klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Human Interest

Remaja Terkena Glaukoma Akibat Konsumsi Manis, Waspadai Pola Makan!

Redaksi by Redaksi
3 April 2026 - 18:30
Reading Time: 5 mins read
0
Remaja Terkena Glaukoma Akibat Konsumsi Manis, Waspadai Pola Makan!

Pentingnya Kesehatan Mata pada Anak dan Remaja

Liburan dan pola makan anak memang sering menjadi perhatian, tetapi kesehatan mata juga tidak kalah penting untuk dijaga sejak dini. Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua mungkin lebih fokus pada asupan energi atau kebiasaan belajar anak, padahal ada aspek lain yang juga perlu diperhatikan. Kasus seorang remaja yang mengalami kebutaan akibat glaukoma ini menjadi pengingat serius bahwa kebiasaan sehari-hari, termasuk pola makan, bisa berdampak besar pada kesehatan jangka panjang.

Kondisi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan tanpa disadari. Berikut beberapa hal yang perlu Mama waspadai terkait kasus remaja yang alami kebutaan karena glaukoma:

1. Remaja Kehilangan Penglihatan Sejak SMP



Seorang remaja dilaporkan kehilangan penglihatannya secara total akibat glaukoma yang dipicu oleh pola makan yang tidak sehat. Glaukoma sendiri adalah kondisi kerusakan pada saraf mata yang berperan penting dalam proses penglihatan, umumnya berkaitan dengan tekanan bola mata yang tinggi. Kondisi ini berkembang secara perlahan hingga akhirnya berdampak besar pada fungsi penglihatan. Bahkan, remaja tersebut sudah tidak bisa melihat sejak duduk di kelas 9 SMP, usia yang seharusnya masih berada dalam fase aktif belajar.

Remaja ini dikenal sebagai penggemar makanan manis, terutama cokelat, yang dikonsumsi secara rutin dan berlebihan. Selain itu, ia juga mengalami bau mulut yang diduga berasal dari masalah lambung, yang menandakan adanya gangguan kesehatan lain yang mungkin sudah berlangsung cukup lama. Kasus ini menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana seperti pola makan bisa berdampak besar pada kesehatan jangka panjang. Meskipun glaukoma tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, gaya hidup yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi tubuh secara keseluruhan.

2. Glaukoma di Indonesia dan Faktor Risikonya



Glaukoma merupakan penyakit yang sering kali tidak disadari pada tahap awal. Di Indonesia, laporan “Situasi Glaukoma di Indonesia” pada tahun 2019 memperkirakan jumlah penderita glaukoma mencapai sekitar 0,46 persen, atau setara dengan 4 hingga 5 orang per 1.000 penduduk. Gejala kerusakan akibat glaukoma ini umumnya disebabkan oleh tekanan bola mata yang tinggi, meskipun tidak semua penderita mengalami hal tersebut.

Dampaknya bisa sangat besar terhadap kualitas hidup karena dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen. Beberapa faktor risiko glaukoma selain pola makan kurang sehat yang perlu diperhatikan adalah:
* Riwayat keluarga dengan glaukoma

Pengguna kacamata minus atau plus tinggi

Penderita diabetes dan tekanan darah tinggi

Riwayat cedera pada mata

Penggunaan obat anti-radang jangka panjang

Memahami faktor risiko ini penting agar deteksi dan pencegahan bisa dilakukan lebih awal.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

3. Gejala Glaukoma Sering Tidak Disadari



Glaukoma sering tidak menunjukkan gejala di tahap awal, sehingga banyak penderita baru menyadari saat kondisinya sudah parah. Inilah yang membuat glaukoma dikenal sebagai “pencuri penglihatan”. Gejala yang bisa muncul antara lain:
* Mata terasa pegal

Penglihatan buram

Nyeri pada mata

Mata merah

Lapang pandang menyempit

* Melihat lingkaran seperti pelangi di sekitar cahaya

Pada kondisi akut, gejala bisa lebih berat seperti pusing, sakit kepala, mual dan muntah. Gejala ini sering disalahartikan sebagai penyakit lain, sehingga penanganan menjadi terlambat. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan tanda sekecil apa pun.

4. Deteksi Dini Penting untuk Cegah Kebutaan



Kebutaan akibat glaukoma tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan jika terdeteksi lebih awal. Deteksi dini menjadi langkah paling efektif untuk mencegah kondisi semakin parah. Pemeriksaan rutin ketika:
* Usia di bawah 40 tahun: setiap 2–4 tahun sekali

* Usia di atas 40 tahun atau berisiko: setiap 1 tahun sekali

Jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi:
* Pemeriksaan ketajaman penglihatan

Pengukuran tekanan bola mata (tonometri)

Evaluasi saraf optik

Pemeriksaan lapang pandang (perimetri)

Pemeriksaan sudut bilik mata (gonioskopi)

* Pemeriksaan ketebalan kornea (pakimetri)

Dengan pemeriksaan rutin, potensi gangguan bisa dideteksi lebih cepat sebelum berkembang menjadi kebutaan.

5. Pilihan Makanan Manis yang Lebih Sehat



Anak-anak memang menyukai makanan manis, tetapi konsumsi berlebihan perlu dibatasi. Mama bisa memilih alternatif yang lebih sehat agar tetap aman untuk tubuh. Beberapa pilihan makanan manis yang lebih sehat:
* Buah segar dengan rasa manis alami, mengandung gula alami yang lebih aman dibanding gula tambahan, serta kaya vitamin, serat, dan antioksidan yang baik untuk daya tahan tubuh dan kesehatan mata.
* Yogurt tanpa tambahan gula berlebih, sumber probiotik yang membantu kesehatan pencernaan, sekaligus mengandung kalsium dan protein untuk pertumbuhan tanpa lonjakan gula berlebih.
* Dark chocolate dengan kadar kakao tinggi, mengandung antioksidan flavonoid yang baik untuk aliran darah, termasuk ke area mata, serta memiliki gula lebih rendah dibanding cokelat biasa.
* Smoothies buah tanpa gula tambahan, memberikan kombinasi vitamin dan mineral dari buah secara praktis, tanpa tambahan gula yang bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Mengatur pola makan sejak dini membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk kesehatan mata.

6. Pengingat Penting untuk Mama



Kasus ini menjadi pengingat bahwa kesehatan anak tidak hanya soal aktivitas, tetapi juga kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele. Mama perlu lebih peka terhadap pola makan, perubahan kondisi tubuh, serta kebiasaan kecil yang bisa berdampak jangka panjang. Berikut adalah hal-hal yang bisa mulai Mama terapkan:
* Membatasi konsumsi gula berlebih, terutama dari camilan dan minuman manis yang sering dikonsumsi tanpa disadari

Mengajarkan pola hidup sehat sejak dini, termasuk makan seimbang, cukup istirahat, dan aktivitas fisik rutin

Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk cek mata secara berkala meski tidak ada keluhan

* Tidak mengabaikan keluhan sekecil apa pun, seperti mata lelah, buram, atau perubahan perilaku anak

Dengan perhatian yang konsisten, risiko penyakit serius bisa diminimalkan sejak awal. Menjaga kesehatan anak adalah hal yang tidak bisa diabaikan. Sudahkah Mama memperhatikan pola makan dan kesehatan mata si Kecil sejak sekarang?

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Dua Harimau Bandung Zoo Meninggal, Dedi Mulyadi Turun Tangan untuk Ini
Human Interest

Dua Harimau Bandung Zoo Meninggal, Dedi Mulyadi Turun Tangan untuk Ini

6 April 2026 - 23:49
Kekayaan Wira Arizona Naik Rp300 Juta Tahunan, 4 Tahun Jadi Jaksa
Human Interest

Kekayaan Wira Arizona Naik Rp300 Juta Tahunan, 4 Tahun Jadi Jaksa

6 April 2026 - 17:30
Reaksi Ibu saat Okin Disebut Jual Rumah Anak, Mantan Mertua Rachel Vennya Sedih: Semakin Kacau
Human Interest

Reaksi Ibu saat Okin Disebut Jual Rumah Anak, Mantan Mertua Rachel Vennya Sedih: Semakin Kacau

6 April 2026 - 11:47
Penasihat hukum: Ammar Zoni prioritaskan kesehatan mental anaknya
Human Interest

Penasihat hukum: Ammar Zoni prioritaskan kesehatan mental anaknya

6 April 2026 - 06:11
Kondisi macan tutul di Puncak Bogor diduga berasal dari Gunung Gede Pangrango
Human Interest

Kondisi macan tutul di Puncak Bogor diduga berasal dari Gunung Gede Pangrango

6 April 2026 - 05:24
Anak 9 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo, Warga dan SAR Lakukan Pencarian
Human Interest

Anak 9 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo, Warga dan SAR Lakukan Pencarian

6 April 2026 - 03:43
Next Post
Tangan Kiri atau Kanan, Kenali Karakteristik Kamu Melalui Jam Tangan

Tangan Kiri atau Kanan, Kenali Karakteristik Kamu Melalui Jam Tangan

Pemerintah Percepat Bioetanol 20% Kurangi Ketergantungan Impor Energi

Pemerintah Percepat Bioetanol 20% Kurangi Ketergantungan Impor Energi

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com