TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com– Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, bersama Wakil Wali Kota Raja Ariza menghadiri peringatan Hari Kartini 2026 di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (30/4/2026).
Dalam sambutannya, Lis menegaskan Hari Kartini menjadi simbol bahwa kemampuan perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ia menyebut keberhasilan pembangunan tidak akan tercapai tanpa peran aktif perempuan.
“Pemikiran dan perjuangan Kartini telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh kesetaraan perlakuan dan kesamaan hak antara perempuan dan laki-laki, yang kini kita kenal sebagai kesetaraan gender,” ucap Lis.
Ia berkomitmen mewujudkan kesetaraan gender dengan menggandeng pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Tujuannya membuka ruang lebih luas bagi perempuan, mengurangi kesenjangan, serta menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Jadikan semangat Kartini sebagai energi untuk terus berkarya, berkontribusi, dan membangun daerah menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan. Jadilah perempuan tangguh, cerdas, dan inspiratif dalam membentuk keluarga harmonis dan membangun Tanjungpinang,” harap Lis.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Tanjungpinang, Weni Lis Darmansyah, menyebut peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum mengingat kembali perjuangan perempuan meraih kesetaraan.
“Sebagaimana yang pernah disampaikan R.A. Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang,” kata Weni.
Weni menegaskan perempuan hari ini bukan sekadar pelengkap, melainkan penggerak utama pembangunan.
Berdasarkan data BPS, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Tanjungpinang mencapai 97,02 persen, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.
“Ini menunjukkan akses perempuan terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi semakin setara dengan laki-laki. Perempuan hebat bukan hanya yang tampil di ruang besar, tetapi juga yang bekerja dalam diam dengan dampak besar, termasuk ibu yang mendidik anak di rumah dan menjadi tulang punggung keluarga,” ungkap Weni. ***










Discussion about this post