klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Human Interest

Patung Santo Yusuf Arimatea Buatan Indonesia Sambut Paskah Paus Leo XIV

Redaksi by Redaksi
2 April 2026 - 23:26
Reading Time: 4 mins read
0
Patung Santo Yusuf Arimatea Buatan Indonesia Sambut Paskah Paus Leo XIV

Patung Yusuf Arimatea Khas Indonesia Dipersembahkan untuk Paus di Vatikan

Menjelang perayaan Paskah, Paus Leo XIV mendapatkan sebuah hadiah istimewa di Vatikan. Sebuah patung karya seniman Indonesia yang menggambarkan Yusuf Arimatea dan momen penurunan tubuh Yesus Kristus dari salib dipersembahkan kepada pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia itu. Karya ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia dengan detail simbolik yang kaya, mulai dari penggunaan warna hingga penamaan khusus. Peristiwa ini juga menjadi momen penting bagi delegasi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) dalam mempererat hubungan dengan Takhta Suci melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penggunaan Bahasa Indonesia di Vatican News.

Momen Bersejarah di Lapangan Santo Petrus

Pada hari Rabu, 25 Maret 2026, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, delegasi PWKI dan KWI menghadap Paus Leo XIV dalam sebuah audiensi umum. Momen istimewa terjadi ketika Stanislaus Jumar Sudiyana, atas nama delegasi, menyerahkan patung Yusuf Arimatea kepada Paus. Patung ini memiliki makna mendalam, merepresentasikan adegan penurunan jenazah Yesus Kristus dari kayu salib setelah wafat.

Selain Yusuf Arimatea, patung ini juga menampilkan empat tokoh lain yang terlibat dalam proses tersebut: Bunda Maria, Maria Magdalena, serta dua orang suruhan Yusuf Arimatea. Desain patung ini merupakan hasil pemikiran AM Putut Prabantoro, pendiri PWKI.

Dalam audiensi tersebut, delegasi PWKI yang hadir antara lain Mayong Suryo Laksono, Bonfilio Mahendra Wahanaputera, dan Asni Ovier Dengen Paluin. Sementara itu, dari KWI turut hadir Ketua Komisi Komunikasi Sosial yang juga Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, serta Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial, Rm. Petrus Noegroho Agoeng Sri Widodo. Delegasi kedua organisasi ini didampingi oleh Rm. Markus Solo Kewuta SVD, satu-satunya pejabat Vatikan yang berasal dari Indonesia.

MoU Penggunaan Bahasa Indonesia di Vatican News

Kunjungan delegasi PWKI dan KWI ke Vatikan tidak hanya terbatas pada penyerahan patung. Misi utama mereka adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang akan menjadikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi yang digunakan oleh Vatican News. MoU ini ditandatangani oleh KWI dan Dikasteri (Kementerian) Komunikasi Takhta Suci, sebuah langkah signifikan dalam memperluas jangkauan Vatican News dan memfasilitasi akses informasi bagi penutur Bahasa Indonesia di seluruh dunia.

Mengenal Sosok Yusuf Arimatea

Yusuf Arimatea adalah tokoh penting dalam kisah Alkitab. Ia digambarkan sebagai seorang elit Yahudi yang berpengaruh, memiliki status sosial tinggi, dan merupakan anggota Mahkamah Agama Yahudi (Sanhedrin). Meskipun memiliki kedudukan terhormat, Yusuf Arimatea secara diam-diam adalah salah satu murid Yesus.

Saat peristiwa penyaliban Yesus, Yusuf Arimatea menunjukkan keberanian luar biasa. Ia memberanikan diri untuk meminta jenazah Yesus kepada Pontius Pilatus, penguasa Roma di Yerusalem, agar dapat dimakamkan dengan layak. Setelah permintaannya dikabulkan, Yusuf Arimatea menurunkan jenazah Yesus dari salib dan memakamkannya di sebuah makam yang telah ia siapkan.

Sebuah Karya Unik dan Pertama di Indonesia

Menurut Putut Prabantoro, patung tiga dimensi Yusuf Arimatea ini merupakan karya seni religius pertama di Indonesia yang menggambarkan adegan penurunan tubuh Yesus dari salib. Ia menambahkan bahwa adegan serupa sangat jarang ditemukan, bahkan di Roma, Italia, yang merupakan pusat Gereja Katolik dunia.

Proses pembuatan patung ini tidaklah mudah. Putut Prabantoro meminta bantuan Mas Nico dari Brata Gallery di Yogyakarta. Sebelum memulai pembuatan, ia telah melakukan penelusuran mendalam melalui berbagai sumber daring. Namun, ia menemukan bahwa pematung di Indonesia maupun toko-toko patung rohani umumnya tidak memiliki referensi atau model jadi untuk adegan spesifik ini.

Desain patung ini didasarkan pada rekonstruksi cerita yang diperoleh Putut Prabantoro dari kakaknya, L. Putut Widiantoro. Widiantoro mengaku mendapatkan bisikan dan penampakan (vision) mengenai kisah penurunan tubuh Yesus oleh Yusuf Arimatea, dan ia meminta adiknya untuk mempersembahkan patung tersebut kepada Paus.

Putut Prabantoro menekankan adanya detail-detail khusus pada fisik patung yang dibuatnya, yang menjadi poin penting dalam menjelaskan proses penurunan tubuh Yesus dari salib. “Praktis, karena tidak ada patung yang tersedia, dirinya harus membuatnya sendiri,” ujarnya.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Dua Elemen Penting: Warna dan Nama

Putut Prabantoro menyoroti dua elemen penting yang membedakan patung karyanya: warna dan penamaan.

  1. Warna Patung:
    Dalam penglihatan kakaknya, adegan penurunan Yesus dari salib digambarkan dengan warna-warni pada pakaian setiap tokoh. Namun, untuk memastikan fokus pada Yusuf Arimatea, Putut Prabantoro secara kreatif meminta pembuat patung untuk memberikan warna khusus pada tokoh utama tersebut. Sementara itu, tokoh-tokoh lainnya diberi warna hitam.
    Alasan pemilihan warna hitam untuk tokoh lain, selain Yusuf Arimatea, adalah untuk melambangkan suasana duka cita yang menyelimuti peristiwa tersebut.

  2. Nama Patung:
    Setelah patung selesai dibuat, Widiantoro meminta agar patung tersebut diberi nama. Nama yang dipilih harus berbahasa Ibrani dan Latin, dua bahasa yang resmi digunakan pada masa peristiwa penyaliban Yesus. Hal ini dilakukan untuk menjaga keaslian historis dan spiritual patung tersebut.

    Untuk memastikan penulisan nama yang tepat dalam kedua bahasa tersebut, Putut Prabantoro berkonsultasi dengan dua pastor: Rm. Markus Solo Kewuta SVD yang bertugas di Vatikan, dan Rm. Antonius Suhermanto, seorang mahasiswa doktoral dari Keuskupan Tanjung Karang.

Proses dari pembuatan sketsa hingga patung selesai membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan.

Penentuan Jadwal dan Tantangan Perjalanan

Kemungkinan untuk bertemu dengan Paus Leo XIV merupakan sebuah kisah tersendiri. Penentuan keberangkatan delegasi ke Vatikan diputuskan oleh Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, Uskup Surabaya. Keputusan ini diambil setelah Putut Prabantoro dan Mayong Suryo Laksono menghadap beliau pada 15 Februari 2026.

Menurut Mayong Suryo Laksono, Uskup Surabaya memutuskan penandatanganan MoU penggunaan resmi Bahasa Indonesia harus dilakukan pada Rabu, 25 Maret 2026. Ada dua alasan utama di balik penentuan tanggal tersebut:

  • Keterbatasan Waktu: Uskup Surabaya hanya memiliki waktu lima hari, yaitu dari tanggal 23 hingga 27 Maret, sebelum harus kembali ke Surabaya pada 28 Maret.
  • Makna Liturgis: Tanggal 25 Maret bertepatan dengan pesta Kabar Sukacita, di mana Malaikat Gabriel menyampaikan kabar gembira kepada Bunda Maria mengenai kehendak Allah agar Maria mengandung dan melahirkan Yesus.

Perjalanan ke Roma tidak luput dari tantangan. Perang antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat menyebabkan kekacauan pada jalur penerbangan di seluruh dunia. Kekhawatiran atas keselamatan penerbangan dan lonjakan harga tiket pesawat ke Eropa hampir membuat keberangkatan ke Roma ditunda oleh Mgr. Didik, panggilan akrab Uskup Surabaya.

Dalam perjalanan tersebut, kisah mengenai patung Yusuf Arimatea diceritakan kepada Mgr. Didik dan Rm. Markus Solo Kewuta SVD. Uskup Surabaya memaknai patung tersebut sebagai sebuah rahasia atau misteri ilahi. Sebagian dari makna misteri ini kemudian “dibongkar” dalam misa kudus yang dilaksanakan pada Rabu, 25 Maret 2026, di kapel Biara St. Maria Teresa Scrilli, Via Baglioni 10, Roma.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Dua Harimau Bandung Zoo Meninggal, Dedi Mulyadi Turun Tangan untuk Ini
Human Interest

Dua Harimau Bandung Zoo Meninggal, Dedi Mulyadi Turun Tangan untuk Ini

6 April 2026 - 23:49
Kekayaan Wira Arizona Naik Rp300 Juta Tahunan, 4 Tahun Jadi Jaksa
Human Interest

Kekayaan Wira Arizona Naik Rp300 Juta Tahunan, 4 Tahun Jadi Jaksa

6 April 2026 - 17:30
Reaksi Ibu saat Okin Disebut Jual Rumah Anak, Mantan Mertua Rachel Vennya Sedih: Semakin Kacau
Human Interest

Reaksi Ibu saat Okin Disebut Jual Rumah Anak, Mantan Mertua Rachel Vennya Sedih: Semakin Kacau

6 April 2026 - 11:47
Penasihat hukum: Ammar Zoni prioritaskan kesehatan mental anaknya
Human Interest

Penasihat hukum: Ammar Zoni prioritaskan kesehatan mental anaknya

6 April 2026 - 06:11
Kondisi macan tutul di Puncak Bogor diduga berasal dari Gunung Gede Pangrango
Human Interest

Kondisi macan tutul di Puncak Bogor diduga berasal dari Gunung Gede Pangrango

6 April 2026 - 05:24
Anak 9 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo, Warga dan SAR Lakukan Pencarian
Human Interest

Anak 9 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo, Warga dan SAR Lakukan Pencarian

6 April 2026 - 03:43
Next Post
Duel Panas PSM vs Persis: Milo Ingatkan Jaga Emosi

Duel Panas PSM vs Persis: Milo Ingatkan Jaga Emosi

SNBP 2026 Diumumkan Pukul 15.00 WIB: Siap Hadapi Hasilmu?

SNBP 2026 Diumumkan Pukul 15.00 WIB: Siap Hadapi Hasilmu?

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com