evakuasi langsung dilakukan di lokasi. Hendri menyebut sejumlah ambulans dikerahkan untuk membawa korban dari lokasi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permintaan maaf atas insiden kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur.
Penanganan Korban dan Tindakan Darurat
Manager Humas DAOP 1 Jakarta Franoto Wibowo dalam tayangan Breaking News Kompas TV menyampaikan bahwa pihaknya memastikan tengah melakukan evakuasi terhadap para korban dalam kejadian tersebut. Proses evakuasi melibatkan kepolisian, TNI, Basarnas, pemadam kebakaran, PMI, dan tenaga kesehatan lainnya.
“Untuk korban kami berusaha untuk mengevakuasi ke rumah sakit terdekat. Tercatat di rumah sakit ada dua korban meninggal dunia, sekali lagi kami DAOP 1 Jakarta memohon maaf dan berbelasungkawa sebesar-besarnya,” tutur Franoto.
Update terbaru menurut Kompas TV, korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut tersebut sudah menjadi 14 orang. Informasi tersebut disampaikan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Selasa (28/4/2026). “Update pukul 08.45 WIB, 14 (orang) meninggal dunia,” kata Bobby.
Sementara korban luka-luka, dia menyebut berjumlah 84 orang. Menurut penjelasannya, puluhan korban luka tersebut telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Penanganan korban kecelakaan kereta dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Tindakan Pihak KAI dan Layanan Darurat
KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. Selain itu, KAI mengatakan seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.
Bobby menyampaikan barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kecelakaan telah diamankan dan saat ini berada di layanan “lost and found”. Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Dalam kesempatan yang berbeda, Dirut PT KAI menyatakan pihaknya telah mendirikan Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur, serta membuka layanan call center 121 untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang.
“Kami mengadakan posko tanggap darurat di stasiun ini, dan melalui call center 121,” kata Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa pagi.
Dia juga mengimbau keluarga korban yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat mendatangi posko darurat ataupun menghubungi call center yang telah disediakan pihaknya. “Ada apa-apa silakan keluarga dari korban, silakan bisa menghubungi call center 121 atau mengunjungi posko tanggap darurat kami di stasiun ini,” ucapnya.









Discussion about this post