TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Perbedaan regulasi dan persyaratan teknis antarinstansi masih menjadi tantangan dalam mengintegrasikan pelayanan publik di Kota Tanjungpinang.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengatakan, proses integrasi membutuhkan waktu, sementara masyarakat mengharapkan layanan yang mudah, murah, transparan, dan cepat.
“Kalau kita rajin buka WA, buka HP kita, banyak keluhan-keluhan masyarakat,” ujar Raja Ariza saat membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tanjungpinang 2026 di Aula Kantor Kecamatan Tanjungpinang Barat, Senin (26/10).
Menurutnya, pelayanan publik merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kualitas layanan turut memengaruhi kepercayaan warga terhadap pemerintah.
Pemko Tanjungpinang telah menghadirkan Mal Pelayanan Publik (MPP) sejak 2022 untuk menyatukan berbagai layanan. Saat ini, 32 instansi pusat dan daerah telah bergabung dengan total 221 layanan.
Agar optimal, penyelenggara perlu memiliki komitmen, aparatur kompeten, standar pelayanan jelas, serta memanfaatkan teknologi informasi.
“Kadang-kadang perlu masa, perlu waktu untuk melakukan integrasi. Namun, kadang-kadang masyarakat tidak memandang seperti itu, mereka semuanya ingin serba cepat,” ujarnya.
Raja Ariza berharap FKP menjadi ruang bagi penyelenggara dan pengguna layanan untuk menyampaikan masukan, mengidentifikasi hambatan, serta merumuskan perbaikan.
“Mari kita membangun budaya melayani dengan sepenuh hati,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Tanjungpinang Adi Firmansyah mengatakan, FKP tahun ini mengangkat tema penguatan integrasi layanan melalui koordinasi antarpenyelenggara dan partisipasi pengguna layanan.
Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta dari perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga negara, BUMN, perbankan, organisasi profesi, tokoh masyarakat, akademisi, media, pelaku usaha, dan pengguna layanan.
“Melalui FKP ini, kita ingin mendengar pendapat dari berbagai pihak. Ke depan, kita akan melakukan perbaikan dan memperkuat sinergi agar pelayanan semakin baik,” tutur Adi.***









Discussion about this post