Upaya Pencarian Bocah Hilang di Karanganyar: Perpaduan Tradisi dan Teknologi
Hilangnya seorang bocah berkebutuhan khusus di Dukuh Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, telah memicu berbagai upaya pencarian. Selain melibatkan tim SAR profesional, warga setempat juga menunjukkan kekompakan dan kearifan lokal mereka dalam ikhtiar menemukan Faiz Khairul Nizam (8) yang diduga tenggelam di Sungai DAM Colo.
Ritual “Buk-Buk Teng”: Memanggil Pulang dengan Gema Kearifan Lokal
Pada Senin malam, 30 Maret 2026, suasana Dukuh Tasgunting terasa berbeda. Sekitar 80 warga, terdiri dari berbagai usia, berkumpul untuk menggelar ritual unik yang dikenal sebagai “buk-buk teng”. Dimulai sekitar pukul 18.20 WIB, ritual ini melibatkan berjalan mengelilingi kampung searah jarum jam. Para peserta membawa berbagai peralatan rumah tangga seperti gelas, piring, dan wajan yang dipukul secara ritmis. Suara “buk-buk teng” yang dihasilkan dari benturan alat-alat tersebut berpadu dengan teriakan nama korban, “Faiz, Faiz ndang balio” (Faiz, Faiz lekas pulang).
Ritual ini bukan sekadar keramaian semata, melainkan sebuah bentuk ikhtiar spiritual yang diyakini oleh warga. Ketua RT 02, RW 11, Dukuh Tasgunting, Muslih (43), menjelaskan bahwa “buk-buk teng” merupakan salah satu cara warga untuk memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Salah satu ikhtiar warga, kami berdoa bersama dan berkeliling kampung sambil memanggil nama anak tersebut, harapannya segera ditemukan,” ujar Muslih. Ia menambahkan bahwa ritual ini juga dianggap sebagai mediasi dengan hal-hal gaib yang mungkin menahan anak tersebut.
Muslih juga mengungkapkan bahwa tradisi ini bukanlah hal baru bagi masyarakat setempat. “Ini pertama kali dilakukan yang saya rasakan seumur hidup, dan cara ini pernah dilakukan oleh nenek moyang kami serta pernah juga dilakukan di kampung lain,” katanya, menegaskan akar budaya dari ritual tersebut.
Dukungan Tim SAR dan Strategi Pencarian Berkelanjutan
Sementara warga menggelar ritual kearifan lokal, tim SAR gabungan tak henti-hentinya melakukan pencarian secara profesional. Pencarian yang dilakukan pada Senin (30/3/2026) belum membuahkan hasil, namun semangat pantang menyerah terus membara untuk dilanjutkan keesokan harinya.
Kalak BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengapresiasi langkah yang dilakukan warga Dusun Tasgunting sebagai bentuk kearifan lokal yang patut dihargai. Ia menekankan bahwa upaya ini berjalan berdampingan dengan metode pencarian yang lebih teknis.
Pada hari Kamis, 02 April 2026, strategi pencarian ditingkatkan dengan menggunakan teknik body rafting atau yang dikenal juga dengan istilah “boyo”. Teknik ini melibatkan penyisiran sungai secara langsung oleh tim SAR.
Rencana Pencarian Lanjutan dengan Teknik Body Rafting
Pencarian pada hari Kamis direncanakan akan menyasar beberapa titik strategis di sepanjang Sungai DAM Colo. Fokus utama adalah melakukan body rafting dari Siphon Malangsari, yang berlokasi di Malanggaten, menuju Siphon Gedangan di Kaliwuluh.
Selain itu, tim SAR juga akan melakukan pemeriksaan mendalam di empat titik siphon lainnya yang dianggap berpotensi menjadi lokasi terhanyutnya korban. Keempat titik tersebut meliputi:
- Siphon Ngaru-aru di Macanan
- Siphon Kaliondo di Malanggaten
- Siphon Malangsari di Malanggaten
- Siphon Gedangan di Kaliwuluh
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen penuh dari berbagai pihak, baik masyarakat maupun instansi terkait, untuk menemukan Faiz Khairul Nizam. Perpaduan antara kearifan lokal yang menghadirkan kekuatan spiritual dan dukungan dari tim SAR yang memiliki keahlian teknis diharapkan dapat segera membawa hasil positif. Seluruh elemen masyarakat berharap Faiz dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.










Discussion about this post