Keterbatasan Akses dan Dukungan Menjadi Tantangan PFA Cari Bakat 2026
Papua Football Academy (PFA) Cari Bakat 2026 masih menghadapi tantangan dalam menjangkau anak-anak dari daerah pesisir dan distrik terjauh di Kabupaten Fakfak. Hal ini disampaikan oleh Koordinator PFA Cari Bakat 2026, Arnold Bame, saat ditemui di Stadion 16 November Fakfak pada Kamis (7/5/2026).
“Harus diakui bahwa dari tahun ke tahun jumlah peserta masih minim karena akses yang terbatas serta dukungan yang kurang memadai,” ujar Arnold.
Menurutnya, untuk bisa menjemput bakat-bakat muda di Distrik Karas saja, diperlukan akomodasi tambahan. Oleh karena itu, ia berharap agar pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Daerah, KONI, maupun sekolah-sekolah dapat lebih aktif dalam mendukung program ini.
“Kami berharap mereka bisa ikut bergerak dan memberikan perhatian lebih terhadap anak-anak di daerah terpencil,” tegas Arnold.
Selama berjalannya program PFA Cari Bakat, sudah ada tiga anak asal Fakfak yang berhasil meraih capaian tertinggi, yaitu Epi Douw, Rey Hegemur, dan Alvin Kabes. Mereka menjadi contoh bahwa potensi olahraga sepak bola di daerah ini sangat besar.
“Anak-anak di kampung sebenarnya punya potensi yang luar biasa, hanya saja sulit untuk datang ke kota karena semua butuh dukungan,” jelas Arnold.
Ia menyampaikan harapan agar ke depannya akan ada bantuan dan dukungan yang lebih luas, sehingga PFA Cari Bakat 2026 dapat menjangkau daerah-daerah terpencil di Kabupaten Fakfak dengan lebih efektif dan efisien.
Tantangan yang Dihadapi Program PFA Cari Bakat 2026
- Akses yang terbatas: Anak-anak dari distrik terjauh sering kesulitan untuk hadir dalam program karena lokasi yang jauh dan transportasi yang tidak memadai.
- Dukungan yang kurang: Tidak semua pihak menyadari pentingnya program ini, sehingga partisipasi dan keberlanjutan program terganggu.
- Perlu kolaborasi: Diperlukan kerja sama antara pemerintah, organisasi olahraga, dan lembaga pendidikan agar program ini bisa mencapai targetnya.
Upaya yang Dilakukan PFA Cari Bakat 2026
- Pemetaan daerah terpencil: PFA mencoba memetakan wilayah-wilayah yang belum tersentuh oleh program ini agar bisa dilakukan pendekatan lebih lanjut.
- Peningkatan kesadaran: Melalui sosialisasi dan promosi, PFA berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengembangan bakat olahraga.
- Pelibatan komunitas: Mengajak masyarakat setempat untuk turut serta dalam proses pencarian bakat dan pelatihan.
Harapan Ke Depan
Arnold berharap agar PFA Cari Bakat 2026 bisa terus berkembang dan menjadi wadah bagi anak-anak berbakat di Fakfak. Ia juga berharap dukungan dari berbagai pihak bisa semakin kuat, sehingga program ini bisa menciptakan generasi olahragawan yang handal dan berprestasi.










Discussion about this post