klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Human Interest

Pengantin Baru di Halmahera Selatan Raup Rp 420 Juta dari “Bendera Uang” Tamu

Redaksi by Redaksi
4 April 2026 - 16:25
Reading Time: 3 mins read
0
Pengantin Baru di Halmahera Selatan Raup Rp 420 Juta dari “Bendera Uang” Tamu

Tradisi Saro-saro di Halmahera Selatan Berhasil Kumpulkan Uang Rp 420 Juta untuk Pasangan Pengantin Baru

Di Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, pasangan pengantin baru Judda dan Yuni menjadi perbincangan hangat setelah melangsungkan pernikahan pada Sabtu (28/3/2026). Acara pernikahan mereka tidak hanya menarik perhatian masyarakat sekitar, tetapi juga mencatatkan rekor dalam tradisi Saro-saro yang dilaksanakan selama kurang lebih tiga jam, dari pukul 11.00 WIT hingga 14.00 WIT.

Dalam acara tersebut, terkumpul uang sebesar Rp 420 juta yang diberikan oleh para tamu undangan melalui tradisi Saro-saro. Para tamu tampak berbondong-bondong menyambangi kedua mempelai dan memberikan uang kertas yang dibalut dengan lidi. Pecahan uang yang umumnya digunakan adalah Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Jumlah ini membuat Judda dan Yuni menjadi pasangan pengantin baru dengan perolehan nilai Saro-saro tertinggi di wilayah Halmahera Selatan.

Abdan Hajirun, anggota keluarga dari kedua mempelai, menjelaskan bahwa Saro-saro merupakan salah satu tradisi penting dalam masyarakat Maluku Utara, termasuk di Desa Busua. Tradisi ini juga menjadi bagian dari adat istiadat pernikahan khusus suku Makian yang tinggal di wilayah Halmahera Selatan.

“Saro-saro bukan sekadar ritual, tetapi bentuk doa restu dan dukungan kepada pengantin baru. Biasanya acara ini diadakan setelah akad nikah atau dalam acara pernikahan,” kata Abdan saat dihubungi, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan bahwa nilai kebersamaan dalam tradisi Saro-saro sangat terasa dalam setiap pemberian hadiah berupa uang dan barang kepada pasangan pengantin. Hal ini juga mencerminkan solidaritas dan kepedulian sosial masyarakat, sehingga Saro-saro sering kali dilakukan dalam setiap acara pernikahan.

Selain uang tunai, pasangan Judda dan Yuni juga menerima berbagai hadiah seperti satu unit sepeda motor merek Honda Scoopy serta berbagai perlengkapan rumah tangga seperti bokor, penanak nasi, dan kebutuhan lainnya. Menurut Abdan, semua pemberian ini menjadi simbol harapan agar pasangan pengantin dapat membangun rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

“Semoga ini menjadi awal yang baik bagi rumah tangga mereka berdua. Insyaallah mereka dapat menjadi pasangan sehidup semati,” tambahnya.

Mekanisme dan Makna Tradisi Saro-saro

Tradisi Saro-saro memiliki makna yang mendalam dalam budaya lokal. Prosesi ini biasanya dimulai setelah acara akad nikah atau dalam perayaan pernikahan. Tamu undangan yang hadir akan membawa uang atau barang sebagai bentuk dukungan untuk pasangan pengantin. Uang yang diberikan biasanya dibalut dengan lidi, yang menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan.

Beberapa hal yang terjadi selama prosesi Saro-saro antara lain:

  • Tamu undangan datang secara bergiliran dan menyerahkan hadiah kepada kedua mempelai.
  • Uang yang diberikan biasanya dalam pecahan kecil, seperti Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu.
  • Setiap pemberian hadiah dianggap sebagai bentuk doa dan harapan agar pasangan pengantin bisa hidup bahagia.

Selain itu, Saro-saro juga menjadi momen untuk menunjukkan kebersamaan dan solidaritas antar warga. Dengan adanya tradisi ini, masyarakat dapat saling mendukung dan menguatkan ikatan sosial dalam lingkungan sekitar.

Hasil yang Dicapai Pasangan Judda dan Yuni

Dengan total uang sebesar Rp 420 juta yang terkumpul, pasangan Judda dan Yuni berhasil mencatatkan rekor dalam tradisi Saro-saro di wilayah Halmahera Selatan. Angka ini menunjukkan betapa besar perhatian dan dukungan dari masyarakat terhadap pasangan pengantin baru.

Selain uang tunai, pasangan ini juga menerima hadiah berupa barang-barang kebutuhan rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa Saro-saro tidak hanya tentang uang, tetapi juga tentang kepedulian dan dukungan moral terhadap pasangan pengantin.

Kehadiran Saro-saro dalam acara pernikahan ini juga menjadi contoh bagaimana budaya lokal masih dilestarikan dan dihargai oleh masyarakat. Dengan adanya tradisi ini, harapan dan doa dari para tamu undangan dapat menjadi bekal bagi pasangan pengantin dalam menjalani kehidupan bersama.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Dua Harimau Bandung Zoo Meninggal, Dedi Mulyadi Turun Tangan untuk Ini
Human Interest

Dua Harimau Bandung Zoo Meninggal, Dedi Mulyadi Turun Tangan untuk Ini

6 April 2026 - 23:49
Kekayaan Wira Arizona Naik Rp300 Juta Tahunan, 4 Tahun Jadi Jaksa
Human Interest

Kekayaan Wira Arizona Naik Rp300 Juta Tahunan, 4 Tahun Jadi Jaksa

6 April 2026 - 17:30
Reaksi Ibu saat Okin Disebut Jual Rumah Anak, Mantan Mertua Rachel Vennya Sedih: Semakin Kacau
Human Interest

Reaksi Ibu saat Okin Disebut Jual Rumah Anak, Mantan Mertua Rachel Vennya Sedih: Semakin Kacau

6 April 2026 - 11:47
Penasihat hukum: Ammar Zoni prioritaskan kesehatan mental anaknya
Human Interest

Penasihat hukum: Ammar Zoni prioritaskan kesehatan mental anaknya

6 April 2026 - 06:11
Kondisi macan tutul di Puncak Bogor diduga berasal dari Gunung Gede Pangrango
Human Interest

Kondisi macan tutul di Puncak Bogor diduga berasal dari Gunung Gede Pangrango

6 April 2026 - 05:24
Anak 9 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo, Warga dan SAR Lakukan Pencarian
Human Interest

Anak 9 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo, Warga dan SAR Lakukan Pencarian

6 April 2026 - 03:43
Next Post
5 Shio Paling Beruntung Hari Ini, Rezeki Melimpah 1 April 2026

5 Shio Paling Beruntung Hari Ini, Rezeki Melimpah 1 April 2026

Ritel Luar Sumbar Dilarang di Padang! Pj Sekda Raju: Produk UMKM Lokal Jadi Raja di Rumah Sendiri!

Ritel Luar Sumbar Dilarang di Padang! Pj Sekda Raju: Produk UMKM Lokal Jadi Raja di Rumah Sendiri!

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com