klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Nasional

Kecelakaan maut bus ALS vs truk BBM: 16 tewas, kegagalan sistem keselamatan jadi sorotan

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026 - 21:41
Reading Time: 2 mins read
0
Kecelakaan maut bus ALS vs truk BBM: 16 tewas, kegagalan sistem keselamatan jadi sorotan



Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, kembali menjadi perhatian nasional. Tragedi ini melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM pada Kamis (6/5), sehingga mengakibatkan sedikitnya 16 korban jiwa. Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang standar keselamatan transportasi publik di Indonesia.

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan ini diduga disebabkan oleh bus yang masuk ke jalur berlawanan untuk menghindari kondisi jalan tertentu. Ada pula laporan mengenai percikan api sebelum tabrakan terjadi. Namun, Road Safety Association (RSA) menegaskan bahwa investigasi tidak boleh berhenti pada kesalahan sopir semata. Menurut Ketua Dewan Pengawas RSA Rio Octaviano, kecelakaan fatal seperti ini merupakan puncak dari kegagalan sistemik yang berlapis.

Menurut Rio, ada banyak aspek yang saling berkaitan dalam kecelakaan tersebut, mulai dari kelaikan kendaraan hingga manajemen kecepatan di lapangan. “Road Safety Association (RSA) menilai kecelakaan lalu lintas fatal hampir selalu lahir dari kegagalan banyak lapisan sistem secara bersamaan. Mulai dari kondisi jalan, keselamatan kendaraan, pengawasan operasional angkutan umum, manajemen kecepatan, hingga kesiapan mitigasi pasca kecelakaan,” ujar Rio, Kamis (7/5).

Ironisnya, Indonesia sebenarnya sudah memiliki “buku panduan” keselamatan yang komprehensif. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) LLAJ 2021–2040 telah mengatur pembagian tugas lintas sektor. Sistem ini dikenal sebagai Safe System Approach, yang menyatakan bahwa keselamatan jalan adalah tanggung jawab kolektif institusi negara, bukan beban pengguna jalan sendirian.

Dalam sistem tersebut, tanggung jawab terbagi jelas antar lembaga:

  • Kementerian PUPR: Menjamin infrastruktur jalan yang aman.
  • Kementerian Perhubungan: Mengawasi kelaikan kendaraan dan sistem transportasi.
  • Korlantas POLRI: Fokus pada penegakan hukum dan perilaku pengendara.
  • Kementerian Kesehatan & Jasa Raharja: Menangani fase krusial pasca-kecelakaan.

Masalah Utama: Lemahnya Implementasi

Rio menyoroti bahwa regulasi yang bagus tidak akan berarti tanpa eksekusi yang kuat. RSA melihat koordinasi antarlembaga sering kali baru “panas” setelah jatuh korban jiwa dan menjadi perhatian publik. Ia mendorong setiap stakeholder untuk kembali ke tugas pokok dan fungsinya masing-masing tanpa harus saling tumpang tindih.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

“Keselamatan jalan membutuhkan kerja kolektif yang terstruktur, bukan tumpang tindih peran. Setiap institusi harus memperkuat sektor tanggung jawabnya sendiri agar terbentuk perlindungan berlapis yang saling melengkapi,” tambahnya.

Kecelakaan Bisa Dicegah

Banyak orang beranggapan kecelakaan adalah takdir yang tak terelakkan. Namun, data menunjukkan sebaliknya. Mayoritas kecelakaan justru terjadi di kondisi “ideal” seperti jalan lurus dan cuaca cerah. Ini membuktikan bahwa tanpa sistem perlindungan yang bekerja, risiko kematian tetap mengintai.

Belajar dari negara dengan tingkat fatalitas rendah, keselamatan jalan dibangun lewat konsistensi, bukan reaksi sesaat. Tragedi di Musi Rawas Utara harus menjadi titik balik bagi pemerintah untuk melakukan perubahan nyata.

“Kecelakaan di Musi Rawas Utara harus menjadi momentum evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Jangan sampai setiap tragedi hanya berhenti pada proses investigasi, tanpa perubahan nyata terhadap sistem keselamatan secara menyeluruh,” imbuh Rio.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung
Nasional

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung

3 Agustus 2026 - 15:33
Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
Nasional

Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata

2 Juni 2026 - 23:59
Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata
Nasional

Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata

2 Juni 2026 - 22:21
Alasan Kampus Tolak Dapur MBG
Nasional

Alasan Kampus Tolak Dapur MBG

2 Juni 2026 - 22:08
SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri
Nasional

SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri

2 Juni 2026 - 21:28
Nasional

ASN Riau Tertipu Batu Delima: Jual Mobil Demi Jodoh Palsu

2 Juni 2026 - 17:12
Next Post
Amerika Buka Rahasia Serangan Iran Hancurkan Ratusan Aset dan Alutsista, Pesawat E-3 Sentry Ikut Tumbang

Amerika Buka Rahasia Serangan Iran Hancurkan Ratusan Aset dan Alutsista, Pesawat E-3 Sentry Ikut Tumbang

Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, 3 Saksi Ahli Dihadirkan oleh Pengacara 4 Terdakwa

Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, 3 Saksi Ahli Dihadirkan oleh Pengacara 4 Terdakwa

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com