klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Bisnis

Kemenperin Akhirnya Tanggapi Tutupnya Krakatau Osaka Steel, Kalah Efisien dari Baja Tiongkok?

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026 - 20:32
Reading Time: 3 mins read
0
Kemenperin Akhirnya Tanggapi Tutupnya Krakatau Osaka Steel, Kalah Efisien dari Baja Tiongkok?

Penutupan PT Krakatau Osaka Steel dan Tantangan Industri Baja Nasional

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan penjelasan terkait penutupan PT Krakatau Osaka Steel (KOS), yang diakibatkan oleh dampak dari kombinasi berbagai faktor. Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyatakan, pihaknya menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami PT KOS.

Salah satu perusahaan negara yang terdampak langsung akibat tekanan yang semakin kompleks, sehingga harus menghentikan kegiatan produksi pada akhir April 2026 dan akan menutup seluruh kegiatan usahanya pada Juni 2026.

“Kami turut prihatin atas kondisi yang dihadapi para pekerja PT Krakatau Osaka Steel. Pemerintah memahami bahwa keputusan ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang tidak ringan. Oleh sebab itu, kami mengimbau perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja yang terdampak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujar dia.

Berdasarkan informasi yang disampaikan perusahaan, keputusan penghentian produksi tersebut telah ditetapkan melalui rapat Dewan Direksi pada 23 Januari 2026. PT Krakatau Osaka Steel juga mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengalami kerugian sejak tahun 2022, seiring dengan penurunan kinerja bisnis yang terus berlanjut.

Lebih lanjut, penurunan permintaan baja konstruksi di pasar domestik serta meningkatnya persaingan dengan produk baja impor berharga lebih murah menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut.

Produsen baja global, khususnya dari Tiongkok, memiliki keunggulan dari sisi skala produksi dan efisiensi biaya, sehingga mampu menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasar internasional, termasuk Indonesia.

“Kondisi ini menempatkan industri baja nasional pada posisi yang sulit. Di satu sisi, produsen dalam negeri berkomitmen menjaga kualitas produk, namun di sisi lain harus menghadapi tekanan harga dari produk impor yang lebih rendah. Situasi ini semakin diperberat oleh melemahnya permintaan domestik, khususnya dari sektor konstruksi,” jelasnya.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Menurut Febri, kesulitan yang dihadapi PT Krakatau Osaka Steel merupakan hasil kombinasi dari berbagai faktor, bukan semata-mata disebabkan oleh faktor internal perusahaan.

“Selain keterbatasan diversifikasi produk, penurunan permintaan dan tekanan impor baja murah, kondisi kelebihan pasokan di tingkat global juga turut memengaruhi daya saing perusahaan,” ungkapnya.

Dalam rangka mendukung keberlangsungan industri baja nasional, kata Febri, Kemenperin telah melakukan berbagai langkah strategis, antara lain pengendalian impor produk baja dan turunannya melalui pemberlakuan larangan dan pembatasan (lartas), pemberlakuan standar nasional Indonesia (SNI) wajib untuk baja batangan, penyediaan harga gas bumi tertentu (HGBT), serta pemberian tarif bea masuk nol persen untuk bahan baku billet.

Namun demikian, berkaca pada kondisi yang dialami PT Krakatau Osaka Steel, Kemenperin menilai masih diperlukan penguatan kebijakan perlindungan dan pengembangan industri baja nasional.

“Kami akan melakukan kajian secara komprehensif guna merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menjaga keberlanjutan industri baja dalam negeri,” tegas Jubir Kemenperin.

Secara global, industri baja saat ini menghadapi tantangan berupa kelebihan pasokan serta praktik perdagangan dengan harga rendah. Dia mengatakan, berbagai negara telah merespons kondisi tersebut dengan kebijakan proteksi industri, seperti penerapan tarif bea masuk dan instrumen trade remedies.

Sementara itu, beberapa negara juga mendorong reformasi industri melalui peningkatan efisiensi, kapasitas produksi, serta inovasi teknologi. Kemenperin, kata dia, akan terus memperkuat daya saing industri baja nasional melalui penguatan implementasi kebijakan pengendalian impor, perluasan pemberlakuan SNI wajib, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Dia berharap upaya ini dapat menjaga stabilitas industri sekaligus meningkatkan kemandirian sektor manufaktur nasional. “Keberhasilan penguatan industri baja nasional memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, pelaku industri, maupun masyarakat. Selain itu, dinamika geopolitik global, struktur biaya produksi, serta tingkat permintaan domestik juga akan sangat memengaruhi efektivitas kebijakan yang dijalankan,” pungkasnya.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Pegadaian Rilis Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 per 19 Oktober 2026, Ini Rinciannya
Bisnis

Pegadaian Rilis Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 per 19 Oktober 2026, Ini Rinciannya

19 Oktober 2026 - 10:14
Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 19 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,611 Juta
Bisnis

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 19 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,611 Juta

19 Oktober 2026 - 09:20
OJK Tegaskan Denda Rp2,1 Triliun untuk Pihak Terkait DSSA, BREN, dan CUAN Hasil Pemeriksaan Panjang
Bisnis

OJK Tegaskan Denda Rp2,1 Triliun untuk Pihak Terkait DSSA, BREN, dan CUAN Hasil Pemeriksaan Panjang

19 Oktober 2026 - 09:20
Asing Tinggalkan Saham Bank Jumbo, BBCA Catat Net Sell Terbesar di 2026
Bisnis

Asing Tinggalkan Saham Bank Jumbo, BBCA Catat Net Sell Terbesar di 2026

18 Oktober 2026 - 22:44
BBCA Terkoreksi Tajam Usai Sentimen MSCI, BCA Tegaskan Fokus pada Fundamental
Bisnis

BBCA Terkoreksi Tajam Usai Sentimen MSCI, BCA Tegaskan Fokus pada Fundamental

18 Oktober 2026 - 13:54
Investor Ritel Diminta Menahan Diri Saat IHSG Tertekan Sentimen MSCI
Bisnis

Investor Ritel Diminta Menahan Diri Saat IHSG Tertekan Sentimen MSCI

17 Oktober 2026 - 01:41
Next Post
Mulai 10 Mei, DKI Terapkan Aturan Pilah Sampah untuk Warga Jakarta

Mulai 10 Mei, DKI Terapkan Aturan Pilah Sampah untuk Warga Jakarta

Simeone Terpicu oleh Selebrasi Mantan Rekan, Laga Atletico Madrid vs Arsenal Tinggalkan Luka

Simeone Terpicu oleh Selebrasi Mantan Rekan, Laga Atletico Madrid vs Arsenal Tinggalkan Luka

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com