Kecelakaan Perahu Pengangkut Besi Tua di Perairan Gresik
Sebuah perahu yang mengangkut besi tua tenggelam di perairan depan Pelabuhan Umum Gresik, Jawa Timur, pada Minggu (3/5/2026) malam. Insiden ini menewaskan satu anak buah kapal (ABK), dua orang hilang, dan dua lainnya berhasil selamat.
Perahu tersebut awalnya berangkat dari wilayah Pantai Lumpur, Kecamatan Gresik menuju Kamal, Pulau Madura untuk membeli besi tua. Perahu berangkat sekitar pukul 15.00 WIB dengan lima ABK, kemudian kembali sekitar pukul 19.00 WIB dengan muatan kurang lebih 3 ton besi tua.
Saat melintas di perairan depan Pelabuhan Umum Gresik sekitar pukul 21.00 WIB, perahu diduga kemasukan air akibat gelombang dari kapal yang melintas. Akibatnya, perahu miring dan para ABK panik sehingga perahu akhirnya tenggelam.
Menurut Kasatpolairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita, insiden tersebut menyebabkan satu ABK ditemukan meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, dan dua lainnya berhasil selamat. Dalam penyelamatan, dua ABK berhasil diselamatkan oleh kapal yang melintas, yakni TB Wales dan KM Kutai Raya.
Satu korban atas nama S (42), warga Tambak Dalam, Asemrowo, Surabaya, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Adapun dua korban lainnya yang hingga kini masih dalam pencarian adalah H. A (60) dan H (32), keduanya warga Gresik.
“Korban meninggal dunia telah dievakuasi oleh tim SAR Satpolairud Polres Gresik dan dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas AKP Nyoman Ardita.
Lebih lanjut, AKP Nyoman Ardita menjelaskan bahwa pihaknya bersama Basarnas, BPBD, Ditpolairud, KPLP, Kamladu serta masyarakat terus melakukan pencarian secara maksimal. “Polres Gresik melalui Satpolairud langsung melakukan evakuasi, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan,” katanya.
Pencarian terhadap dua korban hilang direncanakan dilakukan selama tujuh hari ke depan. Namun, masyarakat dihimbau yang mengetahui informasi terkait kejadian atau membutuhkan bantuan kepolisian, dapat segera menghubungi Polres Gresik melalui Call Center 110 atau nomor layanan Lapor Kapolres Cak Rama di 0811-8800-2006.
“Kami akan terus melakukan pencarian secara intensif dan maksimal hingga korban ditemukan,” tambahnya.
Penyebab Kecelakaan
Dugaan sementara menyebutkan bahwa perahu tenggelam akibat kemasukan air yang disebabkan oleh gelombang dari kapal yang melintas. Hal ini membuat perahu miring dan tidak stabil, sehingga para ABK panik dan perahu akhirnya tenggelam.
Selain itu, perahu yang digunakan memiliki muatan yang cukup berat, yaitu sekitar 3 ton besi tua. Hal ini bisa menjadi faktor tambahan yang memengaruhi stabilitas perahu saat melintasi perairan yang tidak tenang.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Tim SAR dan instansi terkait telah bergerak cepat untuk melakukan pencarian terhadap dua korban yang hilang. Proses pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai alat dan perahu yang tersedia. Masyarakat juga diminta untuk membantu dengan memberikan informasi jika ada yang mengetahui keberadaan korban.
Selain itu, korban yang meninggal dunia telah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi proses hukum dan pengambilan keputusan terkait penyebab kecelakaan.
Langkah Pencegahan di Masa Depan
Insiden ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha transportasi laut untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan perairan yang dilalui. Selain itu, pentingnya pengawasan dan pemeliharaan perahu juga harus diperhatikan agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Masyarakat di sekitar perairan Gresik juga diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan kejadian yang mencurigakan kepada pihak berwajib.
Kesimpulan
Kecelakaan perahu pengangkut besi tua di perairan Gresik menjadi peristiwa yang menyedihkan dan memicu upaya pencarian yang terus berlangsung. Meski satu korban telah ditemukan, dua lainnya masih dalam pencarian. Semoga proses pencarian dapat segera menemukan korban yang hilang dan memberikan kepastian bagi keluarga korban.









Discussion about this post