klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Teknologi

VIDA berbagi tips keamanan siber untuk fintech, apa saja?

Redaksi by Redaksi
6 Mei 2026 - 09:32
Reading Time: 3 mins read
0
VIDA berbagi tips keamanan siber untuk fintech, apa saja?

VIDA Hadir di Money20/20 Asia 2026 untuk Perkuat Keamanan Sistem Fintech

VIDA turut serta dalam ajang Money20/20 Asia 2026 yang berlangsung pada 21–23 April 2026 di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Thailand. Dalam kesempatan ini, VIDA menyampaikan pentingnya infrastruktur identitas digital yang aman dan dapat diverifikasi dalam melindungi ekosistem fintech yang terus berkembang. Selain itu, VIDA juga membagikan tips keamanan siber kepada perusahaan fintech dalam menghadapi evolusi kejahatan siber.

Sebagai pembicara dalam acara tersebut, Niki Luhur (Founder dan Group CEO VIDA) membahas isu terkait perkembangan kejahatan siber dan dampaknya terhadap masa depan industri fintech. Ia menjelaskan bagaimana taktik kejahatan siber semakin kompleks dan memberikan rekomendasi strategi pertahanan berlapis-lapis (multilayered defense) untuk mengantisipasi ancaman tersebut.

“Kita semua menyadari bahwa scam semakin marak terjadi di seluruh dunia dengan beragam modus yang terus berkembang. Edukasi saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan ini. Perlu diimbangi dengan penguatan infrastruktur serta ekosistem hukum yang mampu melindungi konsumen dan meningkatkan standar keamanan,” ujar Niki.

Ia menambahkan, “Seperti pada abad pertengahan, ketika membangun sebuah kastel, sistem pertahanan dirancang berlapis untuk melindungi dari serangan musuh. Pendekatan serupa juga perlu diterapkan dalam membangun keamanan di industri fintech. Penerapan multi-layered defense sangat diperlukan untuk menghadapi modus penipuan digital yang makin canggih.”

Empat Lapisan Strategis untuk Meningkatkan Keamanan Siber

VIDA membagikan empat lapisan dan langkah strategis untuk para perusahaan fintech dalam mengoptimalkan sistem keamanan siber mereka menghadapi evolusi kejahatan siber. Berikut adalah keempat lapisan tersebut:

  • Verifikasi individu

    Pemanfaatan teknologi biometrik yang didukung dengan lapisan pengamanan tambahan menjadi krusial untuk memastikan bahwa suatu pengguna merupakan individu nyata, bukan sekadar gambar atau potongan foto yang diambil dari internet. Hal ini membantu menghindari penipuan yang menggunakan data palsu.

  • Verifikasi perangkat

    Aspek ini kerap terlewatkan, padahal jika dilakukan bisa membantu memperkuat sistem keamanan siber. Banyak serangan siber berawal dari celah pada perangkat, seperti injection attack yang memungkinkan manipulasi kamera. Dalam skenario ini, seorang pelaku scam bisa memasukkan data biometrik palsu, seperti foto, video, dan deepfake ke dalam sistem. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa sumber kamera dan biometrik wajah benar-benar autentik.

    Buy JNews
    ADVERTISEMENT
  • Verifikasi identitas

    Penting untuk memastikan bahwa identitas yang digunakan telah terdaftar dalam basis data pemerintah setempat, termasuk kesesuaian dengan dokumen identitas fisik yang dimiliki. Hal ini membantu menghindari penggunaan identitas palsu dalam transaksi finansial.

  • Pemanfaatan teknologi berbasis AI

    Integrasi AI (artificial intelligence) dalam setiap lapisan keamanan siber memungkinkan para perusahaan fintech untuk mendeteksi anomali secara lebih akurat dan adaptif, sekaligus meningkatkan skalabilitas dalam menghadapi pola serangan siber yang terus berkembang. Teknologi ini membantu perusahaan mengidentifikasi ancaman dengan lebih cepat dan efektif.

Dengan pendekatan berlapis-lapis ini, VIDA berharap perusahaan fintech dapat meningkatkan perlindungan terhadap risiko keamanan siber, sehingga mampu menjaga kepercayaan konsumen dan memperkuat ekosistem keuangan digital yang lebih aman.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

OpenAI Tunda Peluncuran Astra 6.1 Setelah Hasil Uji Keselamatan Mengecewakan
Teknologi

OpenAI Tunda Peluncuran Astra 6.1 Setelah Hasil Uji Keselamatan Mengecewakan

29 September 2026 - 21:17
7 Hal Penting Sebelum Pasang WiFi di Rumah, Jangan Hanya Lihat Harga Instalasi
Teknologi

7 Hal Penting Sebelum Pasang WiFi di Rumah, Jangan Hanya Lihat Harga Instalasi

31 Agustus 2026 - 14:00
Wamenkomdigi Nezar: Algoritma Media Sosial Bentuk Pandangan Publik, Literasi Digital Kunci
Teknologi

Wamenkomdigi Nezar: Algoritma Media Sosial Bentuk Pandangan Publik, Literasi Digital Kunci

29 Agustus 2026 - 22:04
Bittime ungkap tren baru investor kripto, stablecoin dan saham AS jadi incaran
Teknologi

Bittime ungkap tren baru investor kripto, stablecoin dan saham AS jadi incaran

12 Agustus 2026 - 10:37
BMKG: Gelombang Tinggi 2,5 Meter Mengancam Perairan Fakfak dan Kaimana
Teknologi

BMKG: Gelombang Tinggi 2,5 Meter Mengancam Perairan Fakfak dan Kaimana

7 Agustus 2026 - 00:48
Threads tambah fitur live chat, siap lawan dominasi X
Teknologi

Threads tambah fitur live chat, siap lawan dominasi X

13 Juli 2026 - 12:55
Next Post
Final Thomas Cup 2026 – Li Shi Feng Dihancurkan Alwi Farhan, Buat Malu Sendiri Saat China Menang

Final Thomas Cup 2026 - Li Shi Feng Dihancurkan Alwi Farhan, Buat Malu Sendiri Saat China Menang

10 Jenis Ideologi Dunia: Liberalisme hingga Sosialisme, Ini Perbedaannya!

10 Jenis Ideologi Dunia: Liberalisme hingga Sosialisme, Ini Perbedaannya!

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com