Penangkapan Empat Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Pekanbaru
Empat pelaku pembunuhan dan perampokan yang menewaskan seorang nenek, Dumaris Denny Waty Sitio (60), di Pekanbaru akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat gabungan kepolisian. Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan dari Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru. Keempat pelaku tersebut ditangkap di dua lokasi berbeda, yaitu Aceh Tengah dan Kota Binjai, Sumatera Utara.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman mengonfirmasi penangkapan tersebut saat dikonfirmasi. Ia menyampaikan bahwa penangkapan ini merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara instansi terkait. “Alhamdulillah. Tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku kasus curas yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru,” ujarnya.
Penangkapan ini menjadi jawaban atas janji Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang sebelumnya memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Ia bahkan berjanji akan segera menangkap pelaku. “InsyAllah saya pastikan segera ditangkap, jajaran Reskrim Polresta Pekanbaru dan Subdit Jatanras Reskrimum Polda Riau sedang bekerja di lapangan,” ucap Irjen Herry.
Proses Pengungkapan Kasus
Dalam proses pengungkapan kasus, tim gabungan kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan di rumah korban yang berada di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua menjelaskan bahwa olah TKP kedua ini dilakukan untuk memperdalam dan melengkapi temuan sebelumnya. Tujuannya adalah memastikan tidak ada fakta yang terlewat, sekaligus mengumpulkan serta memperkuat alat bukti guna mengungkap secara jelas kronologi kejadian maupun identitas pelaku.
Selain itu, penyidik telah memeriksa empat orang saksi guna mengungkap rangkaian peristiwa. “Keterangan para saksi ini sangat membantu dalam mengarahkan penyelidikan, baik terkait pergerakan pelaku maupun rangkaian peristiwa yang terjadi,” jelasnya.
Komitmen Polisi Tuntaskan Kasus
Sebelum seluruh pelaku ditangkap, tim gabungan terus melakukan pengejaran intensif dengan mengantongi sejumlah petunjuk penting. “Kami terus melakukan pengejaran dan telah mengantongi sejumlah petunjuk yang mengarah kepada pelaku. Tim bekerja maksimal untuk segera mengungkap kasus ini,” tegasnya.
Kombes Hasyim memastikan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara profesional hingga tuntas. “Kami pastikan kasus ini akan diungkap secara tuntas. Mohon dukungan masyarakat agar proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik dan pelaku segera ditangkap,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kombes Hasyim bersama Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Sosok Kapolda Riau Herry Heryawan
Irjen. Pol. Herry Heryawan lahir pada 23 Februari 1972. Sejak 12 Maret 2025, ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Riau. Sebagai Kapolda Riau, Herry Heryawan mengusung konsep Green Policing yakni model Kepolisian yang peduli lingkungan dan budaya lokal.
Di bawah moto “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah,” Polda Riau mendorong upaya pelestarian alam melalui penanaman pohon, penindakan terhadap pembakar hutan dan pelaku PETI, serta edukasi publik tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Pendidikan dasar Herry Heryawan dilakukan di SD Urimessing A2 Ambon, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Ambon dan SMA Negeri 2 Ambon. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia diterima di Akademi Kepolisian pada tahun 1996 (Wira Satya) dan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2003. Selanjutnya, ia memperdalam bidang hukum di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum pada tahun 2005.
Rekam Jejak Karier
Dalam perjalanan kariernya, Herry Heryawan menempati berbagai jabatan strategis di lingkungan kepolisian yang memperlihatkan dedikasi, integritas, serta kapasitas kepemimpinannya. Ia mengawali penugasan sebagai PAMAPTA III Poltabes Semarang (1997), kemudian dipercaya menjadi Kanitresum Poltabes Semarang (1998) dan Kanit II Opsnal Poltabes Kepri Timur (1999). Kariernya terus menanjak dengan jabatan Wakasatreskrim Polres Kepri Timur (2000), Kepala KPPP Poltabes Barelang Polda Kepri (2000), hingga mengikuti pendidikan PTIK (2001–2003).
Setelah itu, ia mengemban tugas sebagai Kasat Reskrim Polresta Tanjung Pinang Polda Kepri (2003), Kanit I Sat I Ditreskrim Polda Kepri (2005), Kasat I Ditresnarkoba Polda Kepri (2006), serta Kasatreskrim Poltabes Barelang (2007). Kepercayaan terhadapnya semakin besar ketika ia menjabat Wakapolresta Tanjung Pinang (2009), Kadensus 88 Anti Teror Ditreskrim Polda Kepri (2009), hingga mengikuti pendidikan Sespimmen (2010).









Discussion about this post