klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home News

KPK Ungkap Peran Eks Kepala BNPB Suharyanto, Statusnya Menunggu Sikap Puspom TNI

by
17 Oktober 2026 - 07:52
Reading Time: 2 mins read
0
KPK Ungkap Peran Eks Kepala BNPB Suharyanto, Statusnya Menunggu Sikap Puspom TNI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menetapkan status Letjen TNI Suharyanto dalam penyidikan dugaan korupsi Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Meski nama eks Kepala BNPB itu ikut disorot karena adik dan sejumlah stafnya sudah berstatus tersangka, keputusan lanjutan untuk Suharyanto masih bergantung pada Pusat Polisi Militer TNI (Puspom TNI), mengingat dirinya merupakan prajurit aktif.

Plt Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein mengatakan pihaknya telah memaparkan posisi Suharyanto kepada unsur TNI yang hadir dalam rangkaian ekspos perkara pada 13 dan 14 Oktober. Menurut dia, penjelasan itu menjadi dasar untuk tindak lanjut formal melalui surat kepada Panglima TNI. KPK, kata Taufik, memilih pola kerja yang kolaboratif agar proses hukum tetap berjalan seiring dengan mekanisme di lingkungan militer.

“Tadi untuk (eks) Kepala BNPB saat ekspos sudah dijelaskan juga posisinya kepada rekan-rekan TNI yang sudah hadir, baik di hari tanggal 13 dan tanggal 14 (Oktober) yang lebih lengkap begitu,” ujar Ahmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026). Ia menambahkan, penyidik Puspom TNI juga ikut mendampingi saat KPK melakukan penyegelan di kantor BNPB, sehingga perkembangan perkara ini sudah dipahami bersama.

Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan beberapa tersangka. Dari unsur keluarga dan internal BNPB, nama Bima Setiawan, yang disebut sebagai adik Suharyanto, ikut terseret. Selain itu, ada Richard Erlangg selaku tenaga ahli Kepala BNPB, Gabriel Purwaka Sigit yang menjabat Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB/PPK, serta dua pihak swasta, yakni Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian. KPK menyebut penyidikan masih terus dikembangkan, termasuk untuk melihat peran pihak TNI aktif lain yang diduga terkait.

Kasus ini berawal dari dugaan penyimpangan dalam pencairan DSP, dana yang disiapkan pemerintah untuk respons cepat saat bencana. Skema itu dipakai BNPB untuk penanganan keadaan darurat seperti kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Papua, gempa besar di Nusa Tenggara Timur, hingga banjir di Aceh dan Sumatera. Berdasarkan aturan BNPB tahun 2020, pencairan DSP dapat dilakukan secara fleksibel jika memenuhi syarat keadaan darurat tertentu, termasuk penetapan status oleh kepala daerah, presiden, atau kepala BNPB.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, BNPB juga memakai mekanisme penunjukan langsung vendor barang dan jasa melalui dokumen Rencana Kerja Kolaboratif (RKK). Namun, menurut KPK, celah inilah yang diduga dimanfaatkan sejumlah oknum lewat konflik kepentingan dan suap. Penyelidikan sementara dibagi ke dalam dua klaster, salah satunya terkait hubungan afiliasi antara vendor yang dipilih dan tenaga ahli Kepala BNPB yang juga merupakan adik Suharyanto pada periode 2024–2026.

Suharyanto sendiri adalah perwira tinggi TNI Angkatan Darat kelahiran 8 September 1967. Ia lulusan Akademi Militer 1989 dari kecabangan Infanteri (Raider) dan lama bertugas di Kostrad. Sebelum memimpin BNPB sejak 17 November 2021, ia pernah menjabat Pangdam V/Brawijaya dan juga menjadi Sesmilpres pada era Presiden Joko Widodo. Kini, masa depannya dalam perkara ini akan ditentukan oleh langkah lanjutan Puspom TNI setelah KPK menyampaikan hasil penanganan perkara tersebut.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend

Related Posts

Polemik Gaji PNS hingga Gugatan Karhutla Jadi Sorotan Berita Terpopuler Jumat
News

Polemik Gaji PNS hingga Gugatan Karhutla Jadi Sorotan Berita Terpopuler Jumat

17 Oktober 2026 - 09:38
Prabowo Rapatkan Kabinet di Bogor, Bahas Asta Cita hingga Arah Diplomasi
News

Prabowo Rapatkan Kabinet di Bogor, Bahas Asta Cita hingga Arah Diplomasi

17 Oktober 2026 - 08:45
1.550 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Minta Penempatan Diulang setelah Menolak Tawaran Awal
News

1.550 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Minta Penempatan Diulang setelah Menolak Tawaran Awal

17 Oktober 2026 - 08:45
KPK Tahan Tiga Tersangka dan Sita Rp1,2 Miliar dalam OTT di Pemkab Klaten
News

KPK Tahan Tiga Tersangka dan Sita Rp1,2 Miliar dalam OTT di Pemkab Klaten

17 Oktober 2026 - 06:06
Sepuluh Pengusaha PIHK Akui Setor Uang ke KPK, Persoalan Ikhlas Jadi Sorotan Sidang Kuota Haji
News

Sepuluh Pengusaha PIHK Akui Setor Uang ke KPK, Persoalan Ikhlas Jadi Sorotan Sidang Kuota Haji

17 Oktober 2026 - 05:13
KPK Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai BNPB untuk Transaksi Saham
News

KPK Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai BNPB untuk Transaksi Saham

17 Oktober 2026 - 02:34
Next Post
Demokrat Bantah Terlibat Polemik Ijazah Gibran Setelah Jokowi Bicara Operasi Politik

Demokrat Bantah Terlibat Polemik Ijazah Gibran Setelah Jokowi Bicara Operasi Politik

1.550 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Minta Penempatan Diulang setelah Menolak Tawaran Awal

1.550 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Minta Penempatan Diulang setelah Menolak Tawaran Awal

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com